Terapi Komplementer untuk Penderita Parkinson

No comment 1797 views

Penyakit Parkinson terjadi akibat degenerasi sel saraf secara bertahap pada otak bagian tengah yang berfungsi mengatur pergerakan tubuh. kebanyakan penderita Parkinson akan menunjukkan gejala tremor atau gemetaran, susah bergerak, serta susah berbicara.

Penderita Parkinson - carapengobatanparkinson.blogspot.com

Penderita Parkinson - carapengobatanparkinson.blogspot.com

Pengobatan medis untuk pasien Parkinson umumnya hanya berfokus untuk mengurangi dan memperbaiki kerusakan sel saraf yang telah terjadi. Untuk mengembalikan kemampuan motorik pasien, diperlukan suatu usaha yang disebut terapi komplementer. Tak hanya melibatkan dan perawat di rumah sakit, terapi komplementer juga membutuhkan dukungan keluarga untuk meningkatkan prognosis kesembuhan pasien.

Terapi komplementer untuk penderita Parkinson secara umum  dibagi menjadi 3 jenis, yakni Terapi Wicara, Terapi , dan Terapi Okupasi.

Penting:   Tips Simpel Atasi Keengganan Latihan Olahraga

Terapi Wicara

Terapi Wicara adalah terapi yang melibatkan unsur terapi dalam percakapan atau penggunaan bahasa. Terapi ini dilakukan dengan mendiagnosa, mengobati, dan mengevaluasi gangguan komunikasi pada pasien, juga dengan memperhatikan kemampuan menelan serta komunikasi pasien secara kognitif.

Kebanyakan pasien Parkinson mengalami kesulitan bicara, bahkan terkadang berubah menjadi gagap. Beberapa diantaranya juga mengalami kesulitan saat hendak menelan .

memuat...

Terapi Bicara untuk penderita Parkinson dilakukan dengan beberapa arahan, diantaranya :

  • Meningkatkan volume suara.

  • Meningkatkan pengucapan kata.

  • Meningkatkan kejelasan bicara (artikulasi).

  • Memperbaiki masalah kesulitan menelan pasien dengan mengevaluasi dan menerapkan kombinasi yang telah dimodifikasi.

  • Meningkatkan komunikasi nonverbal, misalnya ekspresi wajah.

Terapi fisik

Terapi fisik dilakukan dengan tujuan untuk mengembalikan fungsi, meningkatkan mobilitas, mengurangi rasa sakit, serta atau membatasi cedera atau cacat fisik permanen pada pasien. Kegiatan ringan yang diajarkan meliputi kegiatan sehari-hari seperti bangun dari tempat , bangun dari kursi, kelar masuk mobil, dan berjalan.

Penting:   Nyeri Perut Bawah dan Vagina di Saat Hamil Muda, Apa Penyebabnya?

Terapi fisik pada pasien Parkinson dilakukan dengan beberapa tujuan khusus, yakni :

  • Meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan kontrol pada gerakan.

  • Meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, dan gaya berjalan.

  • Mencegah pasien dari risiko kedinginan dan jatuh.

  • Mengembangkan setiap hari untuk menjaga agar pasien tetap bergerak.

Terapi Okupasi

Terapi okupasi berfokus agar pasien dapat kembali melakukan aktifitas hariannya secara mandiri. Metode-metode yang diajarkan pada pasien Parkinson dalam terapi okupasi mencakup cara makan, mandi, berpakaian, serta hal-hal lain seperti menggunakan gadget dan komputer.

Kata Kunci Pencarian: bisakah penderita parkinson mandiri

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Terapi Komplementer untuk Penderita Parkinson"