Orang Lanjut Usia Tidak Butuh Suplemen Kalsium dan Vitamin D?

Banyak orang yang telah berusia lanjut menyia-nyiakan waktu dan uang mereka dengan mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D untuk mencegah atau meminimalkan tulang rapuh. Padahal, menurut sebuah , hanya ada sedikit bukti yang mengatakan bahwa suplemen-suplemen tersebut mampu melindungi orang yang sudah tua dari risiko patah tulang pinggul dan patah tulang lainnya.

Suplemen Kalsium dan Vitamin - anekatop10.com

Suplemen Kalsium dan Vitamin - anekatop10.com

“Konsumsi rutin untuk suplemen ini tidak perlu dilakukan oleh orang tua yang tinggal di masyarakat,” kata pemimpin Dr. Jia-Guo Zhao, yang juga seorang ahli bedah ortopedi di Rumah Sakit Tianjin di China. “Saya pikir, sekarang saatnya mereka berhenti untuk mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D.”

Untuk analisis mereka, Zhao dan rekan-rekannya menyisir literatur untuk menemukan uji klinis yang sebelumnya menguji kegunaan suplemen kalsium dan vitamin D. Mereka menyelesaikan data dari 33 uji klinis yang berbeda, yang melibatkan lebih dari 51.000 peserta, yang semuanya berusia lebih dari 50 tahun dan tinggal secara mandiri.

Sebagian besar uji klinis dilakukan di , Inggris, Selandia Baru, dan Australia. Dosis suplemen bervariasi antara uji klinis, begitu juga frekuensi pengambilan sampel. Data gabungan tersebut menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara suplemen kalsium atau vitamin D dengan risiko patah tulang pinggul atau patah tulang lainnya, dibandingkan dengan orang-orang yang menerima plasebo atau tidak menerima pengobatan sama sekali.

memuat...

“Meski demikian, kalsium dan vitamin D masih penting untuk kesehatan tulang, namun hasil ini menunjukkan bahwa Anda harus mendapatkannya melalui dan Anda daripada dari suplemen,” sambung Zhao. “Produk susu, sayur, buah, dan kacang merupakan sumber makanan terpenting kalsium. Sementara, vitamin D disintesis di kulit sebagai respons terhadap radiasi ultraviolet-B di bawah sinar matahari, dan sumber makanan vitamin D terbatas.”

Namun, tidak semua ahli sepakat dengan kesimpulan ini. Ahli bedah ortopedi, Dr. Daniel Smith, mengatakan bahwa penelitian ini membuat ‘lompatan yang berani’ dengan alasan bahwa suplemen sama sekali tidak berguna. Menurutnya, gambaran besar, yang tampaknya hilang dalam penelitian ini, adalah bahwa biaya kesehatan pribadi dari patah tulang pinggul bisa menjadi bencana besar.

Sudah lama ada saran medis bahwa orang tua fokus untuk mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang mereka seiring bertambahnya usia. Sekitar 99 persen kalsium dalam tubuh manusia tersimpan di tulang dan gigi, dan tubuh tidak dapat menghasilkan mineral dengan sendirinya, menurut Institut Kesehatan AS. Terlalu sedikit kalsium bisa menyebabkan osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan vitamin D untuk menyerap kalsium.

Yayasan Osteoporosis Nasional AS merekomendasikan bahwa wanita berusia 50 tahun atau lebih muda dan pria berusia 70 tahun atau lebih muda harus mendapatkan 1.000 miligram (mg) kalsium per hari. Sementara, pria dan wanita yang lebih tua seharusnya mendapatkan 1.200 mg kalsium setiap hari. “Sementara studi ini membahas kekhawatiran tentang suplementasi kalsium dan vitamin D, gagal untuk mengatasi atau bahkan mempertimbangkan apakah pasien tersebut mendapatkan asupan kalsium dan vitamin D yang memadai dalam makanan atau paparan sinar matahari mereka, yang menghindarkan kebutuhan akan suplemen,” kata Smith.

Penting:   Info Terkini, Bahaya Radiasi Ponsel mengancam mereka yang hobi ber-selfie
author

Leave a reply "Orang Lanjut Usia Tidak Butuh Suplemen Kalsium dan Vitamin D?"