Rokok Elektronik, Bantuan atau Bahaya?

No comment 286 views

Sudah banyak himbauan yang menyatakan bahwa merokok memiliki dampak buruk bagi . Jika awalnya merokok disebut sebagai utama penyakit kanker, impotensi, gangguan kelainan jantung dan janin, maka kini merokok disebut sebagai utama kematian.

Rokok Elektronik - health.kompas.com

Rokok Elektronik - health.kompas.com

Namun, peringatan tersebut tidak serta-merta membuat para perokok aktif berhenti dari kebiasaan mereka. Bahkan, untuk menghindari risiko yang lebih tinggi, para perokok ini kemudian beralih ke penggunaan rokok elektronik atau e-rokok. Mereka berdalih, dampak yang ditimbulkan e-rokok jauh lebih rendah dibandingkan rokok konvensional. Bahkan, mereka yang awalnya tidak merokok, malah ikut-ikutan mengisap rokok elektronik ini.

Tentang manfaat atau bahaya rokok elektronik memang telah menjadi perdebatan sejak rokok jenis ini pertama kali diperkenalkan. Rokok elektronik sendiri hadir dalam berbagai bentuk. Beberapa terlihat seperti rokok kebanyakan, lainnya mirip pipa atau cerutu, sementara yang berbeda malah menyamarkan diri sebagai pena atau barang-barang lainnya yang lebih dapat diterima secara sosial.

Penting:   Terapi Perawatan di Rumah untuk Anak yang Mengalami Diare

Apa pun bentuknya, rokok elektronik ini dibangun dengan elemen pemanas yang dioperasikan dengan baterai, cartridge yang mengandung nikotin dan kimia lainnya, serta alat penyemprot yang mengubah kimia tersebut menjadi uap inhalable. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine menyimpulkan bahwa rokok elektronik dapat membantu perokok untuk berhenti.

memuat...

Namun, studi terbaru dari FDA di Selandia Baru dan Yunani memunculkan kekhawatiran tersendiri untuk rokok elektronik. Ada tiga alasan utama yang berkaitan dengan bahaya rokok elektronik. Pertama, dosis nikotin yang disampaikan dengan setiap kepulan dapat bervariasi secara substansial. Analisis FDA mencatat dosis nikotin antara 26,8 hingga 43,2 mikrogram per tiupan. Nikotin juga terdeteksi dalam produk berlabel bebas nikotin.

Penting:   Definisi & Gejala Kanker Ovarium, Kanker Ovarium Adalah …

Kedua, rokok elektronik mengandung berbagai bahan kimia lainnya, termasuk dietilen glikol (zat yang sangat beracun), berbagai nitrosamin (karsinogen kuat yang ditemukan dalam tembakau), dan setidaknya empat bahan kimia lainnya yang dicurigai berbahaya bagi manusia. Yang pasti, dosis senyawa ini umumnya lebih kecil dari yang ditemukan pada asap rokok konvensional, meski tidak nol.

Ketiga, dengan mensimulasikan pengalaman rokok, rokok elektronik mungkin mengaktifkan kembali kebiasaan di kalangan mantan perokok. Mereka juga bisa menjadi pintu gerbang ke penyalahgunaan tembakau untuk orang-orang muda yang belum ketagihan.

Memang, kita masih memerlukan studi ilmiah lebih lanjut mengenai e-rokok. Hingga saat itu, para konsumen disarankan tetap berhati-hati dan menyadari bahwa ada yang lebih baik dan lebih aman untuk berhenti merokok. Strategi yang paling efektif melibatkan penggunaan pengganti nikotin atau bersama dengan semacam konseling atau dukungan, baik secara langsung, melalui telepon, atau bahkan melalui pesan teks.

Penting:   Titik Pijat Refleksi untuk Mengatasi Sakit Gigi
author

Leave a reply "Rokok Elektronik, Bantuan atau Bahaya?"