7 Tips Kurangi Risiko Dispepsia (Nyeri Perut Bagian Atas)

Mungkin Anda baru saja , atau selesai satu jam yang lalu, dan sekarang Anda tidak “merasa baik”. Anda merasa Anda kembung dan tidak nyaman, atau mungkin merasakan sensasi terbakar. Mungkin juga Anda merasa mual, atau bahkan ingin muntah. Ini bisa jadi Anda sedang mengalami perut atau gangguan pencernaan. Jika tidak ada medis untuk Anda, dokter akan menyebutnya dispepsia atau pencernaan yang buruk.

Dispepsia (Nyeri Perut Bagian Atas) - www.alodokter.com

Dispepsia (Nyeri Perut Bagian Atas) - www.alodokter.com

Gangguan pencernaan itu memang nyata. Istilah medis untuk nyeri perut bagian atas persisten atau ketidaknyamanan tanpa penyebab medis yang dapat diidentifikasi adalah dispepsia fungsional. Gejalanya bisa datang dan pergi kapan saja, tetapi makan sering jadi pemicunya. Terkadang ketidaknyamanan dimulai saat makan. Lain waktu, sekitar setengah jam kemudian setelah makan.

Dispepsia sendiri adalah nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau dada yang seringkali dirasakan sebagai adanya gas, perasaan penuh, atau rasa sakit atau terbakar di perut. Gejala gangguan ini biasanya perasaan tidak nyaman pada perut bagian atas dengan disertai sendawa dan suara usus yang keras. Pada beberapa penderita, makan dapat memperburuk nyeri, sedangkan pada penderita lainnya, makan malah dapat mengurangi nyeri. Gejala lain meliputi nafsu makan yang menurun, mual, sembelit, diare, dan flatulensi atau perut kembung.

memuat...

Jika Anda menderita dispepsia fungsional, Anda tidak sendiri. Sekitar 25 persen dari populasi juga memiliki masalah ini, dengan perbandingan yang setara antara pria dan wanita. Masalah ini juga bertanggung jawab atas persentase kunjungan yang signifikan ke dokter primer, sebagian karena banyak orang khawatir mereka menderita tukak. Di samping itu, dispepsia fungsional juga sering membuat seseorang frustrasi karena penyebab masalah ini tidak diketahui, termasuk belum ada yang pasti untuk mengatasi gangguan tersebut.

Namun, kabar baiknya adalah bahwa ada beberapa hal sederhana dapat Anda coba untuk membantu mendapatkan bantuan guna mengurangi risiko gangguan ini, seperti:

  • Hindari makanan yang memicu gejala Anda.
  • Makan porsi kecil dan jangan makan berlebihan. Cobalah mengonsumsi makanan dengan porsi yang lebih kecil dan lebih sering sepanjang hari, dan pastikan untuk mengunyah makanan secara perlahan dan lengkap.
  • Hindari aktivitas yang mengakibatkan tertelannya udara secara berlebihan, seperti merokok, makan dengan cepat, mengunyah permen karet, dan minuman berkarbonasi.
  • Kurangi stres Anda. Cobalah untuk melakukan relaksasi, perilaku kognitif, atau olahraga. Latihan aerobik 3-5 kali per minggu juga dapat membantu, tetapi jangan berolahraga tepat setelah makan.
  • Istirahat yang cukup.
  • Jangan berbaring dalam waktu dua jam setelah makan.
  • Pertahankan berat badan Anda dalam kondisi yang ideal.
Penting:   Apa Jenis Olahraga yang Cocok untuk Kesehatan Otak?
author

Leave a reply "7 Tips Kurangi Risiko Dispepsia (Nyeri Perut Bagian Atas)"