Kapan Anak Butuh Operasi Tonsilektomi?

No comment 138 views

Tonsillectomies, atau tonsilektomi , adalah salah operasi yang paling umum dilakukan pada anak-anak, meski keputusan untuk melakukan hal ini tidak boleh dianggap enteng. Pada tahun 1965, ada sekitar juta tonsilektomi (dengan atau tanpa adenoidectomy, pembedahan yang sering dilakukan pada waktu yang sama) dilakukan pada anak-anak yang lebih muda dari 15 tahun. Pada tahun 2006, jumlah itu telah berkurang setengahnya, dan pada tahun 2010, jumlahnya telah turun hampir separuh.

Operasi Tonsilektomi - health.liputan6.com

Operasi Tonsilektomi - health.liputan6.com

Mengapa jumlahnya terus menurun? Pasalnya, komplikasi sering terjadi pada anak-anak yang melakukan tonsilektomi. Yang paling umum adalah kesulitan bernapas, yang dapat memengaruhi satu dari 10 anak. Perdarahan memengaruhi satu dari 20 anak, dan dapat terjadi beberapa hari setelah operasi, setelah seorang anak pulang ke rumah. Meskipun komplikasi dapat diobati dan kematian sangat jarang, ini jelas merupakan operasi yang seharusnya hanya dilakukan ketika benar-benar diperlukan.

Sebenarnya, ada dua alasan utama untuk melakukan tonsilektomi, tetapi tidak ada yang hitam dan putih. Setiap pasien dan setiap situasi berbeda. Penting untuk memahami daerah abu-abu (ada banyak hal) untuk keputusan terbaik. Berikut dua alasan utama mengapa anak perlu melakukan operasi ini.

Obstruksi

Amandel (dan kelenjar gondok) bisa tumbuh cukup besar untuk menghalangi jalan napas, sehingga sulit untuk bernapas. Hal ini terutama terlihat ketika seseorang berbaring, seperti saat , saat gravitasi membawa amandel ke jalan napas. Hal ini menyebabkan kondisi yang disebut obstructive sleep apnea (OSA), yang bisa serius dan menyebabkan masalah dan perilaku pada anak-anak.

memuat...

Mendengkur saat tidur tidak cukup untuk mendiagnosis OSA. Apnea berarti orang tersebut benar-benar berhenti bernapas, jadi yang seharusnya orang tua dengarkan tidak hanya mendengkur, tetapi berhenti bernapas. Suara itu bisa terdengar seperti suara tersedak yang diikuti dengan diam. Orang tua yang anaknya menderita ini sering mendapati diri mereka bangun pada malam hari untuk menyesuaikan posisi anak mereka di tempat tidur.

Kadang-kadang ceritanya begitu jelas dan amandel begitu besar, sehingga keputusan untuk melakukan operasi sangatlah mudah, dan operasi sangat membantu. Tetapi, seringkali tidak begitu jelas, terutama bila amandel (atau kelenjar gondok) tidak begitu besar. Ketika tidak jelas, sangat sering dokter akan melakukan studi, yang disebut polysomnogram (PSG). Selama penelitian ini, anak dipantau saat tidur untuk mendapatkan perasaan yang lebih baik mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Ada lain untuk mengelola OSA selain operasi, termasuk mesin tekanan udara positif (CPAP) dan perangkat, , dan posisi lainnya. Bila tidak jelas dibutuhkan tonsilektomi, bila orang tua memilih untuk tidak melakukannya, atau ada alasan lain untuk tidak melakukannya (seperti masalah pendarahan yang diketahui atau masalah lainnya yang membuat operasi berisiko), tindakan lain ini dapat dicoba.

Infeksi Berulang

Anak-anak yang sangat terpengaruh oleh infeksi tenggorokan berulang (lebih dari tujuh kali satu tahun, lima masing-masing dua tahun, atau tiga di masing-masing tiga tahun) dapat dibantu oleh tonsilektomi. Namun, sakit tenggorokan saja tidak masuk hitungan. Untuk memenuhi kriteria, perlu adanya demam, pembesaran kelenjar getah bening, nanah pada amandel, atau kultur strep positif, dan semua detail dikonfirmasi dan didokumentasikan.

Jadi, jika Anda berpikir bahwa anak Anda mungkin memerlukan operasi, atau jika dokter Anda menyarankannya, bicarakan secara saksama dengan dokter Anda. Ajukan banyak pertanyaan. Luangkan waktu untuk memahami risiko dan manfaatnya. Memang betul bahwa bagi beberapa anak, tonsilektomi membuat perbedaan besar. Tetapi, bagi banyak orang lain, hanya memberi manfaat beberapa saat.

Penting:   Sasaran Ilmu Kesehatan Masyarakat
author

Leave a reply "Kapan Anak Butuh Operasi Tonsilektomi?"