8 Mitos Seputar Malam Pertama : Apakah Malam Pertama Selalu Sakit ?

Romance pertama tentu akan menjadi saat-saat yang mendebarkan bagi pasangan yang baru menikah. Apalagi jika pernikahan tersebut terjadi melalui proses perjodohan dan tidak melalui tahap berpacaran. Beberapa pasangan muda mengaku canggung dan malu untuk melalui pertama mereka. Namun, di sisi lain beberapa pasangan malah langsung tertidur bermesraan layaknya suami istri di pertama . Mereka mengaku tidak menikmati pertama mereka karena setelah melalui serangkaian proses pernikahan yang panjang dan melelahkan.

Apapun kondisinya, berbagai teori tentang malam pertama tetap menarik untuk diketahui, dan berikut ini adalah mitos dan terkait malam pertama yang sangat sering dijumpai di kalangan masyarakat.

  1. Malam pertama selalu menyakitkan bagi wanita.

Mitos ini dapat dikatakan kurang tepat, karena hubungan seks yang pertama kali dilakukan tidak selalu menyakitkan. Kekhawatiran berlebihan banyak wanita di malam pertama adalah tentang yang tidak dapat menampung penis yang sedang ereksi. Namun, nyeri selama berhubungan seksual tetap mungkin terjadi, biasanya karena seorang wanita secara seksual belum cukup matang sehingga masih belum berkembang sempurna dan terlalu sempit untuk melakukan penetrasi. Solusi terbaik untuk menghindarkan kekhawatiran wanita akan nyeri saat malam pertama adalah dengan melakukan foreplay (pemanasan) terlebih dahulu agar wanita merasa santai dan terangsang , sehingga dapat mengeluarkan cukup cairan serviks untuk membantu penetrasi menjadi lebih mudah.

  1. Malam pertama adalah indikator keberhasilan hubungan suami istri selamanya.

Malam pertama memang sangat memori-able pada pasangan suami istri. Namun, agaknya sangat berlebihan jika hubungan dalam 1 malam dijadikan sebagai penentu keberhasilan dalam hubungan intim di malam-malam berikutnya. Kebanyakan pasangan yang baru melalui malam pertama memiliki beban mental lebih terkait dengan kelelahan, canggung, dan pengetahuan yang masih minim. Beberapa pasangan sebaiknya berpikir lebih objektif tentang malam pertama, karena banyak yang dapat mempengaruhi keberhasilannya.

  1. Ejakulasi dini selalu terjadi di malam pertama.

Ejakulasi dini adalah masalah seksual yang dapat terjadi pada pria kapan saja, bukan hanya pada malam pertama. Ejakulasi dini biasanya terjadi akibat libido yang terlalu tinggi dan sulit dikendalikan. Hal ini memang wajar terjadi pada pengantin baru di malam pertama, namun tidak selalu terjadi.

Penting:   Awas, Bakteri Anjing Sebarkan Flu dan Bahayakan Wanita Hamil
memuat...
  1. Malam pertama selalu HOT seperti adegan di film porno.

Hal ini tentu saja adalah mitos. Kebanyakan orang beranggapan bahwa memiliki malam pertama akan sangat seru seperti adegan yang fenomenal di film porno. Namun, yang perlu diingat adalah itu hanya sebuah adegan film, dimana adegan demi adegan diambil perpotong dan kemungkinan besar tidak dilakukan secara terus-menerus dalam satu waktu. Anda dan pasangan bisa jadi memiliki kondisi yang sangat berbeda. Jadi, sangat tidak dianjurkan menjadikan adegan di film porno sebagai acuan malam pertama Anda.

  1. Semakin besar ukuran penis, akan semakin baik.

Anggapan tentang ukuran penis ini sangat tidak realistis, terutama bagi wanita yang baru melakukan hubungan seksual. Ukuran penis bukanlah indikator pasti untuk kepuasan istri, namun pada kekerasannya. Apalagi jika Anda adalah wanita yang baru pertama kali melakukan hubungan intim, dimana lubang vagina masih sempit, ukuran penis yang besar malah akan membuat Anda merasa kesakitan.

  1. Malam pertama selalu berakhir bahagia.

Hal ini memang terdengar seperti sebuah keharusan, namun faktanya tidak sedikit pasangan pengantin baru yang justru kecewa setelah melewati malam pertama mereka. Hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai sebab, mulai dari pengetahuan yang kurang atau salah tentang seks, dan kurangnya komunikasi dengan pasangan.

  1. Wanita yang masih perawan selalu mengeluarkan darah.

Keluarnya darah pada vagina saat malam pertama biasanya dijadikan indikator utama untuk menentukan perawan tidaknya seorang wanita. Mitos ini tentu saja sangat menyesatkan. Pada beberapa wanita, sobeknya hymen (selaput dara) tidak disertai dengan perdarahan ringan. Selain itu ada banyak hal yang dapat menyebabkan robeknya selaput hymen, misalnya masturbasi, atau kecelakaan ringan saat bersepeda.

  1. Mengkonsumsi obat kuat saat malam pertama itu harus.

Penggunaan obat kuat untuk meningkatkan seksualitas tidak disarankan pada malam pertama. Jika seorang pria menggunakan obat-obatan pada malam pertama, maka bisa dipastikan kalau si suami ini tidak siap secara psikologis untuk melakukan hubungan intim di malam pertama.

Penting:   Manfaat dan Risiko Kunyit untuk Kesehatan
author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "8 Mitos Seputar Malam Pertama : Apakah Malam Pertama Selalu Sakit ?"