Profesionalisme Dokter

No comment 3982 views

masih menjadi yang paling diincar Indonesia. Anggapan bahwa menjadi akan membuat Anda dan keluarga menjadi lebih terhormat, menghasilkan cukup pundi-pundi uang dan pekerjaan yang tidak terlalu menguras tenaga membuat sebagian besar orang tua akan mendorong anaknya untuk menjadi seorang . Menjadi memang enak kelihatannya, tapi apakah Anda semua yang telah memilih Profesi sebagai Masa depan Anda sudah yakin dapat berkontribusi dengan baik ?

Doctor and patient with prescription at office

Sebuah institusi tentunya memerlukan tenaga yang handal, yakni seorang Dokter yang Profesional. Namun kenyataannya, jumlah dokter professional masih jauh dari harapan. " Sangat mungkin untuk memiliki anggota dari profesi (dokter) yang tidak profesional," kata Michael Yeo, Profesor Filsafat di Universitas Laurentia  di Sudbury, Ontario, Amerika Serikat. "Profesi adalah istilah netral, istilah deskriptif. Sedangkan Profesional adalah istilah valuatif (bobot). Menjadi profesional adalah baik. Namun, hanya menjadi profesi adalah buruk. Profesionalisme memiliki nilai lebih pada mulia, kehormatan, dan dimensi evaluatif. Untuk menjadi seorang profesional Anda harus unggul dalam bidang tertentu". Tambah Michael.

Profesi dan Profesionalisme jelas berbeda. Pada dasarnya profesionalisme dalam kedokteran adalah memahami tentang bagaimana menjadi seorang dokter yang baik. Hal ini telah menjadi topik utama diskusi kedokteran di seluruh selama bertahun-tahun dan kemungkinan akan tetap begitu seterusnya. Para dokter masih berdebat tentang bagaimana mendefinisikan, menilai dan  mengajarkan profesionalisme. Munculnya komersialisme dan penggunaan teknologi, telah menambahkan elemen baru untuk didiskusikan.

memuat...

Berikut ini adalah beberapa contoh Profesionalisme dalam seorang dokter.

  1. Pasien memerlukan dokter yang baik. Dokter yang baik menjadikan pasien  sebagai perhatian utama mereka. Dokter yang baik juga harus kompeten, tetap memantau perkembangan terbaru akan pengetahuan dan keterampilan, menjaga hubungan baik dengan pasien dan rekan , jujur ​​dan dapat dipercaya, dan bertindak sesuai dengan integritas dan hokum yang berlaku.
  2. Dokter yang baik bekerja dalam kemitraan dengan pasien dan menghormati hak-hak privasi pasien.
  3. Praktik yang baik menjelaskan segala prosedur , termasuk jumlah biaya, dan resiko kegagalan prosedur pada pasien.
  4. Dokter yang baik harus memiliki ijin mendirikan praktik , baik praktik di sebuah institusi maupun praktik pribadi.
  5. Dokter yang baik harus menunjukkan lisensi praktiknya dan bersedia melalui proses validasi ulang jika itu diperlukan. Dokter harus bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang ditetapkan dalam pedoman yang berlaku. Kegagalan praktik yang berdampak serius akan mempengaruhi proses validasi praktik seorang dokter.
Penting:   Apakah Pemanis Buatan Aman Dikonsumsi?
author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Profesionalisme Dokter"