Ketan Hitam, Obat Sakit Gula Darah yang Tak Disangka-sangka

No comment 4747 views

darah adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kadar glukosa dalam darah. Glukosa dialirkan ke seluruh tubuh melalui sirkulasi darah untuk memenuhi kebutuhan energi pada sel-sel tubuh. Normalnya, kadar darah atau glukosa seseorang berada pada level 70-150 mg/dl. Level terendah berada di pagi hari sebelum makan, dan akan meningkat setelah makan.

ketan hitam - www.raja-makan.co.id

ketan hitam - www.raja-makan.co.id

Kadar glukosa dalam darah dimonitor terus oleh . Jika kadarnya menurun, akan melepaskan glukagon, sejenis hormon yang menargetkan sel-sel di lever (hati). Sel-sel ini akan mengubah glikogen (gula otot) yang telah ditimbun menjadi glukosa, dan dialirkan ke dalam darah untuk meningkatkan level glukosa. Setelah level glukosa meningkat, akan melepaskan hormon insulin yang mempengaruhi sel-sel hati untuk bekerja sebaliknya, yakni merubah glukosa menjadi glikogen untuk kemudian disimpan.

Penting:   Tips Makan Sehat untuk Tiroid yang Lebih Sehat

Pada tipe 1, insulin yang dihasilkan tidak mencukupi atau bahkan tidak dapat menghasilkan insulin sama sekali. Sedangkan pada diabetes tipe 2, meski berhasil memproduksi insulin dalam jumlah tepat, namun sel-sel tubuhnya tidak dapat merespon insulin (disebut resistensi insulin). Kedua jenis diabetes ini mengakibatkan kadar glukosa dalam darah menjadi terlalu banyak.

Penumpukan kadar gula darah atau glukosa disebut hiperglikemia. Peristiwa ini dapat menyebabkan munculnya gejala-gejala tidak mengenakkan seperti penurunan napsu makan, kelelahan, emosi yang tidak stabil, fungsi mental yang menurun, hingga kehilangan kesadaran. Dalam jangka panjang, hiperglikemia dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada organ tubuh, seperti mata, sistem persarafan, dan .

memuat...

Dalam dunia pengobatan tradisional, orang-orang terdahulu menggunakan berbagai alami untuk menurunkan kadar gula darah dengan cepat. Salah satunya, menggunakan ketan hitam (Oryza Glutinosa). Ketan hitam memiliki kadar antioksidan tinggi, serta memiliki sifat anti-inflamasi. Kedua sifat inilah yang digunakan untuk memperbaiki sel-sel hati yang resisten terhadap insulin pada penderita diabetes tipe II.

Penting:   Jadwal Makan untuk Diet Mayo, Turun 8 Kilo dalam 13 Hari

Selain untuk menstabilkan gula darah pada penderita diabetes, ketan hitam juga berfungsi untuk menyuburkan rambut dan mengatasi berbagai gangguan kesehatan seperti anemia, kerusakan sel hati, Alzheimer, memperlambat , serta membersihkan kolesterol berlebih dalam darah.

Untuk pengobatan diabetes, ketan hitam dikonsumsi bukan dengan dimakan, melainkan diseduh menggunakan air panas. Siapkan ketan hitam murni, sebuah gelas belimbing (gelas berkapasitas ± 220 ml), serta air yang telah dididihkan.

Langkah-langkahnya, pertama, ambil 2-3 sendok ketan hitam dan cuci hingga bersih. Seduh ketan hitam tersebut dengan air mendidih pada gelas yang sudah disiapkan, lalu tutup gelas dan diamkan hingga air seduhan menjadi dingin dan siap diminum. Kemudian saring, dan minum air seduhan ampas.

Penting:   Jenis-jenis Penyakit Tidak Menular

Lakukan pada pagi hari, dan ulangi pada siang dan malam hari. Pastikan Anda meminum air seduhan ketan hitam sebelum makan.

Untuk memastikan hasilnya, selalu cek kadar gula darah Anda setiap sebelum dan setelah mengkonsumsi air seduhan ketan hitam, serta sesudah makan.

Jika kadar gula mulai menunjukkan hasil normal, lanjutkan konsumsi seduhan ketan hitam dengan frekuensi 2 kali dalam seminggu untuk menjaga agar kadar gula darah tetap normal.

Kata Kunci Pencarian: efek samping ketan hitam,ketan hitam untuk diabetes,efek samping minum air ketan hitam,Manfaat ketan hitam untuk pengibatan,efek samping ketan item,efek negatif minum rebusan air ketan hitam,Cara mengjkonsumsi beras ketam hitam untuk berbagai oenyakit,air ketan hitam untuk diabetes

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Ketan Hitam, Obat Sakit Gula Darah yang Tak Disangka-sangka"