Rekomendasi Terbaru Vaksinasi untuk Orang Dewasa

Vaksinasi, mungkin selama ini identik dengan pemberian perlindungan kesehatan untuk anak-anak. Tetapi, tidak hanya anak-anak, dan orang dewasa juga perlu mendapatkan . Vaksinasi ini telah memberi banyak bagi kesehatan masyarakat dengan yang umum terjadi dan kadang mematikan di masa lalu, termasuk polio, rubella, dan batuk rejan.

Vaksinasi untuk Orang Dewasa - www.kompasiana.com

Vaksinasi untuk Orang Dewasa - www.kompasiana.com

Menurut CDC, orang dewasa harus mempertimbangkan untuk menerima vaksinasi yang dapat mencegah influenza (terutama ketika musim hujan/dingin), tetanus, pneumonia bakteri tertentu (disebut pneumococcal pneumonia), sinanaga, dan meningitis. Selain itu, orang dewasa juga harus mendapatkan vaksin untuk mencegah sejumlah infeksi jika tidak diterima selama masa kanak-kanak. Contohnya termasuk vaksin MMR (untuk campak, gondok, dan rubella), HPV (human papilloma virus), cacar air, dan hepatitis.

Rekomendasi Vaksin Baru

Ada beberapa rekomendasi baru yang berkaitan dengan vaksin untuk orang dewasa, vaksin untuk penyakit gondok misalnya. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus gondok telah melonjak di AS. Pada tahun 2015, ada sekitar 1.300 kasus yang dilaporkan. Setahun berikutnya, jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 6.300 kasus. Dan, per November 2017, lebih dari 4.600 kasus didiagnosis.

Kampus dan perguruan tinggi sangat rentan terhadap wabah ini. Gondok mengganggu kelulusan di Harvard University pada tahun 2016, dan baru-baru ini di Universitas Syracuse, University of Missouri, SUNY New Paltz, dan Tufts University. Pihak kesehatan AS belum melihat angka seperti ini sejak imunisasi campak-gondok-rubela dimulai pada tahun 1970-an.

memuat...

Meskipun gondok biasanya lebih merupakan daripada penyakit serius, dalam beberapa kasus, hal itu dapat menyebabkan pendengaran, ensefalitis (radang otak), dan bahkan kematian. Kenaikan kasus gondok tidak harus karena orang tidak mendapatkan vaksinasi yang dianjurkan. Faktanya, perlindungan yang diberikan oleh vaksinasi cenderung berkurang seiring berjalannya waktu. Akibatnya, panel ahli merekomendasikan mereka yang berisiko tinggi terkena gondok.

Vaksin lainnya adalah untuk sinanaga atau herpes zoster. Ini adalah aktivasi cacar air kembali, jadi siapa pun yang menderita cacar air di masa lalu, memiliki risiko terkena penyakit ini. herpes zoster termasuk gatal, ruam terbakar di atas sepetak kulit yang berlangsung hingga 10 hari. Komplikasi meliputi kehilangan penglihatan (jika kulit di dekat mata terpengaruh), pneumonia, dan kronis di daerah ruam (disebut neuralgia pasca herpes). Herpes zoster cenderung terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.

Sejak tahun 1995 silam, vaksinasi telah tersedia untuk cacar air, jadi kejadian herpes zoster harus turun drastis di generasi mendatang. Namun, pada tahun 2006, vaksin tersebut disetujui untuk mencegah herpes zoster bagi mereka yang sudah terkena cacar air. Lebih dari 20 juta orang AS telah menerima vaksin ini.

Kemudian, pada bulan Oktober 2017, CDC menyetujui vaksin herpes zoster baru dan lebih efektif yang disebut Shingrix. Panel ahli merekomendasikan agar orang berusia di atas 50 tahun mendapatkan vaksin herpes zoster baru ini. Sebagai langkah selanjutnya, CDC akan meninjau rekomendasi ini dan mengeluarkan pedoman tersendiri.

Melacak Vaksinasi

Sulit untuk mengingat vaksinasi mana yang sudah Anda peroleh dan kapan. Dokter perawatan primer Anda harus menyimpan daftar riwayat hidup Anda. Tetapi, ada baiknya menyimpan daftar Anda sendiri. Setiap kali Anda mendapatkan vaksinasi, taruh di ponsel cerdas Anda atau simpan rekaman terbaru di komputer Anda. Ada juga aplikasi dan program yang bisa mempermudah penyimpanan daftar ini.

Penting:   Berbagai Jenis Obat untuk Sakit Tipus (Demam Typhoid)
author

Leave a reply "Rekomendasi Terbaru Vaksinasi untuk Orang Dewasa"