Kebiasaan Minum Alkohol dan Infeksi Virus Penyebab Utama Hepatitis dan Kanker Hati

Bahaya hepatitis mulai A hingga G cukup menakutkan. Sebab, penularannya cepat. Para penderita hepatitis berisiko mengalami hati kronis yang sering disebut sirosis. Hati akan kehilangan fungsinya karena ada sel-sel hati yang rusak dan mati.

Berbicara tentang hepatitis tentu juga harus menyentuh sirosis dan hati. Sebab, penyakit hati tersebut bertahap. Orang yang memiliki hepatitis berisiko mengalami sirosis. Yang lebih membahayakan, sirosis bisa berkembang menjadi hati (hepatocellular carcinoma).

Dokter Sugiato Widjaja SpPD Finasim, spesialis penyakit dalam RS Adi Husada, Undaan Wetan Surabaya, menegaskan bahwa risiko sirosis bervariasi. “Tergantung peenyebabnya,” ujarnya. Risiko terbesar adalah yang disebabkan infeksi hepatitis C dan B, diikuti sirosis yang mengakibatkan . Menurut alumnus FK Unair pada 1971 tersebut, ada banyak penyebab sirosis. “Belum diketahui penyebabnya secara pasti, tapi sudah sering diteliti,” imbuhnya.

Pathogenesis alcoholic liver injury by Drriad - Own work

Pathogenesis alcoholic liver injury
by Drriad - Own work

Penyebab paling umum adalah kebiasaan minum alkohol dan infeksi hepatitis C. Sel-sel hati berfungsi untuk mengurai alkohol. Terlalu banyak alkohol dapat merusak sel-sel hati. Infeksi kronis hepatitis C mengakibatkan peradangan jangka panjang dalam hati yang dapat memunculkan sirosis. “Satu di antara lima penderita hepatitis C kronis mengembangkan sirosis.

Tetapi, biasanya, itu terjadi setelah 20 tahun atau lebih dari infeksi awal,” ungkap Widjaja. Penyebab umum sirosis lainnya adalah infeksi kronis virus hepatitis B. Ada juga hepatitis autoimun. Sistem kekebalan tubuh yang biasanya membuat antibodi malah berbalik menyerang bakteri, virus, dan kuman lainnya. Menurut Widjaja, pada hepatitis autoimun, sistem kekebalan tubuh membuat antibodi terhadap sel-sel hati yang dapat mengakibatkan kerusakan dan sirosis.

Penting:   Penyebab Sakit Tipes a.k.a Tifus

Penyakit lainnya adalah penyumbatan saluran empedu. Tekanan darah akan terhambat. Kondisi tersebut merusak sel-sel hati. Contohnya, sirosis bilier primer, primary sclerosing, dan masalah bawaan pada saluran empedu. Penyebab sirosis lainnya adalah kondisi lemak yang menumpuk di hati sehingga menciptakan jaringan parut dan sirosis.

Sirosis juga disebabkan kelebihan (obesitas), reaksi parah terhadap obat tertentu, racun dan polusi lingkungan, infeksi tertentu yang disebabkan bakteri dan parasit, gagal parah yang dapat mengakibatkan tekanan balik darah, serta kemacetan di hati. Beberapa penyakit lainnya yang memicu sirosis adalah hemokromatosis (kondisi yang menyebabkan timbunan abnormal zat besi di hati dan bagian lain tubuh) dan penyakit Wilson (kondisi yang membuat penumpukan abnormal zat tembaga di hati dan bagian lain tubuh).

Menurut Widjaja, sirosis pada tahap awal tidak menampakkan gejala apa pun. Pasien sirosis ringan dan moderat mungkin menderita untuk waktu yang lama tanpa menyadari penyakitnya.

Penting:   Khasiat Daun Sirsak sebagai Obat Pencegah Stroke
memuat...

Pada tahap tersebut, tes fungsi hati dapat mendeteksi perubahan yang mengarah pada disfungsi hati. Di antaranya adalah kegagalan membuat cukup protein, seperti albumin yang membantu mengatur komposisi cairan dalam aliran darah dan tubuh.

Disfungsi hati lainnya adalah kegagalan membuat bahan kimia yang cukup diperlukan untuk pembekuan darah serta kekurangmampuan mengolah limbah kimia dalam tubuh, seperti bilirubin sehingga menumpuk di dalam tubuh. Disfungsi juga membuat hati kurang mampu memproses obat, racun, dan bahan kimia lainnya yang kemudian bisa menumpuk dalam tubuh.

Kondisi perut penderita sirosis hati memperlihatkan massive ascites dan caput medusae photo by James Heilman, MD

Kondisi perut penderita sirosis hati memperlihatkan massive ascites dan caput medusae
photo by James Heilman, MD

Nah, pada tahap akhir, sirosis hati berkaitan dengan banyak gejala. Sebagian besar gejalanya adalah akibat dari jaringan hati fungsional yang tersisa terlalu sedikit untuk melakukan tugas-tugas hati. Gejala yang dapat timbul pada beberapa fase adalah kelelahan, kelemahan, cairan yang bocor dari aliran darah dan menumpuk di kaki (edema) dan perut (ascites), kehilangan nafsu makan, mual dan ingin muntah, serta kecenderungan lebih mudah berdarah dan memar. Ada pula ciri lainnya. Yakni, penyakit karena penumpukan bilirubin. Lalu, muncul gatal-gatal karena penumpukan racun.

Penting:   Jerawat Batu

Widjaja menerangkan, gangguan mental dapat terjadi dalam kasus berat karena pengaruh racun dalam aliran darah memengaruhi otak. Hal itu dapat mengakibatkan perubahan kepribadian dan perilaku, kebingungan, pelupa, dan sulit berkonsentrasi.

Jaringan parut juga membatasi aliran darah melalui vena portal sehingga terjadi tekanan balik (dikenal sebagai hipertensi portal). Vena portal adalah vena yang membawa darah yang berisi nutrisi dari usus dan limpa ke hati. Normalnya, darah dari usus dan limpa dipompa ke hati melalui vena portal. Namun, sirosis menghalangi aliran normal darah melalui hati sehingga darah terpaksa mencari pembuluh baru di sekitar hati.

Pembuluh-pembuluh darah baru yang disebut varises ini terutama muncul di tenggorokan (esofagus) dan lambung sehingga usus mudah berdarah. Jika perdarahan usus terjadi, penderita mungkin atau mengeluarkan darah melalui . Kondisi itu adalah kedaruratan medis yang harus segera ditangani.

Diagnosis Widjaja menuturkan bahwa pada umumnya dokter yang mencurigai pasien yang terkena terkena sirosis yakni akan melakukan fisik untuk mengetahui adanya pembesaran hati dan penumpukan cairan. Secara fisik, biasanya itu dapat dilihat dari wajah yang pucat, kurus, perut kodok, dan hepatomegali.

Narasumber: dr Sugiato Widjaja SpPD Finasim
Spesialis Penyakit Dalam RS Adi Husada, Surabaya

sumber: Radar Surabaya 08/09/2014

author

Leave a reply "Kebiasaan Minum Alkohol dan Infeksi Virus Penyebab Utama Hepatitis dan Kanker Hati"