Diet Meniru Puasa Turunkan Risiko Penyakit Mayor

No comment 195 views

Bagaimana jika Anda bisa menurunkan berat badan dan mengurangi risiko yang mengancam jiwa tanpa ada perubahan pada makanan yang Anda konsumsi, selain khusus lima hari setiap beberapa sekali? Itulah yang terjadi pada 71 orang dewasa yang ditempatkan pada tiga siklus rendah kalori yang disebut fast-mimicking. Percobaan fase II, yang dilakukan oleh para periset di USC Leonard Davis School of Gerontology, menunjukkan sejumlah manfaat dari penelitian tersebut.

Diet - diaricantikku.com

Diet - diaricantikku.com

Diet mengurangi faktor risiko kardiovaskular, termasuk tekanan darah dan -tanda peradangan (diukur dengan tingkat protein C-reaktif), serta penurunan glukosa dan penurunan kadar IGF-1, hormon yang mempngaruhi metabolisme. Ini juga mampu menyusutkan lingkar pinggang dan mengakibatkan penurunan berat badan, baik total lemak tubuh maupun lemak batang, tetapi tidak dengan massa .

Efek terhadap kesehatan, diet mengurangi risiko peserta penelitian terhadap penyakit , , penyakit jantung, dan penyakit terkait lainnya, demikian menurut temuan yang diterbitkan pada 15 Februari 2017 di Science Translational Medicine. “Studi ini memberikan bukti bahwa orang dapat merasakan manfaat kesehatan yang signifikan melalui diet meniru puasa dan periodik,” kata Valter Longo, Direktur Institut Longevity USC dan ProfesorBiologi di USC Dornsife College of Letters, Arts and Sciences.

“Penelitian sebelumnya telah menunjukkan berbagai manfaat kesehatan pada tikus, tetapi ini adalah percobaan klinis acak pertama dengan cukup peserta untuk menunjukkan bahwa makanan itu layak, efektif, dan aman bagi manusia,” tambahnya. “Studi FDA yang lebih besar diperlukan untuk mengonfirmasi pengaruhnya terhadap pencegahan dan pengobatan penyakit.”

Seratus orang berpartisipasi penelitian mulai April 2013 sampai Juli 2015. Para peserta, yang berusia 20 tahun sampai 70 tahun dan semua umumnya , dibagi menjadi dua kelompok untuk uji coba secara acak. Peserta pada kelompok pertama, kelompok kontrol, diminta untuk melanjutkan kebiasaan normal mereka selama tiga bulan. Sementara, orang-orang di kelompok kedua ditempatkan pada tes tiga bulan dengan diet meniru puasa.

memuat...

Mereka yang menjalani diet khusus diminta untuk mengonsumsi makanan yang dipasok oleh perusahaan nutrisi L-Nutra selama periode puasa lima hari setiap bulannya. Diet, yang dirancang untuk meniru hasil puasa hanya dengan air, memungkinkan peserta mengonsumsi antara 750 kalori sampai 1.100 kalori per hari. Makanan untuk diet mengandung proporsi protein, lemak dan karbohidrat yang tepat. Setelah tiga bulan, peserta dalam kelompok kontrol dipindahkan ke makanan khusus.

Para peneliti menemukan bahwa peserta diet meniru puasa kehilangan rata-rata sekitar enam kilogram berat badan. Sementara, ukuran pinggang mereka menyusut satu sampai dua inci. Tekanan darah sistolik mereka, yang berada pada kisaran normal saat penelitian dimulai, turun 4,5 mmHG, sedangkan tekanan darah diastolik mereka turun 3,1 mmHg. Selain itu, tingkat IGF-1 mereka turun menjadi antara 21,7 ng/mL sampai 46,2 ng/mL, mencapai kisaran yang terkait dengan risiko kanker yang lebih rendah.

“Setelah kelompok pertama menyelesaikan tiga bulan mereka dalam diet puasa, kami memindahkan peserta dalam kelompok kontrol untuk melihat apakah mereka juga akan mengalami hasil yang serupa,” sambung Longo. “Kami melihat hasil yang serupa, yang memberikan bukti lebih lanjut bahwa diet meniru puasa memiliki efek pada banyak penanda metabolik dan penyakit.”

Para periset juga mencatat bahwa ada beberapa peserta dianggap ‘berisiko’ karena mereka memiliki faktor risiko seperti kadar IGF-1, kolesterol, tekanan darah atau gula darah yang tinggi, yang membuat kemajuan signifikan menuju kesehatan yang lebih baik. Misalnya, kadar glukosa untuk peserta dengan kadar gula darah tinggi (menempatkan mereka pada risiko diabetes) turun ke kisaran sehat, di bawah 99 mg/dl. Sementara, kolesterol diturunkan 20 mg/dl pada mereka dengan kadar kolesterol tinggi, dan sekitar 5 mg/dl pada semua partisipan.

Para peneliti telah mengundang peserta studi untuk satu tes terakhir pada tiga bulan kemudian, di akhir diet. Tim peneliti menemukan bahwa efek menguntungkan, dari penurunan berat badan, lingkar pinggang yang lebih kecil dan kadar glukosa, dan tekanan darah dan IGF-1 yang lebih rendah, berhasil dipertahankan.

Langkah selanjutnya bagi para peneliti adalah uji klinis FDA tahap III yang besar untuk menguji FMD pada pasien yang didiagnosis dengan penyakit terkait usia atau berisiko tinggi terhadap mereka. Para peneliti mengatakan, penyelidikan lebih lanjut akan menentukan apakah manfaat makanan dapat berlanjut selama beberapa bulan atau tidak.

Penting:   Prader-Willi Syndrome, Kelainan yang Membuat Seseorang Terobsesi Makanan
author

Leave a reply "Diet Meniru Puasa Turunkan Risiko Penyakit Mayor"