Terapi Pengobatan untuk Penderita Dispepsia

2 comments 4188 views

Dispepsia

Dispepsia adalah suatu kondisi yang mengacu pada kondisi tidak nyaman pada bagian perut, seperti munculnya rasa kembung dan sebah yang biasanya juga diserta dengan gejala mual dan bersendawa. Meskipun kerap kali diartikan sama dengan maag, sebenarnya dyspepsia justru lebih luas cakupannya, yakni meliputi berbagai pencernaan seperti Gastritis, Ulkus peptikum, kanker perut, GERD (Gastro-Esophangeal reflux Disease), asam berlebih (Hyperacidity), dan masih banyak lagi lainnya.

Terapi pengobatan dispepsia sangat bervariasi, bergantung pada penyebabnya dan separah apa gejala yang dimunculkannya. Tindakan terapi terdiri dari pemberian medikasi dan pengaturan ulang mengenai diet dan gaya hidup.

Diet dan Perubahan gaya hidup

Penting:   Obat-obatan untuk Sakit Pinggang bagian Belakang

Kelebihan menempatkan lebih banyak tekanan pada perut Anda, sehingga memungkinkan untuk lebih mudah terjadinya reflux asam lambung kembali ke kerongkongan. Hal inilah yang menjadi penyebab paling umum dari gangguan pencernaan.

Berhenti merokok

Bahan dalam asap rokok yang terhirup dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan. Bahan ini dapat menyebabkan cincin otot yang memisahkan esophagus dan lambung menjadi lebih rileks, hingga meningkatkan peluang terjadinya refluks asam.

Pantangan makanan & Minuman

memuat...

Seorang penderita dyspepsia disarankan untuk mengurangi makanan pedas dan berlemak, minuman bersoda dan berkafein, serta sama sekali menghentikan konsumsi .

Tempatkan posisi kerongkongan lebih tinggi dari lambung ketika tidur

Penting:   Obat Pereda Rasa Sakit, Asetaminofen atau Obat Anti-inflamasi (NSAID)?

Seorang penderita dyspepsia sebaiknya memperhatikan posisi tidurnya. Tempatkan beberapa bantal di belakang punggung agar posisi kerongkongan tertahan lebih tinggi dari lambung. Selain itu, usahakan untuk tidak makan minimal 3 jam sebelum tidur.

Hindari Stres

Perasaan stress atau cemas berkontribusi terhadap gangguan percernaan secara signifikan. Produksi asam lambung akan meningkat ketika seseorang mengalami stress.

Terapi Medikasi

Dokter biasanya akan meresepkan -obatan yang terdiri dari aspirin atau ibuprofen, antasida, alginate, dan beberapa lainnya.

Antasida

Antasida adalah obat yang dapat meringankan gejala gangguan pencernaan hingga sedang. Antasida bekerja dengan cara menetralkan asam lambung hingga tidak lagi mengiritasi lapisan saluran pencernaan Anda. obat ini telah dijual secara bebas dengan berbagai merk. Antasida paling baik dikonsumsi setelah makan dan sebelum tidur.

Penting:   Pengobatan untuk Penyakit Tipus (Demam Typhoid)

Alginat

Alginat lebih sering digunakan untuk meredakan gangguan pencernaan yang disebabkan oleh refluks asam. Refluks asam terjadi ketika asam lambung kembali naik ke kerongkongan, Alginat akan bekerja membentuk sebuah lapisan penghalang seperti busa yang mengapung di permukaan lambung.

Kata Kunci Pencarian: terapi dispepsia,dispepsia posisi tidur

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.
  1. author

    fajar nawastuti2 tahun ago

    ass, sy mau tanya sy diagnosa kena gerd dan sdh minum obat al. lanzoprazole, triocid, vormeta, propepsa namun smp saat ini msj mual. perut bunyi. terada panas spt hbs makan pedas tenggorokan sakit. dada punggung jg msh sakit

    Reply
    • author

      redaktur2 tahun ago

      Coba mencari second opinion dari dokter spesialis.
      Pertimbangkan juga, bahwa dispepsia banyak yang berhubungan dengan tingkat stress, http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1433207/
      Jadi, selama faktor pencetusnya belum ditanggulangi, terapi simtomatik tak akan menyelesaikan masalah Anda.

      Reply

Leave a reply "Terapi Pengobatan untuk Penderita Dispepsia"