Jantung Berhenti Berdetak? CPR Saja Tidak Cukup

No comment 278 views

Anda pernah mengalami serangan atau pernah melihat seseorang terkena serangan tersebut? Pastinya, hal tersebut dapat menimbulkan kepanikan karena serangan juga sering membuat seseorang meninggal dunia, entah itu di tempat atau juga ketika telah mendapat perawatan medis.

Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) - www.dailymail.co.uk

Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) - www.dailymail.co.uk

Jika jantung Anda berhenti berdetak dan pernapasan Anda juga berhenti, langkah pertama dalam perawatan darurat yang biasa dilakukan adalah cardiopulmonary resuscitation (CPR), sebuah kombinasi kompresi dada, napas buatan, dan defibrilasi untuk shock jantung agar kembali ke ritme stabil. Namun, bagaimana jika CPR saja tidak cukup?

Terkadang, jantung Anda tidak dapat ditangani dengan hanya menggunakan CPR dasar, tetapi membutuhkan lebih dari itu untuk sekadar “restart” dan terus bekerja. Saat itulah akan beralih ke peralatan yang lebih canggih untuk mendukung kehidupan jantung. Paru-paru Anda mungkin juga tidak akan memiliki kekuatan untuk memberikan yang Anda butuhkan, sehingga Anda akan diintubasi, yaitu tabung dimasukkan melalui hidung, mulut, atau tenggorokan ke dalam trakea.

Tabung itu nantinya akan melekat pada mesin pernapasan, yang disebut ventilator atau respirator, yang mendorong udara ke dalam dan keluar dari paru-paru. Sementara, intravena diperlukan untuk menaikkan atau menurunkan tekanan , mengontrol detak jantung, atau membuat ginjal agar bekerja lebih baik.

memuat...

Jika Anda berada di , staf medis akan mengambil darah untuk memeriksa seberapa baik paru-paru, ginjal, dan jantung bekerja, mencari tahu apakah Anda memiliki , dan memastikan mineral darah Anda benar-benar seimbang. Kateter akan ditempatkan di kandung kemih Anda untuk mengalirkan urine. Jika ginjal tidak bekerja dengan benar, dialisis akan ditawarkan, termasuk imaging scan, tes lainnya, dan, jika perlu, operasi. Di Amerika Serikat, ini adalah perawatan intensif standar.

Tindakan ini memang bisa dikatakan “cukup luas”, namun sering ada perbedaan keputusan di antara pemikiran orang-orang yang bergelut dalam medis dan mereka yang tidak. Jadi, jika Anda ingin sesuatu tidak dilakukan, Anda harus menyatakannya secara terbuka atau eksplisit. Lalu, bagaimana jika Anda bersedia melakukan CPR tetapi menolak menempatkan diri pada ventilator?

Jika jantung Anda mulai berhenti berdetak dan Anda berhenti bernapas, dokter mungkin akan melakukan dorongan di dada Anda dan mengejutkan jantung Anda dengan alat kejut. Biasanya, jika jantung berhenti berdetak, paru-paru juga akan berhenti bernapas, sehingga Anda memerlukan ventilator. Untuk memutuskan bahwa Anda hanya memerlukan bagian dari intervensi perawatan darurat, jarang yang masuk akal.

Lalu, bagaimana seseorang harus membicarakan mengenai hal ini dengan dokter mereka? Langkah pertama adalah untuk memulai percakapan. Anda bisa mulai dengan berbicara dengan dokter Anda. Tanyakan kepada dokter Anda, apa yang akan terjadi pada saya jika jantung saya berhenti? Mengingat situasi medis saya, apakah ada kemungkinan saya untuk bertahan hidup? Jika saya bertahan, bagaimana kualitas hidup saya nantinya?

Kata Kunci Pencarian: jantung berhenti

Penting:   Hal-Hal Penting yang Perlu Diketahui Tentang Virus Zika
author

Leave a reply "Jantung Berhenti Berdetak? CPR Saja Tidak Cukup"