Studi: Kasus Penyakit Hati Berlemak Makin Meningkat

No comment 268 views

Berita yang menyebutkan bahwa Wakil Ketua Parlemen Singapura, Charles Chong, harus menjalani hati pada bulan Desember 2016 mengejutkan banyak orang di negara tersebut. Tiga tahun sebelumnya, anggota MP untuk Punggol East berusia 63 tahun ini memang telah didiagnosis menderita non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) atau hati berlemak non-alkohol, steatohepatitis, namun tidak tercium oleh publik dan media.

Penyakit Hati Berlemak - tokoherbaltasik.com

Penyakit Hati Berlemak - tokoherbaltasik.com

NAFLD sendiri adalah istilah yang sebenarnya belum terlalu familiar bagi kebanyakan orang. Namun, sebuah studi yang baru-baru ini dirilis oleh dokter SingHealth menemukan bahwa kasus NAFLD telah meningkat di Singapura, dan mungkin juga memengaruhi separuh orang dewasa di negara kota tersebut. Hal ini dapat membuat lebih banyak orang berisiko mengalami hati atau , yang sebelumnya kebanyakan disebabkan oleh hepatitis atau penggunaan alkohol dalam dosis tinggi.

Profesor Pierce Chow, dokter ketua dalam penelitian tersebut, mengatakan bahwa tingkat NAFLD di Singapura bisa lebih tinggi daripada rata-rata orang Asia, dengan sekitar 30 persen menyerang orang dewasa. Meski demikian, penyakit ini belum jelas, namun penderita NAFLD cenderung memiliki kadar hipertensi dan kadar kolesterol tinggi, risiko yang sama untuk penyakit jantung, diabetes, dan .

memuat...

Studi tersebut mengamati pasien Singapore General Hospital yang menjalani operasi untuk mengeluarkan kantung empedunya, organ berbentuk pir yang berada di sebelah hati, dalam rentang periode 2001 sampai 2004 dan 2011 sampai 2014. Dari pemindaian pra-operasi dari kelompok sebelumnya yang terdiri dari 127 pasien, 40 persen di antaranya ternyata memiliki NAFLD. Sepuluh tahun kemudian, 57 persen dari 99 pasien memiliki risiko ini. Lebih banyak pasien di kelompok yang terakhir juga memiliki kadar kolesterol tinggi, yaitu 46 persen berbanding 19 persen.

Penelitian yang dipublikasikan secara online pada tanggal 20 Desember lalu sebelum versi cetak oleh Singapore Medical Journal, mengatakan bahwa ini adalah ‘peningkatan yang signifikan’. Mereka mengatakan bahwa intervensi diperlukan untuk mencegah pengembangan NAFLD ke penyakit hati yang lebih lanjut seperti sirosis hati (pengerasan) dan hepatocellular carcinoma atau kanker hati.

Prof. Chow mengatakan bahwa penyakit hati berlemak merupakan kekhawatiran yang kini berkembang di banyak negara maju yang menghadapi peningkatan obesitas. Di Amerika Serikat, NAFLD adalah penyebab paling umum ketiga dari kanker hati setelah hepatitis dan penyakit hati alkoholik. Sayangnya, karena tidak memiliki gejala, NAFLD susah didiagnosis sampai banyak kerusakan yang telah dilakukan penyakit tersebut.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa semakin gemuk orang tersebut, semakin tinggi pula risiko memiliki penyakit hati berlemak. Orang India juga tampaknya berisiko tinggi. Menurut National University Hospital, yang melakukan sebagian besar transplantasi hati di sini, penyebab umum kegagalan hati meliputi hepatitis B, sirosis, kanker, dan penyakit autoimun. Ada sekitar 60 orang yang menunggu transplantasi hati, sekitar lima kali lipat dari 10 tahun yang lalu. Tahun lalu, 38 orang harus melakukan transplantasi hati.

Kata Kunci Pencarian: Link jurnal studi kasus kolestrerol

Penting:   Berapa sih biaya USG 4 Dimensi, dan Apa Kegunaannya?
author

Leave a reply "Studi: Kasus Penyakit Hati Berlemak Makin Meningkat"