Ini Kesalahan Terbesar Saat Intermittent Fasting

No comment 877 views

Intermittent Fasting, mungkin sebagian dari Anda sedikit asing dengan istilah ini. Intermittent Fasting (atau lebih ringkas disebut IF saja) merupakan dengan puasa berselang yang berasal dari Guru Wing Chun di Hong Kong. Namun, berbeda dengan puasa pada umumnya, IF memiliki fase-fase yang menunjukkan lamanya waktu untuk berpuasa dan diperbolehkan untuk makan (jendela waktu).

intermittent fasting - authoritynutrition.com

intermittent fasting - authoritynutrition.com

Jendela waktu dalam IF ini antara lain makan 8 jam dan puasa 16 jam, makan 6 jam dan puasa 18 jam, makan 4 jam dan puasa 20 jam, serta puasa 24 jam (yang dianjurkan selama 2 minggu sekali). IF tidak membatasi jenis dan minuman yang boleh dikonsumsi. Jadi, Anda bebas mengonsumsi dan minuman apa saja asal sesuai dengan jam yang telah ditentukan.

Penting:   Komposisi Terbaik pada Krim Mata

Berdasarkan ketentuan tersebut, diet IF bisa dikategorikan sebagai sala satu diet yang ekstrem. Namun, hasil yang dihasilkan diet ini memang tidak main-main. Tidak tanggung-tanggung, bahkan dalam waktu satu hingga dua minggu, berat badan bisa turun hingga 4 kg. Namun, ada kesalahan fatal yang dilakukan saat melakukan diet ini, yaitu makan.

Menurut penulis “Bulletproof Health and Fitness”, Michal Stawicki, membutuhkan waktu istirahat sebanyak otak atau otot. “Anda tidak bisa memecahkan masalah yang kompleks selama 20 jam sehari. Anda juga tidak dapat mengangkat beban 20 jam sehari. Jadi, Anda tidak dapat mencerna makanan 20 jam sehari. Jika Anda makan steak saat makan malam, itu bisa memakan waktu selama 8 jam untuk mencernanya,” katanya.

Penting:   Tentang Disfungsi Temporomandibular Joint (TMJ), Sendi pada Rahang
memuat...

Dalam kehidupan normal, kita makan setidaknya tiga kali dalam sehari. Sarapan biasanya relatif lebih awal, sebelum bekerja atau sekolah, disusul makan siang. Kemudian, makan malam dilakukan di akhir sore atau awal malam. Jadi, manusia tidak memberikan waktu sama sekali pada pencernaan untuk beristirahat dan meremajakan .

“Karena itu, berikan tubuh Anda waktu untuk beristirahat agar bisa membakar setiap potongan makanan yang masuk,” saran Stawicki. “Biarkan dia istirahat beberapa jam.”

Selain itu, ditambahkan Stawicki, pada pagi hari, biarkan tubuh tidak terisi hingga pukul 09.00 atau 10.00. Setelah itu, cukup konsumsi sayuran dan buah untuk sarapan. Pasalnya, kedua makanan ini lebih cepat dicerna dibandingkan atau daging. Jika membutuhkan energi selama jam , konsumsi sumber kalori secukupnya.

Penting:   Penyakit Sindrom Guillain Barre (GBS) : Definisi, Gejala, Jenis, Penyebab, dan Faktor Risiko

“Saya juga percaya bahwa empat belas jam adalah periode minimal untuk memberikan perut waktu istirahat,” sambungnya. “Namun, jika Anda mengonsumsi sesuatu antara makan malam dan sarapan, Anda secara otomatis mempersingkat waktu istirahat ini. Jadi, ketika akan istirahat malam, cukup konsumsi minuman yang mengandung kalori, misalnya segelas atau susu dengan .”

Kata Kunci Pencarian: hasil intermittent fasting,intermittent fasting cara,makan buah intermittent fasting,makanan intermittent fasting

author

Leave a reply "Ini Kesalahan Terbesar Saat Intermittent Fasting"