WHO: Kecanduan Video Game Termasuk Gangguan Mental

game, baik dalam versi konsol maupun mobile, memang sangat digemari, tidak hanya oleh -anak, melainkan juga remaja dan orang dewasa. Bahkan, banyak di antara mereka yang kecanduan bermain game dan bisa terus bermain hingga waktu berjam-jam. Namun, menurut sebuah , orang yang bermain game secara berlebihan mungkin segera mendapati diri mereka didiagnosis mengalami gangguan mental.

Kecanduan Video Game - www.businessinsider.com

Kecanduan Video Game - www.businessinsider.com

Pada tahun 2018, Organisasi Kesehatan atau WHO secara resmi akan menambahkan ‘gangguan permainan’ ke dalam daftar penyakit psikologis mereka. Hal tersebut berarti, petugas layanan kesehatan dan dokter akan dapat mendiagnosis seseorang dengan kondisi tersebut, demikian menurut laporan yang diturunkan oleh US News and World Report. Namun, menurut WHO, permainan game ini hanya menjadi masalah saat menyebabkan ‘kerusakan pada area fungsi pribadi, keluarga, sosial, , pekerjaan, atau area penting lainnya’.

Kata gangguan game belum pernah diungkapkan sebelumnya. Namun, sebagaimana terdapat dalam laporan New Scientist, draf ini menggarisbawahi kriteria yang dibutuhkan untuk menentukan apakah seseorang dapat diklasifikasikan mengalami gangguan game. Anggota Departemen dan Penyalahgunaan Zat WHO, Vladimir Poznyak, mengatakan mengenai pentingnya mengenali gangguan game sebagai isu penting.

“Profesional bidang kesehatan perlu mengakui bahwa gangguan game bisa menjadi konsekuensi kesehatan serius,” ujarnya. “Kebanyakan orang yang bermain game video tidak memiliki gangguan, seperti kebanyakan orang yang alkohol juga tidak memiliki gangguan. Namun, dalam situasi tertentu, penggunaan berlebih bisa memicu dampak yang merusak.

memuat...

Tahun lalu, para peneliti dari University of Oxford's Internet Institute melakukan sebuah studi untuk menginvestigasi persentase pemain game yang kecanduan pada video game. Studi yang dipublikasikan di American Journal of Psychiatry itu menemukan bahwa hanya 2-3 persen dari 19.000 pria dan wanita yang disurvei dari Inggris dan Amerika Serikat, Kanada dan Jerman, mengakui bahwa mereka mengalami lima hingga lebih dari gejala kesehatan yang dikeluarkan oleh American Psychiatric Association (APA). Beberapa tahun lalu, APA memang membuat daftar lima gejala standar yang bisa menentukan gangguan game internet. Gejala-gejala ini meliputi kecemasan, menarik diri dan perilaku antisosial.

“Kini, tidak semua yang menikmati permainan video memiliki gangguan permainan,” jelas Daphne Bavelier, seorang profesor di Universitas Jenewa, Swiss, ketika melakukan interview dengan majalah Forbes. “Tergantung pada permainan, berapa lama dan sering Anda memainkannya. Pasalnya, beberapa video game dapat memperbaiki koordinasi mata dan tangan, meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, menghilangkan stres dan menghubungkan orang.

Sebelumnya, pada tahun 2013 lalu, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5) mendefinisikan gangguan permainan internet sebagai ‘syarat untuk studi lebih lanjut’. Ini tidak mengklasifikasikan gangguan itu sebagai gangguan resmi, yang menurut American Psychiatric Association memerlukan lebih banyak penelitian. Menurut DSM-5, kondisinya paling umum terjadi pada pria berusia antara 12 tahun hingga 20 tahun.

Penting:   Pelacak Aktivitas, Efektif Tingkatkan Gaya Hidup Sehat?
author

Leave a reply "WHO: Kecanduan Video Game Termasuk Gangguan Mental"