Tahi Lalat Berisiko Kembangkan Melanoma?

No comment 137 views

Banyak yang berpendapat bahwa melanoma bisa diawali dari tahi lalat. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa tahi lalat bukan tempat yang paling mungkin menjadi dari melanoma yang mematikan. Sebaliknya, lebih dari dua per tiga kulit mematikan terjadi dari lesi baru.

Melanoma - en.wikipedia.org

Melanoma - en.wikipedia.org

Sebuah tinjauan yang diterbitkan pada tanggal 29 Agustus 2017 di Journal of American Academy of Dermatology menunjukkan bahwa hanya 29 persen kanker kulit yang dimulai dari pasien tahi lalat, sedangkan 71 persen sisanya muncul sebagai lesi baru pada kulit. Tinjauan ini terdiri dari 38 penelitian yang melibatkan lebih dari 20 ribu pasien dengan melanoma.

“Pasien dan harus sadar bahwa kulit tanpa tahi lalat lebih memiliki risiko untuk mengembangkan melanoma,” papar dr. Riccardo Pampena, yang meneliti bersama unit dermatologi dan kanker kulit di Arcispedale Santa Maria Nuova, Ricovero e Cura a Carattere Scientificodi di Reggio Emilia di Italia. “Melanoma yang timbul sendiri juga cenderung lebih agresif daripada melanoma yang terkait dengan tahi lalat, menunjukkan dua keganasan mungkin berbeda.”

Pampena menambahkan bahwa dermatologis harus selalu melakukan pemeriksaan kulit lengkap dan menindaklanjuti tahi lalat atipikal. Bukan hanya tahi lalat, menurut Pampena, tetapi juga seluruh permukaan tubuh harus dipantau oleh dokter dan pasien.

Sementara itu, dr. Victoria Sharon, seorang ahli dermatologi di Northwell Health di Manhasset, N.Y., sepakat bahwa pasien perlu mencari tahi lalat baru, karena kebanyakan melanoma tidak berasal dari yang sudah ada. “Meskipun penting untuk memeriksa tahi lalat yang ada, sangat penting juga untuk memeriksa kulit Anda mengenai lesi mencurigakan yang baru,” kata Sharon.

memuat...

“Apakah melanoma muncul dari tahi lalat yang ada telah menjadi area kontroversi,” timpal dr. Doris Day, seorang dermatolog di Lenox Hill Hospital di New York City. “Beberapa orang mengatakan bahwa tahi lalat yang ada seperti kulit lainnya dan bukan pre-kanker, tetapi kita tahu bahwa melanoma bisa timbul pada tahi lalat yang sudah ada sebelumnya.”

Meskipun cara terbaik untuk menemukan kanker kulit adalah memeriksa kulit Anda, tetapi menurut Day, pasien sering salah memahami apa yang mereka lihat. “Sebagai seorang dermatologis, saya memiliki kriteria digunakan untuk mengevaluasi bintik-bintik cokelat yang sudah ada atau baru untuk menentukan apakah mereka adalah sesuatu yang telah ada sejak kecil dan baik-baik saja atau apakah mereka baru dan saya perlu melakukan sesuatu untuk itu,” sambung Day.

“Orang harus memeriksa kulit mereka untuk mencari perubahan,” lanjut Day. “Mereka perlu tahu mengenai kulit mereka sendiri. Jika mereka melihat sesuatu yang terlihat baru atau berbeda, mereka perlu menunjukkannya kepada dokter kulit mereka.”

Day pun merekomendasikan pemeriksaan kulit tahunan oleh dokter kulit untuk mencari masalah potensial. Dirinya juga menyarankan untuk memiliki seseorang, seperti teman atau pasangan, guna melihat Anda, dan Anda bisa melihat fotonya. “Untuk mencegah kanker kulit, Anda harus ‘sun-smart’. Itu dimulai dengan menjaga diri Anda tertutup saat Anda berada di bawah sinar matahari,” katanya.

Penting:   Suplemen Melatonin, Amankah untuk Bantuan Tidur?
author

Leave a reply "Tahi Lalat Berisiko Kembangkan Melanoma?"