Awas, ‘Gula Bekas’ Bisa Disalurkan Lewat ASI!

No comment 926 views

Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di Keck School of Medicine di USC menunjukkan bahwa gula yang disebut fruktosa ternyata dapat disalurkan dari ke bayi melalui ASI. Studi proof-of-concept yang melibatkan 25 dan bayi ini memberikan bukti awal bahwa fruktosa yang setara dengan berat sebutir beras dalam satu hari penuh pemberian ASI dikaitkan dengan peningkatan berat badan, kandungan otot, dan mineral tulang.

ASI - momdiscuss.com

ASI - momdiscuss.com

“Ditemukan dalam , olahan dan soda, fruktosa sebenarnya bukanlah komponen alami dari ASI, yang masih dianggap sebagai standar diet emas untuk bayi,” ujar Michael Goran , penulis utama studi yang diterbitkan pada bulan Februari 2017 di jurnal Nutrients. “Gula bekas ini berasal dari ibu, dan mengekspos bayi ke jumlah gula yang lebih tinggi selama pertumbuhan, dapat menghadirkan masalah pada perkembangan kognitif serta menciptakan risiko seumur hidup untuk obesitas, , penyakit hati, dan penyakit jantung.”

Frappuccino, minuman berenergi, koktail jus cranberry. dan fruktosa adalah contoh sumber gula bekas. Sementara, gula sehat dan alami dalam ASI termasuk laktosa, yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. “Laktosa adalah sumber utama karbohidrat dan ASI sangat bermanfaat. Tetapi, mungkin Anda bisa kehilangan sebagian dari efek menguntungkan itu, tergantung pada diet ibu dan bagaimana hal itu memengaruhi komposisi ASI," kata Goran.

Sayangnya, direktur Childhood Obesity Research Center di Keck School of Medicine tersebut, bersama rekan-rekan, tidak mengumpulkan data makanan ibu untuk penelitian ini. Jadi, mereka tidak dapat menentukan apakah jumlah fruktosa yang ditemukan dalam ASI dikaitkan secara positif dengan konsumsi kebiasaan dari makanan dan minuman yang kaya fruktosa.

“Kehidupan awal adalah masa perkembangan yang cepat dan nutrisi awal sangat terkait dengan hasil kesehatan jangka panjang,” kata Tanya Alderete, rekan penulis dan sarjana penelitian postdoctoral di Keck School of Medicine. “Kami tahu bahwa keputusan untuk menyusui atau memberi botol mungkin berdampak pada kesehatan selanjutnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi ASI mungkin merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan berkaitan dengan kesehatan bayi. “

memuat...

Melihat data penelitian, Alderete mengatakan bahwa rata-rata menyusui bayi berusia 1 bulan dapat mengonsumsi hanya 10 miligram (sekitar sebutir beras) fruktosa dari ASI sehari, namun ia akan mengalami perubahan komposisi yang merugikan selama pertumbuhan. Satu mikrogram fruktosa per mililiter ASI, 1.000 kali lebih rendah dari jumlah laktosa yang ditemukan pada ASI, dikaitkan dengan peningkatan berat badan dan lemak tubuh sebesar 5 sampai 10 persen untuk bayi pada usia enam bulan. Meski begitu, Alderete menekankan bahwa menyusui merupakan bentuk ideal gizi bayi dan ibu harus terus menyusui selama mungkin atau sampai satu tahun.

Proses Penelitian

Dua puluh lima ibu membawa bayi mereka ke Pusat Ilmu Kesehatan Oklahoma saat bayi berusia 1 bulan dan datang lagi saat bayi mereka berusia 6 bulan. Para ibu berpuasa setidaknya tiga jam sebelum kunjungan. Bayi diberi ASI, mengonsumsi kurang dari 8 ons susu formula seminggu, dan tidak mengonsumsi makanan padat.

Periset mengambil sampel ASI dari masing-masing ibu dan memindainya untuk gula seperti laktosa, glukosa, dan fruktosa. Mereka lalu mengukur massa lemak, massa otot, dan massa tulang setiap bayi. Pertumbuhan bayi tidak terkait dengan indeks massa ibu pra-, ukuran lemak tubuh, atau komponen ASI lainnya, menurut ilmuwan. Para peneliti menyesuaikan hasilnya untuk kelamin bayi dan berat bayi pada 1 bulan.

Periset di Childhood Obesity Research Center di USC sedang melihat bagaimana asupan makanan ibu memengaruhi tingkat fruktosa pada ASI dan juga bagaimana unsur spesifik dalam ASI dapat mengubah bakteri usus bayi yang sedang berkembang, yang menetralkan produk sampingan toksik pencernaan. ‘Mikrobiom usus’ ini memengaruhi pertumbuhan dan metabolisme bayi. Berdasarkan hasil penelitian awal, Goran memberikan beberapa nasihat kepada ibu hamil dan ibu baru.

“Ibu baru dapat mencegah pemberian ‘gula bekas’ kepada -anak mereka dengan makan dan minum sedikit gula saat hamil atau menyusui,” kata Goran. “Perawat dapat melindungi bayi dan -anak dari efek gula yang berbahaya dengan memilih formula bayi, makanan bayi, dan makanan ringan dengan hati-hati tanpa menambahkan gula atau pemanis.”

Penting:   Penyakit Imun HIV AIDS : Tanda dan Gejala
author

Leave a reply "Awas, ‘Gula Bekas’ Bisa Disalurkan Lewat ASI!"