Terapi dan Pengobatan pada Penderita Tetanus

No comment 1470 views

Tetanus memiliki jeda sekitar 14 hari mulai dari paparan atau kontaminasi awal hingga munculnya pertama. Masa ini disebut masa dari Tetanus Neurotoksik. Tetanus pada dasarnya tidak memungkinkan penularan dari satu orang ke orang lain, kecuali mereka memiliki luka terbuka yang terkontaminasi oleh spora bakteri dari penderita lain dan berkembang menjadi .penderita-tetanus

Pada periode awal, yakni sejak hari pertama hingga hari ke-7, penderita tetanus akan mengalami kejang yang bertahap (progresif) akibat penyebaran toksin (racun) tetanus di sekitar daerah luka. Kejang ini akan meluas hingga mengakibatkan kontraksi di seluruh tubuh secara terus-menerus. Pada tahapan ini, penderita akan mengalami beberapa gejala penyerta seperti gelisah, sakit kepala, dan emosi yang tidak stabil.

Penting:   10 Obat Alami untuk Menyembuhkan Influenza (Flu)

Tetanus Neurotoksik menyebabkan otot-otot menjadi kaku dan kejang secara terus menerus. Kontraksi otot ini dapat menyebabkan rahang penderitanya menjadi tak bisa digerakkan, atau yang biasa diistilahkan sebagai lockjaw atau ‘trismus’. Kejang otot ini semakin berbahaya ketika mulai mempengaruhi otot pernapasan yang pada akhirnya menyebabkan penderitanya kesulitan untuk bernapas dan mengarah pada kematian.

Terapi & Tetanus

Hingga saat ini, belum ada obat yang dikhususkan untuk mengobati tetanus. Pengobatan untuk penderita tetanus  terdiri dari tindakan perawatan luka, obat untuk meredakan gejala, serta perawatan suportif.

Pada dasarnya, prinsip pengobatan tetanus adalah dengan membunuh bakteri sumber infeksi, menghentikan produksi toksin, menetralkan efek, dan mengendalikan kejang otot penderitanya. Pengobatan ini bisa dilakukan dengan menggunakan antibiotik serta dan drainase yang dilakukan dengan benar di sakit. Selain itu, pasien harus selalu dimonitor terkait tanda-tanda pernapasannya.

Penting:   Terapi Perilaku dan Pengobatan untuk Mengatasi Gejala ADHD
memuat...

Perawatan Luka

Tindakan pembersihan luka pada penderita tetanus sangat penting untuk mencegah pertumbuhan spora tetanus. Tindakan ini dilakukan dengan membersihkan kotoran, benda asing, serta jaringan mati pada luka.

Pengobatan

Antitoksin. Obat-obatan antitoksin tetanus dapat meringankan gejala tetanus immune globulin, namun obat ini hanya bereaksi pada racun yang belum terikat oleh jaringan .

Antibiotik. Dokter biasanya akan memberikan antibiotik dalam bentuk oral atau suntikan pada penderita tetanus.

Vaksin. Pernah menderita tetanus tidak membuat Anda kebal pada bakteri serupa, itulah sebabnya Anda perlu mendapatkan vaksin tetanus setelah terkena tetanus.

Obat penenang. Dokter akan memberikan obat penenang pada pasien untuk mengontrol kejang otot yang dialaminya.

Penting:   Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Depresi Postpartum

Obat-obatan lain. Selain keempat obat tadi, ada beberapa obat lain yang juga diperlukan oleh penderita Tetanus, diantaranya seperti magnesium sulfat dan beta blockers untuk membantu mengatur aktivitas otot tak sadar (detak jantung dan pernapasan), serta Morfin sebagai obat penenang.

Terapi suportif

Untuk pulih dari infeksi tetanus, penderita membutuhkan waktu yang relatif cukup lama untuk pengobatan dan perawatan intensif. Efek pernapasan dangkal dari konsumsi obat penenang membuat penderita Tetanus memerlukan bantuan alat ventilator untuk sementara waktu.

Kata Kunci Pencarian: antibiotik utk penderita tetanus,Terapi suportif pada tetanus,Terapi untuk tetanus

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Terapi dan Pengobatan pada Penderita Tetanus"