Menuliskan Kecemasan Bikin Anda Lebih Fokus

No comment 59 views

Pada akhir era 1980-an, psikolog James Pennebaker mengembangkan bentuk penulisan yang disebut tulisan ekspresif. Bila Anda terlibat dalam tulisan ekspresif, Anda menulis tentang pemikiran dan perasaan terdalam Anda tanpa memedulikan konstruksi ejaan, tata bahasa, atau kalimat. Ekspresi diri yang bebas mengalir dan tidak fokus.

Kecemasan - www.merdeka.com

Kecemasan - www.merdeka.com

Meskipun tidak semua orang mendapat dari tulisan ekspresif, terbaru menunjukkan bahwa tulisan ekspresif membantu orang yang cemas tampil lebih baik dalam ujian, demikian dilansir dari situs milik Harvard School. Meski peneliti tidak yakin mengapa hal ini bisa terjadi, namun satu teori utama mengatakan bahwa menulis tentang kecemasan menguji “offloads” pemikiran yang mengkhawatirkan, sehingga membebaskan sumber daya mental untuk berkonsentrasi dalam ujian.

Meskipun teori ini sangat menarik, diperlukan lebih banyak data untuk membuktikannya. Itulah yang dilakukan oleh mahasiswa pascasarjana psikologi, Hans S. Schroder, dan rekan-rekannya untuk mengeksplorasi temuan ini. Studi mereka melibatkan orang-orang yang telah disibukkan oleh kekhawatiran untuk waktu yang lama. Tim mencari perubahan gelombang sebagai hasil tulisan ekspresif untuk melihat bagaimana tulisan itu membantu.

Kondisi Otak Orang yang Cemas

Otak Anda terus-menerus menciptakan sinyal listrik. Anda dapat melihat sinyal ini saat Anda meletakkan elektroda pada kepala dan menghubungkannya ke perangkat pemantauan yang disebut electroencephalogram (EEG), dan mereka terlihat seperti ombak. Setiap kali Anda mengalami rangsangan atau kejadian apa pun (misal suara yang menakutkan, pemikiran yang tidak biasa), gelombang otak ini berubah, dan Anda juga bisa melihat respons ini di EEG.

memuat...

Salah satu jenis gelombang otak yang penting adalah sinyal negatif (ke bawah) yang tajam yang terjadi saat Anda membuat kesalahan, bahkan jika Anda tidak menyadarinya. Dan, pada orang yang cemas, sinyal negatif ini jauh lebih besar. Sinyal yang lebih besar mencerminkan usaha kompensasi yang harus dilakukan orang cemas saat menyetel kekhawatiran yang mengganggu. Upaya ekstra ini menggunakan sumber daya berpikir yang seharusnya lebih baik digunakan untuk fokus pada kegiatan lain, misalnya menjawab pertanyaan tes.

Studi: Gelombang otak, Cemas, dan Menulis

Schroder dan rekan-rekannya melakukan percobaan terhadap 44 mahasiswi dari sebuah universitas. Mereka memilih karena penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa secara khusus menunjukkan sinyal negatif yang berlebihan saat mereka cemas. Selain itu, pada umumnya memiliki kekhawatiran lebih tinggi daripada .

Satu kelompok peserta diminta untuk terlibat dalam penulisan ekspresif tentang kekhawatiran mereka, sementara kelompok pembanding diminta untuk terlibat dalam penulisan yang tidak terkait dengan kecemasan mereka. Kemudian, mereka juga diberi tugas komputer yang dirancang untuk menghasilkan gelombang otak sinyal negatif.

Dibandingkan dengan menulis tentang hal-hal selain kecemasan, tulisan ekspresif tentang kekhawatiran ternyata mengurangi sinyal gelombang otak negatif pada orang-orang yang sangat cemas. Ini menyiratkan bahwa “membebani” kecemasan Anda ke dalam bentuk menulis bebas akan membebaskan sumber daya mental yang dapat Anda gunakan untuk menyelesaikan tugas dengan lebih mudah.

Berdasarkan penelitian ini, tulisan ekspresif tentang kecemasan Anda akan mengurangi kekhawatiran Anda, sehingga otak Anda kurang reaktif dan lebih fokus. Ini adalah kegiatan yang tidak fokus, tulisan yang mengalir bebas yang mendokumentasikan apa pun yang ada dalam pikiran tanpa memedulikan kesalahan teknis, yang akan membantu otak Anda menjadi lebih fokus, sehingga memungkinkan Anda menyelesaikan tugas dengan lebih baik.

Penting:   Studi: Program Diet Mirip Puasa Bisa Meringankan Diabetes
author

Leave a reply "Menuliskan Kecemasan Bikin Anda Lebih Fokus"