Studi Terbaru: Pola Pikir Terkait Erat dengan Risiko Kematian

Mulai detik ini, Anda mungkin harus mempertimbangkan dengan baik mengenai hal-hal positif yang perlu Anda pikirkan. Pasalnya, Jurnal Health Psychology pada bulan Agustus 2017 menerbitkan sebuah studi ilmiah yang menarik yang menunjukkan bahwa seberapa bugar Anda berpikir memengaruhi risiko kematian Anda.

Pola Pikir - www.dream.co.id

Pola Pikir - www.dream.co.id

Periset di Stanford University memeriksa yang dikumpulkan oleh Pusat Statistik Nasional (bagian dari Centers for Disease Control and Prevention) antara tahun 1990 sampai 2011, termasuk tanggapan kuesioner, demografi, riwayat medis, pemeriksaan , dan data aktivitas lebih dari 60.000 orang yang sangat beragam. Orang-orang diminta untuk menilai seberapa aktif mereka menganggapnya, dibandingkan dengan teman sebayanya. Aktivitas sukarelawan studi tersebut diukur dalam tiga cara, yaitu:

  • seberapa sering, berapa lama, dan seberapa intens mereka berpartisipasi dalam daftar kegiatan yang panjang;
  • gerakan yang diukur dengan memakai akselerometer selama seminggu; dan
  • berapa banyak pekerjaan fisik sehari-hari mereka, baik di tempat atau di rumah mereka.

Periset pun memperhitungkan berbagai ukuran kesehatan, yang mencakup seberapa pola pikir peserta, kondisi medis dengan risiko tinggi (seperti tekanan tinggi, diabetes, kondisi , stroke, dan kolesterol), cacat, status merokok, indeks massa tubuh, berapa hari dalam satu tahun terakhir mereka tidur, dan kesehatan mental (termasuk tingkat ).

memuat...

Selain itu, daftar rincian demografis yang mengesankan juga dicatat, termasuk jenis kelamin, usia, ras/etnis, status perkawinan, , lingkungan (perkotaan atau pedesaan), pekerjaan, pendapatan rumah tangga tahunan, dan akses terhadap perawatan medis. Terakhir, data responden terkait dengan National Death Index dengan beberapa responden diikuti selama 21 tahun.

Para peneliti menganalisis data dengan berbagai cara, termasuk mengoreksi semua faktor penting lainnya yang juga dapat memengaruhi kesimpulan mereka. Hasilnya ternyata mengejutkan. Tidak peduli bagaimana mereka menjalankan angka, jika orang mengira mereka ‘jauh lebih tidak aktif’ daripada teman sebayanya, ini dikaitkan dengan risiko kematian yang signifikan secara statistik, setidaknya 18% bila dibandingkan dengan populasi sampai 71% lebih tinggi bila dibandingkan dengan orang yang mengira mereka ‘lebih aktif’.Sekali lagi, ini terlepas dari aktivitas fisik aktual atau faktor risiko kesehatan lainnya (merokok, kelebihan berat badan, dl.).

Temuan ini didukung oleh penelitian sebelumnya dari salah satu penulis. Dia mempelajari 84 wanita yang pekerjaannya sangat aktif. Setengah dari wanita diberitahu bahwa apa yang mereka lakukan untuk bekerja sangat aktif, cukup aktif untuk memenuhi tingkat olahraga yang direkomendasikan. Setengah lainnya mendapat ceramah tentang aktivitas fisik dan rekomendasi , namun tidak ada yang mengatakan kepada mereka bahwa mereka cukup aktif. Menariknya, setelah hanya empat minggu, tidak hanya wanita yang diinformasikan melaporkan bahwa mereka lebih aktif, mereka juga mengalami penurunan berat badan, tekanan darah, lemak tubuh, rasio pinggang-panggul, dan indeks massa tubuh.

Penulis kemudian menawarkan tiga penjelasan mengenai penelitian ini. Pertama, pola pikir kita memengaruhi aktivitas kita dan jika kita merasa seperti kita aktif, maka kita akan hidup seperti itu, atau sebaliknya. Kedua, jika kita merasa kurang aktif dibandingkan orang lain, maka kita akan stres dan depresi. Ketiga, terdapat efek plasebo, dengan apa yang kita harapkan memiliki pengaruh besar, tidak hanya tentang bagaimana kita merasa, melainkan juga sejumlah tindakan lainnya.

Penting:   Terapi Radiasi : Manfaat dan Efek Sampingnya bagi Penderita Kanker
author

Leave a reply "Studi Terbaru: Pola Pikir Terkait Erat dengan Risiko Kematian"