Obat Maag Populer Tingkatkan Risiko Kematian?

No comment 643 views

Bagi Anda yang sering mengalami gangguan dan menggunakan maag populer untuk mengurangi rasa sakitnya, saat ini Anda harus lebih berhati-hati. Pasalnya, sebuah terbaru yang diterbitkan di di BMJ Open menunjukkan bahwa maag populer yang dikenal sebagai penghambat proton dapat meningkatkan kematian.

Minum Obat - www.merdeka.com

Obat - www.merdeka.com

Menurut Direktur Epidemiologi Klinis di VA St. Louis Healthcare System, Ziyad Al-Aly, MD, kemungkinan kematian meningkat seiring semakin lama orang mengonsumsi obat tersebut. Ini bukan pertama kalinya penggunaan obat, yang dikenal sebagai PPI ini, dikaitkan dengan bahaya kesehatan. Sebelumnya, sebuah studi telah mengaitkan obat tersebut dengan masalah ginjal, dementia, dan patah tulang.

Selama lebih dari lima tahun, Al-Aly dan timnya melacak orang-orang yang mengonsumsi PPI, seperti Nexium dan Prilosec. Dia lalu membandingkannya dengan orang-orang yang mengonsumsi obat lain yang menurunkan asam lambung yang dikenal sebagai H2 blocker (seperti Zantac atau Pepcid). Namun, penelitian tersebut tidak melihat penggunaan obat PPI yang bisa Anda beli di atas meja.

Para peneliti memeriksa catatan medis sekitar 275.000 orang yang menggunakan resep PPI dan hampir 74.000 orang yang menggunakan H2 blocker. Para peneliti melakukan tiga analisis, dengan membandingkan orang yang memakai PPI dengan mereka yang menggunakan H2 blocker, pengguna PPI vs non-pengguna PPI, dan pengguna PPI dengan mereka yang tidak menggunakan PPI atau H2 blocker.

Studi tersebut meliputi obat-obatan simetidin (Tagamet), famotidin (Pepcid), dan ranitidin (Zantac) untuk H2 blocker serta esomeprazol (Nexium), lansoprazole (Prevacid), omeprazole (Prilosec), pantoprazole (Protonix), dan rabeprazole (AcipHex) untuk PPO. “Ada kaitan yang konsisten antara penggunaan PPI dengan risiko kematian. Semakin lama pemakaian, semakin tinggi risikonya,” ujar Al-Aly.

“Dibandingkan dengan pengguna H2, orang-orang yang memakai PPI selama sekitar satu tahun memiliki risiko kematian 25 persen lebih tinggi,” jelas Al-Aly, yang juga asisten profesor kedokteran di Washington University School of Medicine di St. Louis. “Karena jutaan orang memakai PPI secara teratur, 25 persen kemungkinan bisa diterjemahkan menjadi ribuan kematian per tahun.”

memuat...

Meski demikian, penelitian ini hanya sebuah asosiasi, namun tidak membuktikan sebab dan akibat. Salah satu keterbatasan penelitian, kata periset, adalah mereka tidak memiliki informasi mengenai kematian. Para peneliti tidak bisa menjelaskan hubungan antara penggunaan obat-obatan dan kematian dini dengan pasti. Mereka berspekulasi bahwa obat tersebut dapat mempercepat penuaan dengan memperpendek telomere, bagian kromosom yang mengendalikan penuaan seluler. Atau, mereka mungkin mempromosikan tekanan berbahaya pada sel.

Para produsen sendiri mengatakan obat tersebut aman saat orang mengikuti petunjuk pada label. Sementara, menurut Al-Aly, PPI dan H2 menurunkan asam lambung, mereka melakukannya dengan yang berbeda. “Saya akan mengatakan itu adalah risiko kecil tetapi signifikan. Ini harus mendorong orang untuk melihat apakah mereka harus menggunakan PPI terlebih dahulu atau tidak,” sambungnya.

PPI adalah salah satu jenis obat yang paling banyak digunakan di Amerika Serikat, dengan 15 juta resep bulanan pada tahun 2015 untuk Nexium saja, menurut perusahaan riset IMS. Kegunaan PPI dan H2 blocker versi resep adalah mengobati kondisi serius seperti pendarahan saluran gastrointestinal bagian atas, penyakit refluks gastroesofagus (GERD), dan borok. Sementara, versi over-the-counter dosis rendah biasanya digunakan untuk mengobati mulas dan gangguan pencernaan.

Meskipun rejimen yang dianjurkan untuk kebanyakan PPI adalah singkat (2 sampai 8 minggu untuk borok, misalnya), tetapi banyak orang yang akhirnya menggunakan obat ini selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Bagi beberapa pasien, dapat menentukan penggunaan yang lebih lama, dan penelitian tersebut menemukan kemungkinan kematian meningkat pesat saat PPI dikonsumsi lebih dari satu tahun.

Meski ada temuan terbaru ini, namun ada beberapa pasien di luar sana yang dapat memperoleh manfaat dari konsumsi PPI, misalnya seseorang dengan ulkus berdarah. Tetapi, obat-obatan tidak boleh dikonsumsi tanpa alasan medis yang dan tidak boleh dikonsumsi dalam jangka panjang. “Untuk resep PPI, dokter harus memutuskan berapa lama pasien harus minum obat tersebut,” pungkas Al-Aly.

Penting:   Perawatan Ortodonti untuk Anak dan Balita
author

Leave a reply "Obat Maag Populer Tingkatkan Risiko Kematian?"