40 Persen Balita Alami Gangguan Bicara dan Bahasa

No comment 5665 views

SURABAYA – Sebanyak 40 persen dari 80 pasien balita yang berkunjung tiap hari di Poli Tumbuh Kembang mengalami bicara dan bahasa. Ironisnya, sebagian balita dengan tersebut adalah dari orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya.

Konsultan RSUD dr Soetomo, dr Mira Irmawati Sp A (K), mengaku bahwa tim RSUD dr Soetomo takut dengan meningkatnya jumlah pasien balita yang mengalami gangguan bicara dan bahasa. Pasalnya, kecerdasan anak bisa dilihat sedari dini dari dua faktor, yakni, bicara dan bahasa.

Dr Mira Irmawati (tengah) saat memberikan paparan tentang tumbuh kembang anak di Novotel Surabaya Hotel & Suites, kemarin (5/11).

Dr Mira Irmawati (tengah) saat memberikan paparan tentang tumbuh kembang anak di Novotel Surabaya Hotel & Suites, kemarin (5/11).

"Setiap anak memang tumbuh kembangnya berbeda. Ada yang dua tahun baru bisa bicara. Tapi, kalau sampai empat tahun belum bisa dengan baik, ini yang salah siapa?" kata Mira, saat acara seminar di Novotel Surabaya Hotel & Suites, kemarin (5/11).

Penting:   Pedoman Baru Cegah Alergi Kacang pada Bayi
memuat...

Menurut dia, peningkatan angka hingga 40 persen ini memang mengkhawatirkan. Sebab, pada 2013, jumlahnya 30 persen dari 80 kunjungan. Sisanya adalah balita yang mengalami stunting, cerebral palsy, down syndrome, dan autis.

Dari beberapa kasus yang ditangani di poli tumbuh kembang anak RSUD dr Soetomo, Mira mengungkap, sebagian anak yang mengalami gangguan bicara dan bahasa ini karena jarang diajak berkomunikasi oleh orang tuanya. Sebagian dari anak-anak balita itu sudah asyik dengan dunianya sendiri. Seperti, menonton televisi, bermain handphone, , dan lain-lain. "Orang tua sekarang sibuk kerja. Mereka berpikir anak diberikan mainan dan mahal sudah cukup," kata dia. (han/c2/hen/radarsurabaya)

author

Leave a reply "40 Persen Balita Alami Gangguan Bicara dan Bahasa"