Seluk-beluk KODE ETIK Profesi Dokter Gigi

No comment 1715 views

Tiap pastilah dilandasi oleh etika, tak terkecuali seorang . Etika dalam berprofesi sebagai gigi merupakan satu tingkah laku konkrit dan pelaksanaan tanggung jawab pribadi gigi dalam melaksanakan rasa kemanusiaan terhadap penderitanya, terutama berkaitan dengan keselamatan kepentingan penderita, dan perlindungan pada gigi.

dokter gigi - www.saveupdata.com

dokter gigi - www.saveupdata.com

Kata Etik berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘Ethicos’ yang berarti ‘moral’ dan  ‘ethos’ yang berarti ‘karakter’ atau ’kebiasaan’. Secara harfiah, Etika diartikan sebagai falsafah moral yang mengukur norma atau nilai yang benar dan dari perilaku dan perikehidupan yang harus berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan dari etik profesi itu sendiri adalah sebagai berikut:

Penting:   Studi Terbaru: Gangguan Tidur Tingkatkan Risiko Alzheimer

1.    Menjaga kehormatan dan profesi.

2.    Merupakan tata tertib, hubungan baik antara teman sejawat dan profesi.

3.    Mencegah orang tidak baik masuk ke profesi.

4.    Mencegah pihak luar campur tangan dalam intern profesi.

etika kedokteran gigi mengajarkan tentang etika profesi dan prinsip moral kedokteran yang dianjurkan untuk diberikan sejak tahun pertama kedokteran gigi. etika ini mencakup pemberian lebih ke arah tools dan membuat keputusan etik, memberikan banyak pelatihan, dan lebih banyak dipaparkan dalam berbagai situasi kondisi etik-klinik tertentu, sehingga cara berpikir etis tersebut diharapkan menjadi bagian pertimbangan dari pembuatan keputusan sehari-hari.

memuat...

Kedokteran Gigi bersifat sosial, artinya para dokter gigi mutlak harus mengutamakan kepentingan masyarakat yang membutuhkan pertolongan diatas kepentingan lainnya. Sifat sosial kedokteran gigi ini juga diatur dalam Kode Etik Kedokteran Gigi. Sejak disumpah untuk menjalankan praktik profesinya, setiap Dokter Gigi wajib mematuhi Kode Etik tersebut.

Penting:   Pengobatan dan Terapi untuk Mengatasi Nyeri pada Penderita Scoliosis

Prinsip-prinsip etika kedokteran gigi tidak jauh berbeda dengan etika kedokteran pada umumnya yang berdasar pada bioetika, diantaranya:

  • Prinsip Beneficence (berbuat baik).

  • Prinsip Non-maleficence (melarang untuk tidak berbuat buruk).

  • Prinsip Otonomi (menghormati hak pasien).

  • Justice (moral, keadilan).

  • Fairness (tidak boleh membedakan status).

Prinsip-prinsip tadi diambil dari landasan etik kedokteran yang terbentuk dari beberapa unsur, mencakup:

1. Sumpah Hippokrates (460-377 SM)

2. Deklarasi Geneva (1948)

3. International Code of Medical Ethics (1949)

4. Lafal sumpah dokter Indonesia (1960)

5. Kode etik kedokteran Indonesia (1983)

6. Deklarasi ikatan dokter sedunia atau World Medical Association (WMA), antara lain:

  • Deklarasi Geneva tentang lafal sumpah dokter (1948).

  • Deklarasi Helsinki tentang riset klinik (1964).

  • Deklarasi Sydney tentang saat kematian (1968).

  • Deklarasi Oslo tentang pengguguran kandungan atas indikasi medik (1970).
  • Deklarasi Tokyo tentang penyiksaan (1975).
Penting:   Ketan Hitam, Obat Sakit Gula Darah yang Tak Disangka-sangka

Kata Kunci Pencarian: Dokter gigi,gambar profesi dokter gigi

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Seluk-beluk KODE ETIK Profesi Dokter Gigi"