Terapi Untuk Mereka yang Sulit Tidur

No comment 851 views

Jika Anda tidak bisa tertidur, beberapa menit bisa terasa seperti satu jam, dan mengejar rasa kantuk itu hanya akan membuatnya tampak semakin menjauh. Nah, apabila Anda mulai khawatir dengan masalah ini, sebenarnya ada beberapa hal yang dapat dijadikan alasan mengapa masalah tersebut mulai mengganggu.

Sulit Tidur - www.susahtidur.org

Sulit Tidur - www.susahtidur.org

“Jika ini merupakan masalah baru, mungkin Anda perlu menjawab beberapa pertanyaan dasar mengenai kondisi Anda,” ujar Dr. Sanjeev Kothare, MD, seorang profesor neurologi di NYU Langone Comprehensive Epilepsy Center & Sleep Center. “Apakah Anda mengalami sakit dan ? Apakah diri Anda cemas? Atau, apakah Anda sudah tidur siang lebih lama dari biasanya?”

Jika Anda menjawab ‘iya’ pada salah satu pertanyaan tersebut, sambung Dr. Kothare, masalah utama Anda bukanlah pada berapa lama Anda akan tertidur. Masalah Anda mungkin lebih berkaitan dengan pekerjaan atau jadwal perjalanan Anda. Karena, jet lag dapat memengaruhi tidur Anda. “Atau, masalah tidur Anda mungkin merupakan dari perubahan atau stres yang signifikan dalam kehidupan pribadi Anda,” sambungnya.

“Tetapi, jika Anda menjawab ‘tidak’ untuk semua pertanyaan tersebut, masih ada satu pertanyaan lagi yang harus dijawab, yaitu berapa waktu yang biasa Anda butuhkan untuk tertidur,” imbuh Dr. Kothare. “Orang 18 tahun sampai 58 tahun butuh 30 menit untuk tertidur. Jika Anda masih terjaga, dengan lampu dan layar mati, selama setengah jam setiap malam, Anda mungkin menghadapi sleep onset insomnia.”

memuat...

Meski kebanyakan orang mengasosiasikan insomnia dengan ketidakmampuan tidur secara total, namun insomnia tertentu ini mengindikasikan bahwa Anda mengalami kesulitan tidur (yang menawarkan dampak buruknya sendiri). Anda mungkin memang akhirnya bisa tertidur, tetapi membutuhkan waktu yang lebih lama dari biasanya.

Sejauh berlanjut, Dr. Kothare dan Journal of Sleep Medicine merekomendasikan terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy atau CBT), yang biasanya berfokus pada pemecahan masalah dengan menyesuaikan bagaimana Anda merasakan masalah tersebut. Dengan kata lain, Anda mungkin perlu membingkai ulang bagaimana Anda melihat masalah Anda dengan tidur.

“Mengikuti rutinitas tidur dalam terapi CBT ini berarti masuk ke tempat tidur hanya jika Anda siap untuk tidur dan jangan berada di tempat tidur ketika Anda sedang menggunakan telepon atau menjawab email,” sambung Dr. Kothare. “Dan, jika Anda masih terjaga setelah 30 menit, bangun dari tempat tidur, tinggalkan, dan pergilah ke tempat lain. Lakukan kegiatan yang lain, lalu coba tidur lagi 20 menit kemudian.”

Jika Anda khawatir memiliki masalah yang berlawanan (Anda berada dalam keadaan mengantuk saat Anda menyentuh bantal), jangan khawatir. Kecuali, Anda punya alasan untuk percaya bahwa Anda memiliki narcolepsy (artinya Anda mengalami episode kantuk yang intens dan tiba-tiba, bahkan di siang hari).

Penting:   Kurang Tidur Ternyata Menyebabkan Perilaku Irasional
author

Leave a reply "Terapi Untuk Mereka yang Sulit Tidur"