Pastikan Janin Normal, Langsung Berikan ASI Saat Bayi Lahir

Perjalanan 1.000 hari pertama kehidupan diawali dari janin di dalam kandungan hingga periode baru lahir. Tugas Bunda adalah memastikan kondisi janin normal selama dalam kandungan. Kemudian, memberikan (ASI) saat lahir.

UNTUK memastikan kualitas janin di dalam kandungan, Bunda harus melakukan pemeriksaan kehamilan atau ANC (ante natal care) dengan rutin. Namun, di Indonesia, masih banyak ibu yang belum melakukan pemeriksaan ANC dengan baik.

Hal tersebut terungkap dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 yang menyebutkan jumlah ibu hamil yang mendapat pemeriksaan ANC kali pertama pada trismester pertama mencapai 81,6 persen, dan yang dapat melanjutkan pemeriksaan ANC hingga trismester ketiga mencapai 70,4 persen. "Data itu menunjukkan bahwa frekuensi dan kualitas ANC ibu hamil di Indonesia perlu ditingkatkan," kata ahli neonatalogi Dr. Risa Etika, SpA(K).

Dari riset yang sama terungkap, hanya 47,5 persen bayi baru lahir yang pernah diperiksa sebelum mencapai usia satu bulan pertama. Sementara itu, angka keberhasilan ibu menyusui eksklusif sampai enam bulan pertama baru mencapai 30,2 persen. "Padahal, bayi harus mendapat perhatian lebih sejak dalam kandungan sampai mereka lahir ke dunia," paparnya.

Penting:   Terapi Pengobatan dan Pencegahan untuk Penderita Pneumonia

Perkembangan janin harus mendapat perhatian dari Bunda sejak dini. Tanpa pemeriksaan janin yang rutin, dikhawatirkan orang tua tidak mengetahui bila bayi mengalami gangguan kesehatan. Apalagi bayi yang baru lahir berisiko mengalami gangguan kesehatan dan masalah tumbuh kembang jangka panjang.

Karena itu, Bunda perlu menggali pengetahuan dengan berkonsultasi kepada ahli, membaca buku, atau mencari informasi dari sumber yang akurat. "Bunda harus mencari banyak informasi tentang banyak hal untuk menyiapkan kehadiran bayi di dunia. Misalnya, cara merawat bayi prematur, cara menyusui yang baik dan benar, serta kecukupan asupan ASI bagi bayi," ujar Dokter Risa.

Beberapa faktor penyebab bayi yang baru lahir berisiko mengalami gangguan kesehatan dan masalah tumbuh kembang jangka panjang adalah bayi yang lahir dari kehamilan berisiko tinggi, lahir dari persalinan risiko tinggi, atau prematur kurang dari 37 minggu.

Penting:   Pengertian Kesehatan Ibu dan Anak

Kondisi Si Kecil yang memiliki berat badan lahir kurang dari 2.500 gram, asfiksia (tidak langsung menangis saat lahir), ikterus (), perawatan NICU lama, dan tidak mendapat ASI pun bisa menjadi penyebab gangguan kesehatan.

Pemberian ASI sejak bayi lahir harus dilakukan mengingat ASI tidak saja penting untuk melengkapi kebutuhan , namun juga membantu tumbuh kembang bayi secara normal. Menurut Dokter Risa, ASI menjadi solusi atas beberapa gangguan tumbuh kembang anak. Direkomendasikan, asupan ASI diberikan sedikitnya delapan kali dalam sehari. "Bisa lebih, bergantung kebutuhan ASI masing-masing bayi," saran dia.

memuat...

Pemberian ASI yang cukup dapat dilihat dari beberapa hal. Dokter Risa memberikan indikator, kecukupan asupan ASI pada minggu-minggu awal tampak dari bayi yang puas setelah menyusu, terjadi kenaikan rata-rata berat badan 100–200 gram tiap minggu, buang air besar hingga 3–4 kali sehari, dan buang air kecil 6 kali atau lebih dalam sehari.

Penting:   Nyeri Pinggang saat Hamil Muda, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kepuasan bayi dalam menyusu juga dapat dilihat dari suara menelan saat menyusu. Bunda pun bisa merasakan ASI mengalir atau menetes saat menyusui. Tanda lainnya, payudara Bunda terasa penuh sebelum menyusui dan menjadi lebih lembek sesudahnya.

menyusui-breastfeedingMeski begitu, ada beberapa Bunda yang sering mengalami kesulitan menyusui. Misalnya, Bunda yang mengalami mastitis, payudara karena infeksi, yang membuat puting lecet dan ASI terbendung. "Obati lebih dahulu puting yang lecet. Pastikan bayi mengisap dengan benar," tuturnya.

Penanganan lain saat terjadi mastitis, Bunda diminta sering menyusui karena infeksi payudara tidak memengaruhi infeksi ASI. Dapat juga mengompres puting dengan air hangat selama beberapa menit sebelum menyusui.

Persoalan lain yang sering dihadapi Bunda saat menyusui, kuantitas ASI kurang karena cara mengisap tidak efektif atau bayi jarang disusui. Penanganannya, memperbaiki posisi menyusui dan menstimulasi lembut puting dan areola. "Bunda juga bisa memijat dengan lembut payudara sebelum dan saat menyusui. Hal itu dapat memperbanyak kuantitas ASI," jelasnya.
(nuq/c5/aan/jpnn)

author

Leave a reply "Pastikan Janin Normal, Langsung Berikan ASI Saat Bayi Lahir"