Penelitian terkait Terapi Ion Rendam Kaki, Membawa Manfaat atau sekedar Trik Marketing?

Jika Anda sering bepergian ke mall atau supermarket, Anda pasti pernah melihat kerumunan orang yang  duduk di sebuah kursi dengan posisi direndam pada bak berisi air. Ya, orang-orang tersebut sedang menjalani detox menggunakan terapi ion yang diklaim dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Lebih hebatnya lagi, ini disebut-sebut dapat mengatasi berbagai keluhan mulai dari pusing hingga penyakit serius sekelas kanker dan diabetes.

terapi ion rendam kaki - baayou.blogspot.com

terapi ion rendam kaki - baayou.blogspot.com

Mulanya sebelum kaki dimasukkan, air berwarna bening. Namun, setelah kaki dimasukkan kurang lebih selama 30 menit, air yang semula jernih akan berubah menjadi keruh kekuning-kuningan. Zat berwarna pekat ini diduga merupakan racun yang berhasil dikeluarkan dari tubuh.

Di tempat-tempat terkenal, terapi ini diberi nama ‘Foot Spa’ dan dibanderol sekitar 50-200 ribuan per sesi. Harga yang cukup murah jika dibandingkan dengan semua manfaat yang ditawarkan, versi penjualnya. Terapi ini juga menjadi cukup populer karena dipromosikan oleh beberapa media, yang tentunya mendapat kompensasi dari pihak produsen.

Penting:   Yoga Mampu Redakan Efek Negatif Stres dan Peradangan

Namun coba Anda pikirkan lagi, apakah sesederhana itu mengeluarkan racun dari dalam tubuh? atau ini hanyalah trik atau akal-akalan produsen alat untuk memasarkan produknya?

Dalam tulisan bertajuk “Dodgy Detox”, Ray Girvan memaparkan bahwa reaksi yang terjadi pada alat terapi tersebut hanyalah reaksi elektrolisis, tak lebih dari praktikum di Sekolah Dasar. Warna kuning muncul dari oksidasi besi yang justru berasal dari elektroda alat itu sendiri.

memuat...

Ben Goldcare dari The Guardian kemudian melakukan kecil untuk menganalisis perbedaan kandungan pada air terapi sebelum dan sesudah proses detox. Hasilnya, kandungan besi setelah melonjak tinggi setelah dilakukan terapi. Hanya besi, kandungan urea dan kreatinin nyaris tidak ditemukan, yang artinya tidak ada sedikitpun racun yang berhasil dikeluarkan dari tubuh.

Penting:   Cara Agar Perut Tidak Buncit Lagi – Makanan yang membakar Lemak Perut dalam 2 Minggu

Reputasinya yang dipertanyakan membuat alat ini masuk dalam list DeviceWatch.org, situs yang khusus membahas alat-alat medis yang diragukan manfaatnya. Dalam situs ini, Stephen Barrett, M.D. menyimpulkan bahwa alat detox yang menggunakan cara seperti ini tidak memiliki kegunaan secara medis.

Bukan hanya tak berguna, Talkabouthealthnetwork.com bahkan menemukan adanya potensi berbahaya dari penggunaan alat ini karena dapat melepaskan gas klorin (Cl) yang bersifat racun dan Hidrogen yang mudah terbakar. Kedua gas ini sangat berbahaya untuk tubuh jika sampai terhirup dalam jumlah besar.

Di Indonesia, penelitian pada alat terapi ion ini telah dilakukan oleh Guru Besar FMIPA Unair Surabaya, Prof. Dr. Ir. Suhariningsih, bersama Drs. Tri Anggoro Priyo di Laboratorium Biofisika FMIPA Universitas Airlangga.

Penting:   Hindari Obesitas, Ini Tips Berikan Makanan untuk Bayi

Dari hasil penelitian, terbukti bahwa alat ini sebenarnya tidak memberikan pengaruh apapun pada pasien. “Perubahan warna air dari kaki yang direndam, misalnya merah kehitaman atau warna lain, itu sangat tergantung dari konduktor yang direndam atau disalurkan ke dalam air tersebut,” katanya.

“Dari reaksi elektrolisis tersebut, air yang berwarna kuning, kemerahan dan coklat mengandung Fe 3+, sedangkan air yang berwarna hijau mengandung Ni2+, sedangkan Cl2 justru mengandung gas yang paling berbahaya,” ungkap Prof. Dr. Ir. Suhariningsih pada media.

Kata Kunci Pencarian: terapi ion,terapi ion rendam kaki,terapi ion elektrik,terapi ion listrik,manfaat terapi ion elektrik,ion elektrik,cara kerja terapi ion elektrik,terapi ion listrik rendam kaki

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Penelitian terkait Terapi Ion Rendam Kaki, Membawa Manfaat atau sekedar Trik Marketing?"