Aturan Terapi Panas dan Dingin pada Cedera Otot Sendi

No comment 2002 views

Terapi maupun merupakan dua terapi non invasif yang paling sering digunakan untuk meredakan otot dan sendi. Terapi non aditif ini dapat digunakan pada baru ataupun gejala yang terjadi secara berulang.

gayahidup.rimanews.com

gayahidup.rimanews.com

Terapi dingin menggunakan Es akan mengurangi aliran darah menuju area yang cedera, sehingga mengurangi maupun inflamasi. Sedangkan terapi panas yang dilakukan setelahnya bertujuan membawa kembali darah menuju ke area cedera, sehingga mempercepat proses penyembuhan.

Terapi Panas

Panas dapat membuka pembuluh darah lebih lebar, sehingga meningkatkan aliran darah dan pasokan oksigen serta untuk mengurangi rasa pada persendian, otot, ligamen, dan tendon yang cedera. Suhu hangat juga mampu menurunkan potensi kejang otot dan meningkatkan jangkauan gerak. Mengaplikasikan terapi panas pada tubuh dapat meningkatkan fleksibilitas tendon dan ligamen, mengurangi kejang otot, serta mengurangi rasa . Terapi Panas lebih cocok untuk meredakan nyeri sendi yang bersifat kronis.

Penting:   Menu Makanan Diet Seimbang untuk Tubuh Kurus - Langsing

Terapi panas dapat menggunakan sumber panas yang bersifat kering atau lembab. Beberapa alat dan cara yang sering digunakan adalah pad pemanas , botol air panas, gel, dan mandi air panas. Suhu yang dikategorikan ‘Panas’ disini sebenarnya lebih mengarah pada suhu hangat yang konsisten.

memuat...

Ketika hendak melakukan terapi panas, Anda harus memahami beberapa aturan penting berikut ini,

  • Jangan langsung menempelkan sumber panas ke . Sebaiknya, gunakan pembungkus seperti kain atau handuk tipis.

  • Jangan melakukan terapi panas lebih dari 20 menit, kecuali jika mendapat rekomendasi dari dokter atau ahli terapi fisik lainnya.

  • Jangan lakukan terapi panas pada bagian tubuh yang cedera jika terdapat pembengkakan.

  • Jangan lakukan terapi panas pada luka terbuka atau bagian tubuh yang mendapat jahitan.

  • Berhati-hatilah ketika berbaring di atas bantal pemanas, karena kulit Anda bisa terbakar jika Anda tertidur.

  • Awasi penerapan terapi panas pada orang yang memiliki sirkulasi darah buruk atau diabetes.

Penting:   Cara Agar Perut Tidak Buncit Lagi – Makanan yang membakar Lemak Perut dalam 2 Minggu

Terapi Dingin

Suhu dingin memperlambat aliran darah ke bagian tubuh yang cedera, sehingga mengurangi rasa sakit dan bengkak. Terapi ini disarankan untuk dilakukan jika bagian tubuh yang cedera mengalami bengkak atau memar. Terapi dingin disarankan untuk kondisi cedera akibat keseleo, kaku otot, dan memar.

Terapi dingin biasanya dilakukan dengan memanfaatkan air es, es batu, atau gel pack yang dibekukan. Jenis terapi ini sebaiknya dilakukan pada rentang 24-48 jam setelah cedera terjadi. Caranya, lakukan kompres dingin selama 20 menit pada area yang cedera dengan jeda 10 menit. Jangan lupa membungkus es dengan handuk tipis atau kain.

Kata Kunci Pencarian: Terapi panas dingin,terapi panas,Jenis terapi dingin dan cara terapinya

Penting:   Resep Masakan Lezat, Sehat, Cepat untuk Balita
author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Aturan Terapi Panas dan Dingin pada Cedera Otot Sendi"