Kebiasaan Mengisap Jempol dan Menggigit Kuku Efektif Tangkal Alergi?

Anda memiliki anak yang masih berusia kecil atau balita? Jika iya, mungkin Anda pernah memergoki anak Anda sedang mengisap jari atau jempol, atau menggigit kuku mereka. Mungkin Anda juga pernah melihat anak kecil lainnya yang melakukan kebiasaan-kebiasaan ini.

Kebiasaan Mengisap Jempol - www.merries.co.id

Kebiasaan Mengisap Jempol - www.merries.co.id

Mengisap jempol atau menggigit kuku memang merupakan kebiasaan yang lazim dilakukan anak dalam balita. Mengenai kebiasaan ini, sejumlah orang tua telah mengeluarkan kekhawatiran mereka tentang efek yang ditimbulkan kebiasaan tersebut, seperti kerusakan , , atau dari anak-anak lainnya.

Menurut sebuah yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics, jurnal resmi milik American Academy of Pediatrics, sebenarnya ada ketika seseorang mengisap jari di mulut mereka. Dunedin Multidisciplinary Health and Development Study melakukan studi di Selandia Baru yang melibatkan sekitar 1.000 orang yang lahir pada tahun 1972-1973 hingga ulang tahun mereka yang ke-38. Para peneliti bertanya kepada orang tua mereka apakah sang anak pernah mengisap jempol atau menggigit kuku pada usia 5, 7, 9, dan 11 tahun.

Penting:   Risiko Keamanan Obat Penghilang Rasa Sakit (Painkiller)
memuat...

Ketika mereka diuji berkaitan dengan 13 macam alergi umum, seperti debu, rumput, kucing, anjing, dan cetakan, 38 persen dari populasi yang memiliki kebiasaan mengisap jempol ditemukan positif alergi. Sementara, 49 persen dari populasi yang tidak melakukan kebiasaan mengisap jempol atau menggigit kuku di saat kecil mengalami alergi.

Hasil penelitian tersebut seakan membuktikan sebuah hipotesis kebersihan, bahwa ketika anak-anak terkena kuman di usia dini, sistem kekebalan tubuh mereka akan dilatih untuk menyerang kuman, seperti yang dapat dilihat pada alergi, asma, dan eksim. Meski hipotesis ini tidak menjelaskan segala sesuatu yang dapat dibuktikan berhubungan alergi atau contoh lainnya, tetapi kebiasaan mengisap jempol mungkin memainkan peran.

Penting:   Pantangan untuk Penderita Maag atau Gastritis

Memang, ada efek negatif yang ditimbulkan dari kebiasaan mengisap jempol, salah satunya menyebabkan masalah pada pertumbuhan gigi sekunder. Tetapi, kebiasaan ini cenderung akan berhenti ketika anak-anak menginjak usia dasar atau bahkan sebelumnya. American Dental Association sendiri merekomendasikan orang tua untuk mendorong anak mereka agar berhenti mengisap jempol pada usia 4 tahun.

Sementara, untuk kebiasaan menggigit kuku, umumnya tidak memiliki efek buruk kepada anak. Jika anak Anda mendapatkan pendarahan ketika menggigit kuku, Anda bisa langsung membawa mereka ke dokter. Selebihnya, sebagian besar anak-anak yang punya kebiasaan menggigit kuku akan memiliki kuku yang pendek.

Kata Kunci Pencarian: dokter gigi perempuan

author

Leave a reply "Kebiasaan Mengisap Jempol dan Menggigit Kuku Efektif Tangkal Alergi?"