Pengaruh Mood Terhadap Kebiasaan Makan

No comment 49 views

Banyak dari kita yang berbohong atau lupa apa yang telah kita . Hal tersebut membuat dan para merasa kesulitan untuk mengarahkan kita kepada kebiasaan makan dan diet yang lebih baik. Apakah ada cara yang baik untuk mengatasinya?

Direktur mHealth Collaboratory dari USC Center for Economic and Social Research, Donna Spruijtz-Metz melakukan pendekatan yang inovatif untuk mengatasi obesitas yaitu dengan memakai alat untuk mengukur mood dan kebiasaan makan daripada berfokus ke asupan makan.

Mood Makan - www.vemale.com

Mood Makan - www.vemale.com

 

Pendekatan untuk memonitor mood dan makanan disebut dengan M2FED yang memungkinkan peneliti untuk mendeteksi kebiasaan makan dan respon secara emosional dari partisipan.

Peneliti mengembangkan intervensi yang real time yang dapat menghentikan kebiasaan tidak sehat dan menurunkan obesitas yang menyebabkan satu dari tiga orang dewasa dan 17 persen dari semua anak-anak dan remaja di Amerika berdasarkan data dari Statistik Kesehatan setempat.

Spruijtz-Metz mengembangkan logaritma untuk sistem cyber-physical  untuk mendeteksi berdasar pada data audio dari mikrofon yang dipasang di rumah partisipan. Sistem ini juga mendeteksi kebiasaan makan berdasarkan sinyal.

Anggota partisipan menggunakan jam tangan pintar pada pergelangan tangan. Sensor dalam alat ini dapat mendeteksi kebiasaan makan seseorang, termasuk seberapa panjang dan cepat mereka makan.

Di rumah partisipan juga dipasang beacons seperti sensor berukuran kecil yang dapat mengidentifikasi lokasi seseorang makan di dalam rumah.

Penting:   Menu Diet Sehat untuk Golongan Darah B

Seorang asisten dalam proyek ini yang bernama Rayo mengatakan bahwa ia memonitor emosi dari keluarga partisipan selama membicarakan suatu topik yang ia sarankan dan kemudian makan. Rayo mengatakan bahwa ia memasukkan kode ke dalam Noldus Observer XT, software yang dapat mendeteksi mood dari keluarga tersebut.

Mood Makan - www.obatkolesterolplus.com

Mood Makan - www.obatkolesterolplus.com

Satu komponen utama dari sistem ini adalah untuk mendeteksi percakapan, stres dan mood. Sistem ini juga mendeteksi dan merancang cara makan dan tingkat makan serta interaksi interpersonal di dalam rumah. Sistem ini termasuk sensor yang dapat menangkap sinyal serta menganalisisnya dari data audio untuk mengetahui mood dan stres.

Dari hasil percobaan terhadap lima laki-laki dan lima perempuan, alat ini dapat mengukur mood dengan akurasi yang tinggi, meliputi marah (94,5%), gelisah (95,7%), bosan (97,5%), bahagia (88,7%), dan sedih (88,9%).Spruitj mengatakan bahwa literatur menunjukkan bahwa asupan makanan dan mood berjalan beriringan.

Sumber lain mengungkapkan memang terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi berapa banyak dan apa saja makanan yang kita konsumsi. Satu dari faktor tersebut adalah stres, dimana hal ini berkaitan dengan peningkatan emotional eating. yaitu saat seseorang memanfaatkan makanan sebagai upaya untuk mengendalikan, memantau dan mengatasi perasaan atau pikiran negatifnya.

memuat...

Emotional eating dapat mengakibatkan kurang menghargai diri sendiri, kenaikan berat badan yang tidak diinginkan, serta obesitas. Pendekatan untuk emotional eating adalah untuk menghentikan emotional eating yang termasuk treatment yang melibatkan emosional serta faktor lain yang berhubungan dengan pola makan.

Penting:   Rajin Olahraga & Makan Sedikit Kalori Tapi Tak Bisa Kurus? Mungkin Ini Alasannya

Berdasarkan Elizabeth Scott, MS pada verwell.com menyebutkan emotional eating mempunyai berbagai sebab, diantaranya:

  • Cortisol cravings. Stres dapat meningkatkan tingkat kortisol yang dikenal sebagai hormon stres. Kortisol memiliki dalam tubuh, tetapi tingkat yang berlebihan dari kortisol menyebabkan stres kronis yang membawa masalah dalam tubuh. Tingkat kortisol yang tinggi dapat menyebabkan seseorang ingin sekali makan yang manis atau asin.
  • Social Eating. Seringkali orang yang sedang stres akan mencari dukungan sosial, yang merupakan cara yang bagus untuk mengatasi stres. Tidak begitu dengan orang yang menjalankan diet, ketika mereka sedang pergi bersama, khususnya wanita, mereka akan cenderung pergi untuk mencari makanan yang enak. Bersedih di pundak teman, pergi hang out malam hari dan makan sepiring makanan penutup yang digoreng atau mengobrol bersama teman dengan memakan cheesecake merupakan hal yang biasa dilakukan wanita. Hal itu dapat membuat anda merasa lebih baik, tetapi mungkin anda akan menyesali nya kemudian hari.
  • Nervous Energy.Ketika sedang stress atau gelisah, biasanya orang-orang menjadi “orally fidgety”.Seringkai mereka menggigit kuku atau mengertakkan gigi. Bagi sebagian orang,perasaan bosan atau gugup membuat mereka akan ngemil atau minum soda untuk membuat mulut mereka melakukan sesuatu.
  • Kebiasaan waktu kecil.Banyak dari kita diberi kenyamanan ketika kecil. Ketika orangtua kita memberi hadiah kepada kita makanan yang manis seperti es krim atau membuatkan makanan favorit ketika kita berhasil melakukan sesuatu.

Jenis dari emotional eating yang biasa dilakukan adalah orang-orang makan untuk merayakan sesuatu, makan untuk merasa lebih baik, atau makan untuk mengatasi stress yang berujung kepada kelebihan berat badan.

  • Stuffing emotions.Beberapa orang makan dengan alasan untuk membuat nyaman perasaan mereka. Makanan dapat menyebabkan kurangnya fokus kita terhadap rasa marah, takut, cemas. Maka, jika anda merupakan emotional eater atau orang yang makan karena dorongan emosional, anda sebaiknya mengembangkan manajemen stress yang agar tubuh anda tetap sehat.

Apabila Anda dapat mengendalikan keadaan mood dalam diri, diharapkan dapat membuat kebiasaan dan nafsu makan menjadi lebih baik. Oleh karena itu, sesorang yang mengalami emotional eating mampu belajar mengembangkan manajemen stres yang efektif sehingga tubuh dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Penting:   Selain Stres, Inilah Beberapa Penyebab Menurunnya Gairah Seksual

Dengan pengendalian diri yang baik, seseorang akan mampu memilih makanan dengan kandungan gizi lebih baik. Hal ini dikarenakan pemilihan makanan, jam makan, serta kebiasaan tidak berdasar kepada perasaan hati atau mood.

author

Leave a reply "Pengaruh Mood Terhadap Kebiasaan Makan"