Penggunaan Bedak Talek di Area Kewanitaan Tingkatkan Risiko Kanker Ovarium?

Pengadilan di Los Angeles telah menyerahkan 417 juta dolar AS kepada seorang berusia 63 tahun yang mengklaim bahwa kanker ovariumnya disebabkan oleh kebiasaan lamanya menggunakan salah satu merek baby powder atau bedak bayi untuk kebersihan area . Eva Echeverria dari Los Angeles mengatakan bahwa dia menggunakan bedak bayi secara teratur dari usia 11 tahun sampai dengan tahun 2016, sebelum dia membaca sebuah artikel yang menghubungkannya dengan kanker ovarium.

Bedak Talek - style.tribunnews.com

Bedak Talek - style.tribunnews.com

The American Cancer Society mengatakan bahwa bukti dari penelitian hingga saat ini memang belum jelas, namun ada beberapa saran tentang kemungkinan peningkatan risiko kanker ovarium dari penggunaan bedak bayi. Hal ini pun memicu banyak wanita untuk bertanya-tanya, apakah mereka meningkatkan risiko kanker ovarium jika menggunakan bedak bayi secara teratur untuk membersihkan area kewanitaannya.

“Saya tidak bisa berkomentar mengenai putusan tersebut untuk membuktikan kaitannya. Namun, ada literatur ilmiah yang mendukung ada hubungan antara keduanya,” kata Shelley Tworoger, PhD, seorang epidemiologi dan anggota senior di Moffitt Cancer Center di Tampa. “Beberapa penelitian telah meneliti hubungan antara penggunaan talek dengan risiko kanker ovarium.”

Tworoger menambahkan bahwa penelitian yang terbesar menemukan lebih dari 8.500 wanita menderita kanker ovarium, sedangkan sekitar 10.000 lainnya tidak. Studi tersebut dikatakannya menemukan bahwa wanita yang menggunakan bedak talek memiliki risiko 24 persen lebih mungkin menderita kanker ovarium daripada mereka yang tidak.

memuat...

“Ada studi kasus lainnya yang menemukan hasil yang serupa. Namun, dalam penelitian tersebut, wanita ditanya tentang penggunaan talek setelah diagnosis, yang sangat bergantung pada ingatan mereka,” sambungnya. “Ada tiga studi prospektif (melihat apa yang terjadi di kemudian hari) menanyakan tentang penggunaan bedak sebelum diagnosis mereka. Mereka tidak melihat hubungan yang kuat, namun mereka memiliki sedikit kasus.”

Studi ini, tambah Tworoger, tidak membuktikan kausalitas, hanya sebuah asosiasi. Relatif sedikit yang diketahui tentang bagaimana bedak dapat memengaruhi biologi kanker ovarium. Beberapa data menunjukkan bahwa penggunaan talek dapat memengaruhi kekebalan , dan partikel talek telah ditemukan di kelenjar getah bening pasien kanker ovarium. Hal ini menunjukkan bahwa partikel bubuk bedak benar-benar dapat naik ke saluran kelamin dan mencapai area ovarium.

“Kanker memiliki banyak penyebab, dan biasanya kanker bukan disebabkan oleh satu hal. Ada banyak faktor lain yang terkait dengan kanker ovarium,” imbuhnya. “Penggunaan kontrasepsi oral mengurangi risiko. Sementara, memiliki riwayat dengan kanker ovarium dikaitkan dengan risiko dua kali lipat, jauh lebih kuat dari apa yang kita lihat dari bedak.”

Ia pun menambahkan bahwa menggunakan bedak talek adalah pilihan pribadi masing-masing individu. Namun, menghindarinya bisa dikatakan sebagai cara paling . “Sepengetahuan saya, tidak ada yang berkaitan dengan penggunaan bedak talek. Mungkin hanya perasaan bahwa Anda memiliki kebersihan yang lebih ,” katanya.

“Pada wanita dewasa, sudah ada penelitian tentang penggunaan bedak di area tubuh lainnya, seperti ketiak, dan itu belum dikaitkan dengan risiko kanker ovarium,” lanjut Tworoger. “Saya sendiri akan selalu mendorong pelabelan yang lebih baik pada produk kebersihan ini, sehingga wanita dapat membuat pilihan yang lebih tepat.”

Penting:   Awas, Bahaya Kesehatan Mengintai di Kolam Renang
author

Leave a reply "Penggunaan Bedak Talek di Area Kewanitaan Tingkatkan Risiko Kanker Ovarium?"