Hasil Penelitian yang mengungkap Manfaat Terapi Lintah

No comment 2277 views

Lintah memang dianggap menyeramkan bagi sebagian besar orang. Namun, hewan penghisap darah ini ternyata membawa manfaat besar bagi kesehatan. Tak sekedar rumor, manfaat sedot lintah bahkan telah diteliti oleh beberapa kalangan ilmuwan seluruh dunia.

penelitian manfaat terapi lintah - foto.tempo.co

penelitian manfaat terapi lintah - foto.tempo.co

Lintah adalah hewan dari kelompok filum Annelida subkelas Hirudinea. Di eropa, hewan ini telah lama dimanfaatkan untuk plebotomi (pengeluaran darah) secara alami, terutama untuk jenis Hirudo medicinalis. Untuk diketahui, setiap lintah hanya dapat menyedot darah sebanyak 5-15 ml saja.

Orang-orang di masa lalu sebenarnya telah menyadari manfaat yang datang dari air liur lintah, seperti za-zat antikoagulan (anti pembekuan darah), serta zat anti radang, antibiotik, dan anestesi alami. Di abad ke-18, lintah banyak digunakan untuk kepentingan . Pada pertengahan 1800-an, permintaan akan Lintah melonjak tajam. Jerman bahkan harus menyediakan 30 juta lintah per tahun untuk kebutuhan . Sayangnya, peranan lintah perlahan dilupakan seiring dengan perkembangan dunia kedokteran konvensional di abad ke-19.

Penting:   Peregangan Untuk Meredakan Nyeri Arthritis

Di awal dekade 1990-an, lintah kembali naik daun setelah dirilis sebuah riset yang menyatakan bahwa terapi lintah dapat menyembuhkan tanpa bantuan pembedahan dan kemoterapi. Diawali dengan aksi yang dilakukan oleh Dr Roy Sawyer, seorang berkebangsaan Amerika. Dr Sawyer mencatat manfaat potensial terapi lintah dan mendirikan peternakan lintah berskala besar pertama di dunia, Bio Pharm, di Wales, Inggris, pada tahun 1984.

Aksi Dr Sawyer ini memancing munculnya berbagai penelitian mengenai manfaat lintah untuk kesehatan. Salah satunya adalah riset di Eropa yang berhasil membuktikan bahwa terapi lintah jika dikombinasikan dengan pengobatan medis maupun herbal, dapat meningkatkan efektifitas kerja obat. Hal ini tak lain karena air liur lintah mampu menstabilkan kadar hormon serotonin, sehingga memperlancar peredaran darah  dan memaksimalkan serapan oksigen pada seluruh jaringan tubuh.

Penting:   Waspada, Bahaya Radiasi Sinar Ultraviolet selalu mengintai Anda!
memuat...

Studi selanjutnya tentang lintah yang dipublikasikan datang dari Jerman. Penelitian ini dipimpin oleh Dr Gustav Dobos dari klinik Essen-Mitte, Jerman. Dr Gustav beserta tim ingin membuktikan manfaat terapi lintah untuk memperbaiki masalah sendi. Untuk itu, Ia mengumpulkan 10 pasien penderita osteoarthritis (OA) yang rata-rata berusia 68 tahun. Kesepuluh pasien tersebut kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mendapat terapi pengobatan medis yang ditambah terapi lintah. Sedangkan kelompok kedua hanya mendapat pengobatan secara medis saja (konvensional).

Setiap hari, para dokter meletakkan 4 ekor lintah di daerah lutut pasien kelompok pertama yang mengalami peradangan selama 1 jam 20 menit. Intensitas yang dirasakan oleh pasien diukur pada saat sebelum menjalani terapi, 3 hari setelah terapi dilakukan, dan setelah 28 hari terapi. Hasilnya, para pasien mengaku rasa sakit mereka berkurang setelah menjalani terapi sedot lintah tersebut. Hebatnya lagi, tak ada efek samping sedikitpun yang ditimbulkannya.

Penting:   Tips Simpel Tetap Sehat untuk Wanita 60 Tahun ke Atas

Sedangkan pasien di kelompok kedua yang hanya mendapat perawatan medis konvensional mengaku tidak merasakan perbedaan. Mereka masih merasakan sakit dengan intensitas yang sama setelah 28 hari berlalu dengan pengobatan medis saja.

“Kami nyatakan bahwa hasil dari penelitian ini sangat luar biasa. Perawatan dengan lintah menghilangkan rasa sakit secara signifikan setelah 3 hari dan meningkat 4 minggu kemudian”, Tulis Dr Gustav Dobos dalam jurnal Annals of the Rheumatic Diseases.

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Hasil Penelitian yang mengungkap Manfaat Terapi Lintah"