Pedoman Baru Cegah Alergi Kacang pada Bayi

No comment 461 views

Alergi bisa menyerang siapa saja, mulai orang dewasa, remaja, hingga -anak dan bayi. Penyebab alergi ini bermacam-macam, biasanya dari makanan seperti sea food, juga dari debu dan hingga udara dingin.

Alergi Kacang pada Bayi - coolmom.info

Alergi Kacang pada Bayi - coolmom.info

Untuk bayi, alergi yang sering timbul, selain dari paparan produk-produk seperti popok, juga disebabkan dari makanan, terutama kacang. Banyak orang tua yang kemudian menghindari pemberian kacang pada bayi, termasuk selai kacang, karena takut sang buah hati tersedak.

Namun, pada tahun 2015 lalu, ada berita menggembirakan ketika sebuah penelitian menunjukkan bahwa pemberian produk kacang pada bayi malah dapat membantu alergi kacang pada si kecil. Hasil penelitian tersebut tentu saja menarik mengingat ada 1 hingga 2 persen anak-anak yang menderita alergi kacang, yang tidak hanya mengancam jiwa, tetapi berpotensi berlangsung seumur hidup.

Penting:   Genetika Tempatkan Wanita Usia Tua Berisiko Tinggi Terkena Alzheimer

Meski demikian, studi tersebut tetap memperingatkan bahwa untuk beberapa bayi dengan risiko tinggi terhadap alergi kacang, perlu pengujian lebih lanjut sebelum mencoba produk berbasis kacang. Karena itu, American Academy of Pediatrics kemudian membagi bayi dalam tiga kelompok besar terkait alergi kacang ini, yaitu:

  • Bayi dengan eksim yang parah (persisten atau eksim berulang dengan kebutuhan sering untuk krim) dan/atau alergi telur.
  • Bayi dengan eksim ringan sampai sedang.
  • Bayi tanpa eksim atau alergi makanan.

Pengujian untuk alergi kacang direkomendasikan untuk kelompok pertama. Pengujian dengan suntik menjadi metode , tetapi tes darah juga dapat dilakukan. Jika pengujian menunjukkan alergi, kebanyakan bayi memang masih bisa mendapatkan produk kacang, tetapi perlu dilakukan secara hati-hati dan dalam jumlah kecil. Sangat penting untuk melakukan pengujian awal ini, sebagai rekomendasi ketika bayi-bayi ini harus mendapatkan produk kacang antara 4 hingga 6 bulan.

Penting:   Diet Meniru Puasa Turunkan Risiko Penyakit Mayor
memuat...

Untuk kelompok kedua, bayi dengan eksim ringan sampai sedang, tidak perlu mendapatkan pengujian. Meskipun demikian, orang tua disarankan berkonsultasi dengan tentang situasi mereka dan melihat apakah pengujian mungkin menjadi ide yang baik. Bayi-bayi harus mendapatkan produk kacang di sekitar usia 6 bulan, setelah mereka dapat menangani makanan padat.

Adapun bayi tanpa eksim atau alergi makanan, pedoman mengatakan bahwa orang tua harus memperkenalkan produk kacang dalam bersama dengan makanan lain, berdasarkan preferensi keluarga mereka sendiri dan praktik budaya. Untuk bayi dalam kategori ini, memang kurang penting menyertakan produk kacang dalam awal, meskipun itu tidak berpengaruh bagi mereka.

Yang perlu diperhatikan, bahwa yang dibahas di dalam penelitian tersebut adalah produk kacang, bukan kacang. Kacang whole atau potongan kacang tidak boleh diberikan kepada bayi karena mereka bisa tersedak. Satu sendok selai kacang, bahkan krim selai kacang, juga bisa sulit bagi bayi untuk mengelola. Sebaiknya, beri sedikit selai kacang dan campurkan ke dalam purees. Keluarga juga dapat memberikan makanan ringan atau makanan yang dibuat dengan selai kacang. Dalam studi asli, peneliti menggunakan snack Israel yang disebut Bamba.

Penting:   Sakit Pinggang di awal kehamilan (Trimester pertama)

Pada pemeriksaan 2 atau , orang tua harus berkonsultasi dengan dokter tentang faktor-faktor seperti riwayat keluarga terhadap alergi kacang atau alergi makanan lainnya, yang mungkin penting. Dengan informasi tersebut, dokter akan dapat mencari tahu tentang rencana terbaik untuk mencegah alergi pada bayi.

author

Leave a reply "Pedoman Baru Cegah Alergi Kacang pada Bayi"