Minyak Kelapa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung?

No comment 271 views

Jika Anda searching di Google mengenai kelapa, Anda mungkin akan menemukan berbagai cerita yang cenderung menggembar-gemborkan manfaat yang berasal dari putih padat ini, yang mudah ditemukan di berbagai supermarket. Namun, bagaimana bisa sesuatu yang penuh dengan jenuh, biang keladi dalam meningkatkan risiko , baik untuk Anda?

Minyak Kelapa - www.akuinginsukses.com

Minyak Kelapa - www.akuinginsukses.com

“Memang benar jika minyak kelapa cenderung meningkatkan kolesterol HDL yang menguntungkan dibandingkan lemak lainnya, karena minyak tersebut kaya akan asam laurat,” kata asisten profesor di Departemen Nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, Dr. Qi Sun. “Namun, jika Anda ingin menurunkan risiko penyakit jantung, minyak kelapa bukan pilihan yang tepat.”

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak kelapa dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Artikel yang berjudul ‘Coconut Oil Consumption and Cardiovascular Risk Factors in Humans’, yang dimuat dalam Nutrition Reviews pada April 2016 lalu menunjukkan 21 studi, yang sebagian besar meneliti efek minyak atau kelapa pada tingkat kolesterol. Delapan studi adalah uji klinis, dengan relawan mengonsumsi berbagai jenis lemak, termasuk minyak kelapa, mentega, dan minyak nabati tak jenuh (seperti minyak zaitun, bunga matahari, safflower, dan minyak jagung) untuk jangka waktu yang singkat. Dibandingkan dengan minyak tak jenuh, minyak kelapa mengangkat total HDL, dan kadar kolesterol LDL, meskipun tidak sebanyak yang mentega lakukan.

Temuan ini cocok dengan hasil dari sebuah penelitian oleh Dr. Sun dan rekan pada tanggal 23 November, 2016, yang dimuat dalam The BMJ, yang meneliti hubungan antara berbagai jenis asam lemak jenuh dan penyakit jantung. Dibandingkan dengan lemak jenuh lainnya (seperti asam palmitat, yang berlimpah dalam mentega), asam laurat tampaknya tidak meningkatkan risiko jantung. Tetapi, hal itu mungkin disebabkan Amerika yang biasanya tidak mengonsumsi asam laurat dalam jumlah banyak, sehingga lebih sulit untuk mendeteksi efek apapun.

memuat...

Sementara, di bagian tropis, sebuah studi populasi asli di bagian India, Sri Lanka, Filipina, dan Polinesia, menemukan diet yang banyak mengonsumsi produk kelapa. Tetapi, diet tradisional mereka juga termasuk lebih banyak ikan, buah-buahan, dan sayuran dibandingkan diet khas Amerika, sehingga perbandingan ini tidak valid, demikian kata profesor di Harvard Medical School, Dr. Bruce Bistrian, yang juga merupakan kepala gizi klinis di Beth Israel Deaconess Medical Center.

Beberapa minyak kelapa yang tersedia di toko diberi label ‘perawan’, yang berarti bahwa itu dibuat dengan menekan cairan dari daging kelapa dan kemudian memisahkan minyak. Virgin coconut oil mengandung sejumlah kecil senyawa antioksidan yang dapat membantu ‘meminggirkan’ , berbahaya yang diduga memperburuk penyakit jantung. “Tetapi, untuk saat ini, bukti manfaat apapun terbatas pada studi kecil terhadap tikus,” kata Dr. Bistrian.

Sebaliknya, ada banyak data yang menunjukkan bahwa diet kaya lemak tak jenuh, terutama minyak zaitun, dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Bukti berasal tidak hanya dari banyak studi observasional, tetapi juga uji klinis dari Spanyol, yang menemukan bahwa orang dengan diet gaya Mediterania memiliki risiko lebih rendah untuk serangan jantung, stroke, dan kematian akibat penyakit jantung daripada orang yang mengikuti diet rendah lemak.

Tentu saja, tidak perlu untuk sepenuhnya menghindari minyak kelapa jika Anda suka rasanya. Beberapa tukang roti menggunakan minyak kelapa sebagai pengganti mentega, dan santan merupakan bahan utama dalam masakan Thailand dan beberapa kari di masakan India. Hanya, pastikan untuk mempertimbangkan memperlakukan ini sesekali, bukan untuk sehari-hari.

Penting:   Langkah Simpel Tingkatkan Metabolisme Tubuh
author

Leave a reply "Minyak Kelapa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung?"