Mengunjungi Rumah Sakit Infeksi (Kusta) Kediri

No comment 3047 views

Mengidap bagi sebagian orang mungkin menjadi akhir dari sebuah harapan. , tidak dapat dimungkiri, sebagian masyarakat masih menganggap kusta adalah yang menjijikkan, kotor, dan tidak dapat disembuhkan. Konon, itu datang karena kutukan. Namun, di (RS) Kediri, semangat para kusta kembali dihidupkan, untuk menjalani hidup layaknya manusia pada umumnya.

***

SEJAK awal, Paidi tidak menyangka bahwa dirinya akan mengidap penyakit kusta. Bahkan, ia juga tidak ingat sejak kapan dia mengidap penyakit tersebut. Pria berusia 78 tahun itu hanya ingat bahwa di beberapa bagian tubuhnya muncul semacam luka sejak tahun 1987 lalu.

Awalnya, pria asal Pare, Kediri itu mengira bahwa dia mendertita penyakit biasa. Namun, setelah diperiksakan ke puskesmas dekat rumahnya, Paidi baru mengetahui bahwa penyakit itu adalah kusta. Setelah mengetahui bahwa dia mengidap penyakit itu, Paidi berusaha untuk mengobati penyakitnya itu. Tujuannya agar dia segera sembuh.

Namun, karena tingginya biaya dan keterbatasan keuangan yang dimilikinya, Paidi hanya mampu untuk berobat di poliklinik atau puskesmas pembantu di desanya. Sayangnya, bukannya makin membaik, penyakitnya justru makin parah.

Penting:   4 Tips untuk Fisik dan Mental yang Lebih Sehat

"Waktu itu, saya sempat putus asa. Sebab, bertahun-tahun saya hidup dengan kusta. Saya tidak memiliki biaya untuk membayar biaya berobat yang mahal. Sebab, saya hanya seorang buruh tani," tuturnya pasrah.

Namun, akhirnya jalan menuju sembuh ditemukan Paidi. Hal itu terjadi setelah Paidi diantarkan keluarganya untuk berobat di RS Infeksi Kediri beberapa bulan lalu. Di rumah sakit yang sebelumnya bernama RS Kusta Kediri itu, bapak empat orang anak tersebut mendapatkan yang maksimal dari para ahli.

Hasilnya, perlahan tapi pasti, penyakit Paidi mulai membaik. Paidi menuturkan, selain mendapatkan pengobatan secara medis, di tempat itu dia merasa nyaman. "Di sini kan banyak orang yang memiliki penyakit yang sama dengan saya. Jadi, saya merasa punya nasib yang sama dengan mereka. Tidak seperti saat saya berobat di puskesmas.

Orang banyak yang menjauh dari saya setelah tahu yang saya derita ," tuturnya. Di RS ini, Paidi juga bisa menyalurkan kegemarannya. Dia senang menabuh gamelan bersama teman-temannya. Sebab, di rumah sakit yang beroperasi sejak tahun 1958 itu, seperangkat gamelan disediakan.

Penting:   Kafein Kopi Bikin Kulit Sehat dan Bebas Bau Badan

"Kalau menganggur atau ada waktu luang, saya sama teman-teman bermain gamelan sekadar buat hiburan," urainya dengan wajah semringah. Pasien lainnya yang juga kembali menemukan semangat hidupnya di RS Infeksi Kediri adalah Zaini. Pria asal Tuban itu tidak dapat memejamkan matanya. Ini akibat penyakit kusta yang dideritanya. Seharihari, jika Zaini ingin memejamkan , dia harus mengenakan penutup khusus yang diberikan oleh pihak rumah sakit.

memuat...

Zaini mengungkapkan, meskipun belum sembuh total, kondisinya kini mulai membaik, jika dibandingkan saat dirinya belum dirawat di rumah sakit itu. "Waktu itu, mata saya sakit. Sekarang, jauh lebih baik dan tertolong. Saya dirawat dengan baik di rumah sakit ini," ucap pria berusia 44 tahun tersebut.

rs-infeksi-kediri-kustaKepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) RS Infeksi Kediri Nur Siti Maimunah mengatakan, kusta atau lepra merupakan penyakit yang menyerang kulit. Sehingga, kusta akan menimbulkan kerusakan pada kulit. Selain itu, kusta menyebabkan kerusakan saraf dari waktu ke waktu. "Penyebabnya adalah bakteri yang bernama Microbacterium Leprae," terangnya.

Penting:   Kopi dan Kafein Mungkin Baik untuk Ginjal Anda

Meskipun menyerang kulit, penyakit kusta, menurut Nur, bukanlah penyakit yang mudah menular. "Cara menularnya melalui interaksi aktif dan kebersihan yang tidak diperhatikan," ungkapnya.

Untuk menghindari penularan penyakit kusta, sebaiknya masyarakat tidak mengadakan kontak fisik dengan penderita kusta yang sedang tidak dalam masa pengobatan. "Selain itu, jika masyarakat mengetahui keluarga atau rekan mereka terkena kusta, sebaiknya mereka segera membawanya ke rumah sakit. Tujuannya agar mereka mendapatkan penanganan tepat dan cepat," paparnya.

Penyakit kusta bila tidak ditangani segera perkembangannya progresif. Kusta dapat menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf, anggota gerak, dan mata. Tidak seperti mitos yang beredar di masyarakat, kusta tidak menyebabkan pelepasan anggota tubuh yang begitu mudah, seperti pada penyakit tzaraath. (*/c2/iku)

Januar Adi Sagita
Wartawan Radar Surabaya

Kata Kunci Pencarian: RS Kusta ke,rumah sakit kediri

author

Leave a reply "Mengunjungi Rumah Sakit Infeksi (Kusta) Kediri"