Terapi Non Farmakologi untuk Penderita Asma

No comment 1618 views

Dalam pengobatan , ada hal-hal yang sebaiknya dilakukan oleh asma daripada hanya dengan sekedar minum . Hal-hal tersebut digolongkan dalam non farmakologi dan telah terbukti secara ilmiah dapat membantu meringankan asma pada penderitanya. Terapi ini juga mampu meminimalisir kemungkinan terjadinya kekambuhan asma pada penderita di kemudian hari.penderita-asma

Beberapa hal yang termasuk dalam terapi non farmakologi untuk penderita asma adalah dengan mempraktekkan pernapasan khusus, menghindari pemicu asma, olahraga teratur, menjaga pola makan, tidak merokok, serta menjalani sesi pengobatan komplementer untuk mengoptimalkan efek pengobatan.

pernapasan

Penderita asma dianjurkan untuk mengikuti sesi latihan pernapasan seperti yoga yang dapat memberikan efek relaksasi. Latihan Yoga teratur mampu membantu penderita asma bernapas dengan lebih tenang dan terkendali ketika serangan asma terjadi.

Penting:   Terapi Pengobatan dan Perawatan untuk Penderita Dispepsia

Olahraga dan latihan fisik teratur

Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu mengoptimalkan kinerja jantung dan paru-paru. Hal ini akan berpengaruh pada peningkatan penyerapan oksigen dalam sejumlah udara yang dihembuskan ketika Anda bernapas. Itulah mengapa, olahraga teratur justru sangat diperlukan oleh penderita asma.

memuat...

Banyak orang beranggapan bahwa asma justru dipicu oleh kelelahan akibat aktifitas yang berlebihan. Padahal kenyataannya, olahraga mampu mengurangi gejala asma dalam jangka panjang jika dilakukan secara teratur.

Menghindari pemicu alergi

Penderita asma sebaiknya tidak melakukan kontak dengan benda-benda yang dapat memicu terjadinya kekambuhan asma, seperti bulu binatang, tungau debu, serbuk sari bunga, asap, atau -makanan yang dapat memicu reaksi alergi.

Penting:   Sakit GERD? Ini dia Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Faktor Risikonya

Berhenti merokok

Rokok tembakau, dalam bentuk apapun, dapat memperburuk kondisi seseorang. Penderita asma cenderung lebih sensitif terhadap udara, sedangkan rokok mengandung zat-zat berbahaya seperti nikotin dan tar yang disebarkan melalui udara. Asap rokok juga mengandung logam berat dan pestisida yang dapat memicu penyempitan saluran udara pada penderita asma.

Kelebihan berat badan juga dapat memperparah kondisi asma seseorang. Orang-orang dengan BMI di bawah 30 terbukti dapat mengontrol asma dengan lebih baik dibanding mereka yang cenderung lebih gemuk.

Pengobatan komplementer

Telah banyak jenis terapi komplementer yang diklaim dapat meringankan asma, beberapa diantaranya termasuk  Homeopati, produk jamu, obat-obatan Cina (TCM), perawatan tradisional seperti akupuntur, hingga teknik memperbaiki postur dan pernapasan seperti pada Teknik Alexander.

Penting:   Jumlah Penderita Diabetes Indonesia Terbesar ke-7 Dunia, ini Datanya!

Kata Kunci Pencarian: terapi non farmakologi asma,tetapi non farmakologi asma,non farmakologis asma,nonfarmakologi penyakit asma,pengobatan farmakologis peyakit asma,pengobatan non f,terapi non farmakologis asma,terapi non farmoakologi asma

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Terapi Non Farmakologi untuk Penderita Asma"