Lagi, Heboh Penemuan Virus Purba Raksasa dari Lelehan Es Siberia

September 2015 lalu, Para peneliti dari CNRS L'Institut de Mikrobiologi de la Méditerranée di Perancis mengumumkan sebuah purba temuan mereka yang diambil dari sampel Lapisan Permafrost di Siberia. tersebut diberi nama Mollivirus Sibericum dan diperkirakan telah berusia sekitar 30.000 tahun.virus

M. Sibericum berukuran 0,6 mikron ini menjadi virus ‘raksasa’ ke-4 yang ditemukan sejak tahun 2003 lalu. Sebelumnya telah ada Mimivirus, Pandoravirus, dan Pithovirus Sibericum yang terlebih dulu ditemukan menginfeksi amoeba. M. sibericum sendiri memiliki lebih dari 500 gen, itulah yang membuatnya digolongkan pada virus raksasa, seperti halnya Pandoravirus yang memiliki 2.500 gen. Bandingkan saja dengan virus HIV yang hanya memiliki 9 gen di dalamnya. Dibandingkan dengan virus raksasa kuno lainnya, M. sibericum dianggap lebih mirip virus modern.

Penting:   Terapi Regimen Medis untuk Penyembuhan TBC

"Penemuan ini menunjukkan bahwa virus raksasa tidak begitu langka dan sangat beragam, " ujar pihak CNRS dalam siaran persnya (2/9).

Ketika ditanya tentang tentang potensi bahaya dari virus tersebut, rekan penulis studi Jean-Michel Claverie menyampaikan pada pewarta France-Presse bahwa virus tersebut kemungkinan dapat menular dan menjadi patogen bagi inangnya.

memuat...

"Beberapa partikel virus cukup menular, kehadirannya di dalam tubuh inang yang rentan berpotensi membentuk virus patogen," kata Claverie.

Claverie dan rekan-rekannya khawatir bahwa virus-virus semacam ini, yang semula tertidur nyenyak di dalam bekuan lapisan bumi, nantinya bisa menyebar seiring dengan pencairan es di kutub ataupun aktivitas manusia seperti pengeboran minyak, misalnya.

Penting:   Membedakan Depresi dan Perubahan Suasana Hati Remaja

"Kita tidak bisa mengesampingkan (dengan berpikir) bahwa virus tersebut berada jauh dari jangkauan  manusia Siberia kuno (atau hewan), populasi (virus) dapat muncul kembali ketika lapisan permafrost Arktik mencair dan / atau terganggu oleh kegiatan industri," tulisnya dalam Paper tersebut.

Hasil penemuan ini sekaligus memberi peringatan pada manusia untuk tidak menganggap enteng tentang isu perubahan iklim yang tengah gencar diserukan. Pihak manusia benar-benar akan dirugikan jika di suatu hari kekhawatiran Claverie dkk tersebut terjadi. Pihak ilmuwan terus melakukan pencarian terkait virus-virus baru untuk memajukan studi ilmiah dengan harapan tak tersandung oleh sesuatu yang berpotensi .

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Lagi, Heboh Penemuan Virus Purba Raksasa dari Lelehan Es Siberia"