Menggunakan Krim Bleaching Badan berlebihan, Resiko Kanker kulit mengintai

Memiliki kulit yang putih, bersih dan terawat tentu menjadi dambaan sebagian besar kaum hawa, terutama Indonesia. Berbagai carapun rela ditempuh untuk mendapatkan kulit yang putih dan bersih, salah satunya dengan menggunakan bleaching yang diklaim cukup mujarab.

krim bleaching badan - health.kompas.com

krim bleaching badan - health.kompas.com

Sayangnya, cara ini dinilai kurang aman oleh sejumlah pakar kecantikan kulit. Salah seorang Branch Manager & Consultant Doctor dari Esther House of Beauty Jakarta, dr. Herlina Liwan mengatakan, Indonesia seharusnya tak perlu repot merubah kulit mereka karena kulit yang gelap justru tidak rentan terkena kanker kulit. Sebaliknya, semakin cerah kulit makin besar pula kemungkinan terjangkit kanker kulit.

Penting:   3 Langkah Mudah Meringankan Eksim yang Memburuk pada Anak

Dr. Herlina menambahkan, warna kulit setiap orang dipengaruhi oleh melanin, yakni pigmen berwarna gelap yang diproduksi dalam sel melanosit. Perbedaan warna kulit pada setiap orang disebabkan oleh perbedaan kadar dan kemampuan produksi melanosit.

“Semakin gelap warna kulit seseorang semakin banyak. Dan seperti yang tadi sudah saya bilang, kulit yang kaya akan melanin relatif lebih tahan terhadap proses penuaan dan kanker kulit,” ujarnya.

memuat...

Selain karena melanin, masih ada beberapa faktor yang menyebabkan kulit berwarna gelap diantaranya faktor genetis, hormonal, , kosmetik, -obatan, , hingga paparan sinar UV yang berasal dari cahaya matahari.

“Ultraviolet itulah yang menyebabkan warna kulit menjadi berubah. Dan itu karena UV merangsang terbentuknya pigmen melanin,” sebut dr. Herlina.

Penting:   Media Sosial Berefek Positif Pada Kesehatan Fisik?

Lebih lanjut, dr. Herlina mengatakan bahwa kini sudah banyak beredar -produk pemutih yang aman untuk digunakan. pemutih kulit yang biasa disebut skin bleaching atau skin whitening ini dipastikan tidak mengandung zat-zat berbahaya bagi kulit, seperti merkuri, hidrokuinon, atau kojic acid yang dapat mengakibatkan alergi bagi sebagian orang. Sebelum menggunakannya untuk keseluruhan , dr. Herlina menyarankan agar melakukan tes pada sebagian anggota untuk mengetahui tingkat sensitivitas kulit.

Seorang pakar kecantikan, Ayu Diah Anastasia, juga menjelaskan bahwa penggunaan krim bleaching sebaiknya tidak boleh terlalu sering karena bahan-bahan kimia di dalamnya yang masuk ke dalam pori-pori kulit dapat menyebabkan kanker. Untuk itu, bleaching kulit sebaiknya tidak dilakukan dalam kondisi kulit yang teriritasi.

Penting:   Depresi Pasca Melahirkan Ternyata Hal yang Sangat Wajar

Tata cara pengolesan krim bleaching turut dipaparkan oleh Ayu. Mula-mula krim bleaching dioles merata ke arah atas lalu tunggu hingga kering. Selanjutnya, oleskan lagi krim dari arah bawah ke atas dan diamkan selama 15-20 menit. Terakhir, bilas dengan air dingin. Tidak dianjurkan membilasnya dengan air hangat sebab akan membuat kulit terasa seperti terbakar.

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Menggunakan Krim Bleaching Badan berlebihan, Resiko Kanker kulit mengintai"