Proses Terjadinya Nyeri Menurut Fisiologi Nyeri

No comment 1476 views

adalah pengalaman subjektif yang terbentuk melalui dua aspek yang saling melengkapi. melibatkan pengalaman sensorik subjektif serta pengalaman emosional seseorang. Itulah mengapa, tidak ada dua individu yang dapat merasakan intensitas sama.

nyeri tulang belakang - www.alodokter.com

nyeri tulang belakang - www.alodokter.com

Secara fisiologis, nyeri timbul ketika ujung-ujung saraf yang disebut nosiseptor dipengaruhi oleh stimulus berbahaya, sehingga menciptakan impuls saraf. Impuls ini mengalir dengan cepat ke sum-sum tulang belakang melalui saraf sensorik. Impuls ini dengan segera akan didorong ke otak, otak memproses sensasi nyeri, kemudian meresponnya melalui jalur motorik untuk menghentikan tindakan yang memicu nyeri.

Nyeri klasik semacam ini melibatkan tiga sel saraf dalam penyalurannya, yakni:

  • Sel saraf sensorik di saraf perifer, yang bertugas menyalurkan impuls nyeri dari saraf perifer ke akar dorsal sumsum tulang belakang.

  • Sel saraf sensorik sekunder di sumsum tulang belakang atau batang otak, yang berperan mengirimkan impuls nyeri ke bagian talamus otak.

  • Sel saraf sensorik tersier, berperan mengirimkan impuls nyeri dari talamus ke daerah somatosensori korteks serebral.

Penting:   Biaya Pemasangan Implan Gigi dan Tahapan Metode Pemasangannya

Secara rinci, fisiologi nyeri terjadi melalui -proses berikut ini :

Transduction (Proses Transduksi)

Transduksi adalah proses dimana stimulus nyeri diubah menjadi impuls listrik yang akan diterima oleh ujung-ujung saraf. Stimulus ini dapat berupa stimulus mekanik (tekanan), thermal (panas), atau kimia (substansi nyeri). Transduksi nyeri dimulai ketika ujung saraf bebas (nosiseptors) dari serat C dan serat A deltaneuron aferen primer menanggapi rangsangan berbahaya. Ketika stimulasi dimulai, mediator kimia berbahaya dari sel yang rusak seperti prostaglandin, bradikinin, serotonin, substansi P, kalium, dan histamin akan mengaktifkan nosiseptor.

memuat...

Rangsangan dianggap berbahaya jika menimbulkan inflamasi dan kerusakan jaringan, seperti akibat trauma, peradangan, pembedahan, , dan iskemia. Dengan maksud untuk mengganti substansi sel yang rusak, terjadi pertukaran ion natrium dengan kalium (disebut depolarisasi dan repolarisasi) di membran sel. Peristiwa ini menghasilkan suatu aksi dan reaksi dari sebuah impuls nyeri. Penyebab stimulasi juga dapat disalurkan melalui internal tubuh, misalnya tekanan akibat pertumbuhan jaringan tumor.

Penting:   Shaping Wajah dan Mengencangkan Kulit secara Instan dengan Metode Tanam Benang

Transmission (Proses Transmisi)

Tranmisi adalah proses penyaluranan impuls melalui saraf sensoris setelah terjadinya proses transduksi. Impuls ini akan disalurkan oleh serabut saraf A delta dan serabut C sebagai neuron pertama, dari perifer ke medulla spinalis, dimana impuls tersebut mengalami modulasi sebelum diteruskan ke thalamus oleh traktus sphinotalamikus sebagai neuron kedua. Dari thalamus selanjutnya impuls disalurkan ke daerah somatosensoris di korteks serebral melalui neuron ketiga. Impuls tersebut kemudian diterjemahkan sebagai persepsi nyeri.

Modulation (Proses Modulasi)

Proses modulasi adalah proses dimana terjadi interaksi antara sistem analgesik endogen yang dihasilkan oleh tubuh pada saat nyeri masuk ke kornu posterior medula spinalis. Proses ini sepenuhnya di kontrol oleh otak. Sistem analgesik endogen ini meliputi enkefalin, endorfin, serotonin, dan noradrenalin memiliki efek yang dapat menekan impuls nyeri pada kornu posterior medulla spinalis. Kornu posterior diibaratkan sebagai pintu nyeri yang dapat tertutup atau terbuka. Proses modulasi inilah yang menyebabkan persepsi nyeri pada setian orang menjadi sangat subyektif.

Penting:   Mewaspadai Gejala Penyakit Lever

Persepsi

Persepsi adalah saat dimana seseorang menyadari adanya nyeri. Ketika individu menjadi sadar akan nyeri, maka akan terjadi reaksi yang kompleks. Tubuhnya akan mengidentifikasi intensitas, jenis, dan lokasi nyeri. Sekaligus, menghubungkan sensasi nyeri dengan pengalaman lalu, memori, dan aktivitas kognitif. Kemudian, sistem limbik akan bertanggung jawab merespon nyeri melalui dan perilaku, seperti kaitannya dengan perhatian, suasana hati, motivasi, serta pengolahan rasa nyeri.

Kata Kunci Pencarian: fisiologi nyeri,proses terjadinya rasa nyeri,fisiologis nyeri,fisiologi tentang nyeri,tempat persepsi rasa nyeri dimana?,fisologi nyee,proses rangsangan nyeri,proses terjadonya nyeri

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Proses Terjadinya Nyeri Menurut Fisiologi Nyeri"