Pengaruh Asuransi Kesehatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Kemiskinan serta mahalnya biaya diyakini menjadi salah satu pemicu meningkatnya angka kematian pada penderita kanker di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Tidak hanya penderita kanker, angka kematian juga terjadi pada ibu hamil.

Asuransi Kesehatan - www.mag.co.id

Asuransi Kesehatan - www.mag.co.id

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2007 melaporkan sebanyak 25% ibu menyatakan bahwa biaya merupakan hambatan bagi mereka untuk dapat mengakses kebidanan, khususnya pada ibu-ibu dengan tingkat sosial ekonomi yang rendah.  Dapat dibilang bahwa telah terjadi  kesenjangan dalam akses persalinan di fasilitas-fasilitas kesehatan.

Terkait dengan masalah biaya ini, intervensi pemerintah menjadi penting untuk mengatasi kendala biaya ini,  karena kematian seorang ibu akan mengganggu keberlangsungan dan pertumbuhan ekonomi, baik maupun bagi negara.  Bentuk intervensi pemerintah Indonesia dalam mengatasi permasalahan ini adalah adanya pemberian jaminan kesehatan dalam bentuk program Jamkesmas, Jamkesda, Askes, Jamsostek sampai yang terbaru adalah BPJS.

Sebagai "konsumen", kita jarang mengetahui kapan kita akan membutuhkan dana tambahan yang bisa menopang permasalahan kesehatan, dan ketika kita mengidap sebuah , kita tidak tahu berapa banyak dana yang akan kita butuhkan. Ketika kita membutuhkan biaya kesehatan sangat mahal (kanker atau jantung misalnya), kita akan menghabiskan semua uang yang kita miliki dengan harapan untuk memperpanjang kehidupan kita.

Selain dapat membantu menopang biaya pasien dengan penyakit yang membutuhkan pembiayaan yang tinggi, adanya jaminan kesehatan ini juga diyakini berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan jaminan dalam pertumbuhan ekonomi, proyeksi pertumbuhan ekonomi dan dampak sosial terkait program JKN. Menurut penelitian Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI), berkontribusi atas Rp18,62 triliun bagi ekonomi Indonesia, dengan pertumbuhan masing-masing industri seperti, Kesehatan Rp4,4 triliun, Obat-obatan Rp1,7 triliun, Lapangan Kerja Kesehatan Rp4,2 triliun dan Konstruksi Rumah Sakit Rp8,36 triliun.

Peningkatan produktivitas tenaga kerja Indonesia hingga mencapai Rp70ribu/jam optimis tercapai, berkat layanan kesehatan yang terjamin oleh JKN serta penurunan tingkat kemiskinan dikarenakan berkurangnya kewajiban biaya kesehatan dan “out-of-pocket” yang tinggi bagi penerima JKN.

Suksesnya program jaminan atau asuransi yang yang telah diterapkan di hampir semua negara, termasuk Indonesia, Inggris dan Australia nyatanya tidak senada dengan program jaminan kesehatan yang terdapat di negara Amerika.

Melalui pernyataan yang dikemukakan oleh Institute of Medicine dari United States National Academies, “Satu-satunya bangsa yang maju dan sejahtera yang tidak menjamin bahwa semua warga negaranya terjamin kesehatannya adalah Amerika.

Amerika Serikat belum mampu menjalankan jaminan kesehatan menyeluruh seperti yang Indonesia punya yaitu BPJS Kesehatan. Ketika pemerintahan Obama, kala itu   undang-undang kesehatan, terjadi  pro kontra yang sangat keras, bahkan pemerintahan sempat  tidak stabil.

memuat...

Selama ini, hanya orang yang memiliki ekonomi menengah ke atas yang bisa mendapatkan jaminan kesehatan dari sejumlah perusahaan swasta. Lebih komersial. Sedang pemerintah tidak punya program jaminan. Berbeda dengan Australia atau Inggris, yang untuk melahirkan anak saja, warga negara dapat jaminan biaya dari pemerintah.

Anggaran kesehatan di Amerika Serikat dianggap terlalu tinggi, hampir mencapai 19 persen dari GDP (Gross Domestic Product),  dan diperkirakan akan terus meningkat, yang membuat makin banyak warganya tidak akan mampu membayar biaya pengobatan ketika sakit. Sistem pembiayaan masih berbasis fee for service yang memang cenderung akan semakin mahal.

Pada pemerintahan Obama, dilakukan sebuah reformasi layanan kesehatan dengan membuat undang-undang yang mengatur layanan kesehatan tersebut. Adanya undang undang tersebut dianggap bahwa Amerika telah mengakui prinsip bahwa setiap orang harus memiliki perlindungan yang mendasar terutama dalam layanan kesehatan. Berdasarkan undang-undang tersebut terdapat beberapa poin, antara lain:

  1. Warga Amerika yang belum memiliki asuransi dan telah memiliki penyakit sebelumnya (pre-existing conditions ) akan memperoleh asuransi kesehatan melalui bantuan subsidi sementara yang disediakan pemerintah,
  2. Perusahaan asuransi dilarang memutuskan pertanggungjawaban ketika pengguna asuransi kesehatan terkena penyakit,
  3. Perusahaan asuransi dilarang memberlakukan batasan maksimal nilai pertanggungjawaban seumur hidup bagi pengguna asuransi kesehatan tertentu,
  4. Seorang anak dibenarkan untuk ikut dalam asuransi kesehatan orang tuanya sampai dia mencapai umur 26 tahun,
  5. Setiap pertanggungjawaban baru wajib meng-cover layanan pencegahan dan kebugaran atau wellness care.
  6. Seorang pengguna asuransi dapat mengajukan banding kepada satu badan yang independen berkenaan dengan sengketa yang dihadapinya dengan perusahaan asuransi.

Namun dalam pelaksanaannya, terdapat banyak pro dan kontra mengenai layanan kesehatan tersebut yang menjadikannya tidak dapat berjalan secara menyeluruh. Bagi pihak yang kontra, layanan kesehatan ini diyakini memiliki berbagai kelemahan. Pemerintah dinilai kurang mampu mengelola masalah asuransi sehingga menyebabkan banyak warga Amerika Serikat yang menggunakan asuransi dibebani oleh biaya yang tinggi.

Minimnya akses masyarakat terutama untuk kalangan menengah ke bawah dalam memperoleh pelayanan kesehatan terutama untuk program asuransi. Masyarakat cenderung lebih memilih pelayanan kesehatan di luar negeri karena biaya kesehatan yang sangat mahal, sehingga berdampak negatif pada kondisi keuangan Amerika. Serta merosotnya jumlah pengusaha di Amerika yang disebabkan karena mereka tidak mampu untuk untuk memenuhi standar kesehatan dirinya, perusahaan dan para pekerja.

Kata Kunci Pencarian: pengaruh kesehatan dalam pertumbuhan ekonomi

Penting:   Terapi Medis untuk Bayi dan Ibu yang Terinfeksi TORCH
author

Leave a reply "Pengaruh Asuransi Kesehatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi"