Risiko Mengemudi Kendaraan untuk Orang dengan Dementia

Dementia (demensia), atau Alzheimer, mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan yang satu ini. Demensia adalah sebuah sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan otak, seperti berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir, berkurangnya kemampuan memahami sesuatu, hingga menurunnya kecerdasan . Sindrom ini biasanya menyerang orang lansia berusia di atas 65 tahun.

Dementia - www.dementia.org

Dementia - www.dementia.org

Penderita dementia sering kehilangan kemampuan tertentu dan pengetahuannya yang telah didapatkan sebelumnya. Hal inilah yang terutama membedakan dengan kondisi lainnya yang memengaruhi pikiran. Dementia seringkali memengaruhi memori jangka pendek, pikiran, kemampuan berbicara, dan kemampuan motorik.

Merawat orang dengan dementia (atau penyakit Alzheimer) menyajikan berbagai tantangan. Pasangan, anggota , dan teman harus berurusan dengan perasaan kehilangan karena mereka tahu bahwa sebagian dari “pribadi” dari penderita dementia “telah pergi”. Mendukung orang yang dicintai dengan kegiatan sehari-hari dapat memakan waktu dan melelahkan. Dan, sulit untuk menyeimbangkan antara melindungi orang yang Anda rawat dan tetap menjaga kebebasan mereka.

Salah satu masalah paling sulit bagi pengasuh untuk bernegosiasi dengan orang-orang dengan dementia adalah tentang mengemudi. Pasalnya, konsekuensi yang harus diambil ketika salah di belakang kemudi dapat mematikan. Keputusan apakah aman atau tidak ketika mengemudi bakal menjadi rumit, terutama ketika orang tersebut hanya sedikit terganggu. Beberapa orang percaya bahwa hak mengemudi tidak harus diambil sampai yang bersangkutan benar-benar tidak aman. Masalahnya, bagaimana mengidentifikasi aman atau tidaknya seorang driver sebelum kecelakaan terjadi?

memuat...

Seperti diketahui, mengemudi membutuhkan kemampuan koordinasi antara mata, otak, dan untuk memproses informasi dan melakukan reaksi yang cepat. Keterampilan mengemudi saja mungkin tidak akan cukup hingga terjadi situasi yang tidak terduga yang dapat membuat seseorang dengan dementia panik atau bimbang.

Salah satu untuk mengukur risiko adalah mengamati perilaku umum seseorang. Jika teman-teman dan keluarga melihat orang terdekat dengan dementia tidak memiliki perhatian dengan apa yang terjadi di sekitar dia, kejanggalan, dan reaksi lambat atau tidak pantas, maka orang tersebut tidak harus berada di belakang kemudi.

Idealnya, pendekatan yang bijaksana dan respectful akan menjaga seseorang dengan dementia untuk bisa tetap mengemudi. Beberapa orang lainnya mungkin setuju untuk berhenti mengemudi karena alasan lain, misalnya kebutuhan perbaikan mobil atau masa berlaku lisensi atau SIM telah berakhir. Anda juga dapat memilih untuk melakukan tes jalan dengan spesialis rehabilitasi pengemudi, yang dapat menawarkan penilaian independen tentang keselamatan. Pasalnya, orang dengan penyakit Alzheimer kadang-kadang menganggap serius resep tertulis dari dokter yang mengatakan “jangan mengemudi”.

Di beberapa negara, dokter memiliki kewajiban hukum untuk melaporkan driver yang tidak aman dan driver dengan masalah tertentu ke pihak yang bertanggung jawab mengenai lisensi kendaraan bermotor. Jika semuanya gagal, Anda mungkin perlu mencari nasihat dari seorang pengacara atau seorang pejabat Departemen Keamanan Publik di negara Anda. Prosedur bervariasi, tetapi umumnya SIM dapat ditangguhkan atas dasar pernyataan tertulis seorang dokter.

Penting:   Konsumsi Suplemen Vitamin Berlebihan Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
author

Leave a reply "Risiko Mengemudi Kendaraan untuk Orang dengan Dementia"