Berbagai Penyebab Penyakit Kuning Menurut Jenisnya

No comment 2045 views

jaundice atau Jaundice disebabkan oleh adanya penumpukan bilirubin pada darah. Setiap kondisi yang menyebabkan adanya pada pergerakan bilirubin dari darah ke hati dan keluar dari tubuh dapat menjadi penyebabkan penyakit kuning.

Apa itu Bilirubin ?

Bilirubin adalah produk limbah yang dihasilkan dari perombakan sel-sel darah merah yang rusak. Bilirubin diangkut oleh darah ke hati, di mana sel-sel khusus membantu untuk menggabungkan dengan cairan empedu. Selanjutnya, cairan empedu dan bilirubin diubah menjadi zat yang disebut urobilinogen oleh di dalam pencernaan, yang dikeluarkan dari tubuh melalui urin atau tinja. Jadi, bilirubin-lah yang memberikan warna pada urin dan tinja.

Terdapat 3 penyakit kuning, tergantung pada faktor apa yang mempengaruhi pergerakan bilirubin dari tubuh.

Ikterus Pre-hepatik

Terjadi ketika kondisi tubuh atau infeksi mempercepat terjadinya kerusakan sel darah merah. Hal ini menyebabkan adanya peningkatan kadar bilirubin dalam darah dan memicu terjadinya gejala penyakit kuning.

Penting:   Nyeri Perut Bawah dan Vagina di Saat Hamil Muda, Apa Penyebabnya?

penyakit kuning pra-hepatik adalah:

  • malaria
  • anemia sel sabit - kondisi yang menyebabkan sel-sel darah merah untuk berkembang secara abnormal. Hal ini sangat umum di Karibia, dan pada ras kulit hitam hitam Inggris Afrika
  • talasemia - kondisi genetik yang mirip dengan anemia sel sabit. Hal ini sangat umum terjadi pada orang dari Mediterania dan Timur Tengah, khususnya keturunan ras Asia Selatan
  • Sindrom Crigler-Najjar - suatu kondisi genetik yang langka di mana yang dibutuhkan untuk membantu memindahkan bilirubin dari darah dan masuk ke hati tidak dapat diproduksi tubuh.
  • Sferositosis menurun - kondisi genetik yang sangat jarang dimana sel darah merah memiliki usia  hidup yang lebih pendek dari usia normalnya.

Ikterus Intra-hepatik

Penting:   Gejala Penyakit Leukimia
memuat...

Terjadi ketika terdapat masalah di organ hati, misalnya kerusakan akibat infeksi atau paparan zat berbahaya (seperti alkohol), yang kemudian mengganggu fungsi hati untuk memproses bilirubin.

Penyebab ikterus intra-hepatik termasuk:

  • hepatitis A, hepatitis B dan hepatitis C
  • penyakit hati akibat konsumsi penyalahgunaan alkohol
  • leptospirosis - infeksi bakteri yang disebarkan oleh hewan mamalia pengerat, terutama tikus. Umumnya terjadi di daerah tropis
  • Penyalahgunaan obat - dua penyebab utamanya adalah overdosis ekstasi dan parasetamol
  • primary biliary cirrhosis - kondisi langka dan masih kurang dipahami oleh ilmuwan yang menyebabkan kerusakan hati progresif
  • primer primary sclerosing - langka jenis penyakit hati langka yang menyebabkan peradangan hati kronis.
  • Sindrom Gilbert - kondisi genetik umum di mana hati memiliki masalah dalam produksi bilirubin
  • Kontaminasi zat berbahaya, seperti fenol (digunakan dalam pembuatan plastik) atau karbon tetraklorida (banyak digunakan pada proses pendinginan jaman dulu , meskipun sekarang penggunaannya dibatasi secara ketat)
  • Sindrom Dubin-Johnson - kondisi genetik langka di mana hati tidak mampu menggabungkan bilirubin dengan cairan empedu dan memindahkannya keluar dari hati
Penting:   Soprano Hair Removal, Teknik Menghilangkan Bulu dengan Laser

Ikterus Pasca-hepatik

Terjadi ketika sistem saluran empedu rusak, meradang atau terhambat, yang mengakibatkan kandung empedu tidak mampu menyalurkan cairan empedu ke dalam sistem pencernaan.

Penyebab penyakit kuning pasca-hati termasuk:

  • Batu empedu yang menghalangi saluran empedu
  • Kanker pankreas
  • Kanker kantung empedu atau kanker saluran empedu
  • Pankreatitis - peradangan pada pankreas, yang dapat menjadi pankreatitis akut (peradangan hanya berlangsung selama beberapa hari) atau pankreatitis kronis (peradangan berlangsung selama bertahun-tahun)

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Berbagai Penyebab Penyakit Kuning Menurut Jenisnya"