12 Ragam Terapi untuk Anak Autis

No comment 3143 views

Harus diakui, hingga saat ini belum ditemukan teknik pengobatan atau terapi yang dapat menyembuhkan atau menghilangkan autis secara total. Juga, tidak ada pengobatan tunggal yang dapat mengatasi segala spektrum autis.

anak autis - cirianakautis.com

anak autis - cirianakautis.com

Terapi untuk Autisme dilakukan untuk mengurangi defisit dan perilaku terkait autisme dan spektrum autisme lainnya (ASD), serta meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian fungsional individu autis, terutama pada anak-anak. Terapi untuk anak autis digolongkan menjadi 2 kategori utama, yakni intervensi edukasi (pendidikan) dan manajemen medis.

Berikut ini adalah berbagai macam terapi yang direkomendasikan oleh para ahli untuk mengatasi kondisi autisme,

Intervensi Pendidikan

Jenis terapi edukatif adalah yang paling banyak digunakan dalam memecahkan masalah autisme. Intervensi terapi pendidikan mencakup berbagai jenis terapi, seperti ABA, terapi wicara, terapi okupasi, terapi fisik, terapi perilaku, terapi perkembangan, terapi sosial, terapi visual, terapi musik, dan terapi bermain.

Applied Behavioral Analysis (ABA)

ABA adalah jenis terapi yang didesain khusus untuk anak dan telah mengalami serangkaian pengujian pada anak dengan autisme. Terapi autisme ini adalah yang paling banyak digunakan di . Sistem yang dijalankan oleh terapi ini adalah dengan memberi pelatihan khusus pada anak berupa positive reinforcement (hadiah/pujian) dan mengukur kemajuannya.

Penting:   Sakit Parah karena Stress, Memangnya Bisa?

Terapi Wicara

Sebagian besar anak dengan autisme mengalami kesulitan bicara dan berbahasa. Melalui terapi wicara, anak akan kembali diajari bagaimana caranya berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain.

Terapi Okupasi

Perkembangan motorik halus pada anak dengan autisme hampir bisa dipastikan mengalami keterlambatan. Gerak-gerik mereka kaku, kasar, dan sulit untuk melakukan sesuatu dengan benar. melalui terapi okupasi ini, otot-otot halus anak akan dilatih untuk melakukan -tugas yang diberikan dengan benar.

Terapi Fisik

Tak hanya mengalami perlambatan pertumbuhan pada otot-otot halus, kebanyakan anak autis juga memiliki hambatan pada motorik kasarnya. Terkadang otot-ototnya lembek, sehingga tak bisa menapak berjalan dengan benar. Begitu juga dengan keseimbangan tubuh mereka yang kurang terjaga. Untuk itu, diperlukan terapi fisik untuk melatih kekuatan otot-otot mereka.

Terapi Perilaku

Berbagai masalah yang dialami anak autis seringkali membuat mereka frustasi. Mereka menjadi lebih hipersensitif karena merasa tak dimengerti, sehingga tak jarang mereka juga mengamuk. Seorang terapis perilaku akan berusaha mencari latar belakang dari perilaku negatif tersebut dan mencari solusinya dengan merekomendasikan perubahan lingkungan dan rutin anak tersebut untuk memperbaiki perilakunya. Setiap kali anak berespon benar, Ia akan menerima reinforcement positif yang Ia sukai.

Penting:   Penyakit Typus : Penyebab dan Penularannya
memuat...

Terapi Perkembangan

Floortime, Son-rise dan RDI (Relationship Developmental Intervention) termasuk dalam jenis-jenis terapi perkembangan untuk anak dengan autisme. Dalam sesi terapi ini, anak akan dipelajari minatnya, kekuatan, dan tingkat perkembangannya. Kemudian, baru ditingkatkan kemampuan sosial, emosional, dan intelektualnya.

Terapi Sosial

Kekurangan mendasar dari anak-anak autis adalah pada komunikasi dan . Anak-anak ini membutuhkan pertolongan dalam ketrampilan berkomunikasi 2 arah. Tugas terapis adalah memfasilitasi anak untuk bergaul dengan teman-teman sebayanya.

Terapi Visual

Anak-anak dengan autisme adalah visual. Artinya, mereka lebih mudah belajar dengan jalan melihat. Hal inilah yang digunakan pada terapi visual, yakni memanfaatkan dan video untuk mengembangkan keterampilan komunikasi.

Terapi Musik

Menurut American Music Therapy Association (2002), terapi musik dapat dilakukan menggunakan jenis musik terapeutik untuk meningkatkan perilaku, sosial, psikologis, komunikasi, fisik, sensorik, motorik, dan kognitif anak autistik.

Penting:   Mengenali dan Mengelola Stres

Terapi Bermain

Meski terdengar aneh, seorang anak autistik nyatanya membutuhkan pertolongan untuk belajar bermain dengan teman sebayanya. Terapi bermain adalah pemanfaatan pola permainan sebagai media yang efektif dari terapis, melalui kebebasan eksplorasi dan ekspresi diri. Terapis bermain akan menggunakan kekuatan terapeutik permainan untuk membantu anak menyelesaikan kesulitan-kesulitan psikososial dan mencapai pertumbuhan, perkembangan yang optimal.

Manajemen Medis

Terapi Biomedik

Terapi Biomedik untuk anak autis dikembangkan oleh kelompok dokter yang tergabung dalam DAN! (Defeat Autism Now), yang diantara mereka banyak yang memiliki anak autistik. Pada hasil pengembangan terapi ditemukan bahwa anak autistik akan mengalami kemajuan bila mendapatkan terapi yang komprehensif, mencakup terapi dari luar dan dalam tubuh (biomedis). Terapi ini difokuskan pada pembersihan fungsi-fungsi abnormal pada otak, sehingga fungsi susunan saraf pusat dapat bekerja lebih baik dan mengurangi bahkan menghilangkan gejala autisme.

Terapi Medikamentosa

Terapi menggunakan obat-obatan khusus ini dilakukan jika anak autistik menunjukkan gejala yang cenderung merugikan, seperti hiperaktivitas parah, menyakiti diri sendiri, menyakiti orang lain (agresif), merusak (destruktif), hingga gangguan tidur (insomnia). Obat-obatan hanya boleh diberikan oleh dokter dan tak boleh sembarangan.

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "12 Ragam Terapi untuk Anak Autis"