Apa Itu Henti Jantung Mendadak (Cardiac Arrest) Dan Apa Perbedaannya Dengan Serangan Jantung (Heart Attack)?

Anda mungkin sudah sering mendengar atau melihat adegan film atau TV tentang serangan jantung. Ketika seorang pria duduk sebuah kursi tempat umum, biasanya restoran atau tempat ramai lainnya, lalu tiba-tiba pria itu tidak bisa bernapas dengan baik, mulai terguncang, lalu kolaps.

Pada kenyataannya, peristiwa seperti itu (serangan jantung) mungkin terjadi, dan bisa berakibat fatal dalam waktu yang relatif cepat. Mengetahui apa yang harus dilakukan jika Anda berada dalam kondisi melihat penderita serangan jantung merupakan satu tindakan yang dapat menyelamatkan nyawa seseorang.

Tetapi, masalahnya tidak banyak orang yang mengetahui perbedaan antara serangan jantung mendadak (tiba-tiba) atau serangan jantung. Keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Holly Andersen, MD, menjelaskan perbedaannya.

Apa perbedaan antara serangan jantung mendadak dan serangan jantung?

Cara termudah untuk membedakannya adalah mengetahui bahwa serangan jantung merupakan kondisi yang menyangkut permasalahan sirkulasi (aliran darah terhambat), sementara serangan jantung mendadak merupakan isu elektrikal (suatu kondisi di mana terjadi salah fungsi yang membuat jantung berhenti berdetak).

Serangan Jantung - www.idntimes.com

Serangan Jantung - www.idntimes.com

Selain serangan jantung, arteri yang menyuplai darah ke jantung menjadi tersumbat, yang dapat disebabkan karena kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi atau kolesterol, , kurang olahraga, atau diet yang salah.

Dr. Andersen mengatakan bahwa semua kejadian secara tiba-tiba yang dialami oleh jantung disebabkan karena kurangnya oksigen, sehingga menyebabkan bagian dari jantung berhenti. Sementara jantung tidak berhenti berdetak sepenuhnya, apabila tidak segera mendapatkan penanganan, maka akan berakibat fatal.

Penting:   Berbagai Penyebab dari Sakit Punggung Sebelah Kiri

Cardiac arrest atau serangan jantung secara tiba-tiba terjadi ketika ada malfungsi pada jantung yang menyebabkan menjadi tidak teratur atau lebih dikenal dengan aritmia. Hal itu dapat secara tiba-tiba menghentikan jantung dari kegiatan memompa darah ke otak, paru-paru, atau ke vital lainnya. Menurut Dr. Andersen, dalam serangan jantung, 92 persen orang bisa meninggal bahkan sebelum dibawa ke rumah .

Apa dari serangan jantung?

Mungkin Anda sudah mengetahui apa itu serangan jantung mendadak (cardiac arrest) dan serangan jantung (heart attack), tetapi bagaimana cara membedakannya dalam kehidupan nyata? Pertama, serangan jantung akan menunjukkan gejala berbeda dari serangan jantung mendadak (cardiac arrest). Gejala serangan jantung termasuk di dada, ketidaknyamanan area lain di tubuh bagian atas, sesak napas, berkeringat dingin, dan muntah. Gejala-gejala itu biasanya meningkat seiring waktu dan bahkan bisa berlangsung selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu sebelum serangan jantung yang sebenarnya terjadi.

Nyeri di dada merupakan gejala paling umum. Tetapi, wanita lebih mungkin merasakan sakit di area lain seperti lengan, leher, punggung, atau rasa kelelahan yang luar biasa. Namun, dalam kasus serangan jantung mendadak, Anda mungkin tidak merasakan gejala sama sekali. Cardiac arrest/henti jantung bisa terjadi pada orang yang tampak normal, lalu orang itu bisa tiba-tiba jatuh, berhenti bernapas, dan bisa berdampak pada kematian.

Penting:   Tanda dan Gejala Awal Penyakit Jantung
memuat...

Serangan jantung mendadak mungkin bisa mirip dengan pingsan. Bagaimana cara mengetahui bahwa orang yang tiba-tiba jatuh itu pingsan, bukan mengalami cardiac arrest? Apabila seseorang pingsan, mereka cenderung ‘jatuh’ secara perlahan, masih bernapas, dan warna kulit mereka masih normal. Tetapi, ketika seseorang jatuh karena serangan jantung, mereka akan jatuh dengan cepat, tidak akan bernapas atau bergerak, dan akan mulai membiru dengan cepat pula.

Apa yang bisa dilakukan terhadap seseorang yang mengalami serangan jantung mendadak?

Apabila Anda melihat seseorang terjatuh karena serangan jantung, disarankan untuk sesegera mungkin menghubungi ambulans, atau lakukan CPR. Sangat penting untuk bertindak cepat karena dengan hitungan menit bahkan detik tanpa CPR, maka peluang hidup seorang yang terkena serangan jantung untuk bertahan turun sebesar 10 persen.

Serangan Jantung - www.cermati.com

Serangan Jantung - www.cermati.com

CPR atau Cardiopulmonary Resuscitation adalah teknik kompresi dada dan pemberian napas buatan. Dengan dilakukan CPR, diharapkan oksigen bisa kembali mengalir ke otak dan seluruh tubuh.

Sambil menunggu bantuan medis datang, sebelum melakukan CPR, Anda bisa memeriksa kesadaran orang yang akan ditolong. Caranya dengan mencoba memanggil namanya, menggoyangkan tubuhnya secara perlahan, atau bisa juga dengan mengetukkan bahu penderita. Sebaiknya tidak memindahkan atau mengguncangkan tubuh penderita dengan keras.

Kemudian, periksa apakah penderita masih bernapas atau tidak. Cukup dengan melihat apakah dadanya bergerak naik dan turun. Selanjutnya, dapat dilakukan dengan cara mendekatkan Anda ke mulut dan hidungnya, untuk mendengar apakah ada suara napas atau tidak, serta merasakan ada tidaknya embusan napas pada pipi Anda selama 10 detik. Lalu, periksa nadinya. Untuk memastikan detak jantungnya, Anda bisa memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan atau di bagian sisi lehernya.

Penting:   Pria Juga Disarankan untuk Latihan Kegel demi Kesehatan

CPR bisa dilakukan dengan kompresi atau menekan area dada. Penderita harus berada di atas permukaan yang keras. Pastikan posisi siku dan bahu lurus dengan tangan Anda. Setelah itu, tekan dada kira-kira sedalam 5 cm sebanyak 30 kali atau sekitar 100 hingga 120 kali per menit.

Setelah memberikan 30 kali kompresi dada, buka jalan napas dengan metode head tilt-chin lift. Caranya dengan meletakkan tangan di dahi korban, dan tengadahkan kepala korban. Letakkan ujung jari di bawah dagu, dan angkat dagu korban. Pastikan tidak ada sisa makanan di sekitar area mulut. Lalu, berikan dua kali bantuan napas. Tutup hidung dengan ibu jari dan telunjuk. Tiup sekitar 1 detik untuk membuat dada terangkat, kemudian lanjutkan dengan tiupan berikutnya. Lanjutkan 30 kali kompresi dada dan 2 kali bantuan napas dalam 2 menit atau sekitar 5 kali pengulangan. Setiap 2 menit, lakukan pengecekan napas kembali.

CPR baru bisa dihentikan saat korban memberi respons (biasanya terbatuk) atau mulai bernapas lagi, saat penolong tidak mampu lagi memberikan pertolongan, saat tim medis sudah datang, atau sudah ada keputusan dari .

author

Leave a reply "Apa Itu Henti Jantung Mendadak (Cardiac Arrest) Dan Apa Perbedaannya Dengan Serangan Jantung (Heart Attack)?"