Terapi Pengobatan untuk Penderita Dispepsia

2 comments 4379 views

Dispepsia

Dispepsia adalah suatu kondisi yang mengacu pada kondisi tidak nyaman pada bagian perut, seperti munculnya rasa kembung dan sebah yang biasanya juga diserta dengan mual dan bersendawa. Meskipun kerap kali diartikan sama dengan maag, sebenarnya dyspepsia justru lebih luas cakupannya, yakni meliputi berbagai gangguan pencernaan seperti Gastritis, Ulkus peptikum, kanker perut, GERD (Gastro-Esophangeal reflux Disease), berlebih (Hyperacidity), dan masih banyak lagi lainnya.

Terapi dispepsia sangat bervariasi, bergantung pada penyebabnya dan separah apa gejala yang dimunculkannya. Tindakan terapi terdiri dari pemberian medikasi dan pengaturan ulang mengenai dan gaya hidup.

Diet dan Perubahan gaya hidup

Menghindari Obesitas

Penting:   Terapi dan Obat untuk Sakit Campak

Kelebihan berat badan menempatkan lebih banyak tekanan pada perut Anda, sehingga memungkinkan untuk lebih mudah reflux asam lambung kembali ke kerongkongan. Hal inilah yang menjadi penyebab paling umum dari gangguan pencernaan.

Berhenti merokok

Bahan kimia dalam asap rokok yang terhirup dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan. Bahan kimia ini dapat menyebabkan cincin otot yang memisahkan esophagus dan lambung menjadi lebih rileks, hingga meningkatkan peluang terjadinya refluks asam.

Pantangan makanan & Minuman

memuat...

Seorang penderita dyspepsia disarankan untuk mengurangi makanan pedas dan berlemak, minuman bersoda dan berkafein, serta sama sekali menghentikan konsumsi alkohol.

Tempatkan posisi kerongkongan lebih tinggi dari lambung ketika

Penting:   Benarkah Pancaran Sinar Lampu Berpengaruh Terhadap Masalah Tidur dan Kesehatan?

Seorang penderita dyspepsia sebaiknya memperhatikan posisi tidurnya. Tempatkan beberapa bantal di belakang punggung agar posisi kerongkongan tertahan lebih tinggi dari lambung. Selain itu, usahakan untuk tidak makan minimal 3 jam sebelum tidur.

Hindari Stres

Perasaan atau cemas berkontribusi terhadap gangguan percernaan secara signifikan. Produksi asam lambung akan meningkat ketika seseorang mengalami .

Terapi Medikasi

biasanya akan meresepkan obat-obatan yang terdiri dari aspirin atau ibuprofen, antasida, alginate, dan beberapa obat lainnya.

Antasida

Antasida adalah jenis obat yang dapat meringankan gejala gangguan pencernaan ringan hingga sedang. Antasida bekerja dengan cara menetralkan asam lambung hingga tidak lagi mengiritasi lapisan saluran pencernaan Anda. Jenis obat ini telah dijual secara dengan berbagai merk. Antasida paling baik dikonsumsi setelah makan dan sebelum tidur.

Penting:   Terapi Pengobatan dan Pencegahan Selulitis

Alginat

Alginat lebih sering digunakan untuk meredakan gangguan pencernaan yang disebabkan oleh refluks asam. Refluks asam terjadi ketika asam lambung kembali naik ke kerongkongan, Alginat akan bekerja membentuk sebuah lapisan penghalang seperti busa yang mengapung di permukaan lambung.

Kata Kunci Pencarian: terapi dispepsia

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.
  1. author

    fajar nawastuti3 tahun ago

    ass, sy mau tanya sy diagnosa kena gerd dan sdh minum obat al. lanzoprazole, triocid, vormeta, propepsa namun smp saat ini msj mual. perut bunyi. terada panas spt hbs makan pedas tenggorokan sakit. dada punggung jg msh sakit

    Reply
    • author

      redaktur3 tahun ago

      Coba mencari second opinion dari dokter spesialis.
      Pertimbangkan juga, bahwa dispepsia banyak yang berhubungan dengan tingkat stress, http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1433207/
      Jadi, selama faktor pencetusnya belum ditanggulangi, terapi simtomatik tak akan menyelesaikan masalah Anda.

      Reply

Leave a reply "Terapi Pengobatan untuk Penderita Dispepsia"