Cara Antisipasi Ebola dengan Memperkuat Kekebalan Tubuh

No comment 1610 views

Ebola memang sudah jadi momok kawasan Afrika Barat. Tapi, bukan berarti virus itu masih terisolasi Benua Hitam tersebut. Seiring mobilitas tinggi orang Indonesia untuk berdagang, bekerja, atau bersekolah ke belahan bumi lain, potensi penularan itu ada. Termasuk ke Surabaya.

Prof Dr dr Nasronudin SpPD K-PTI FINASIM, ketua Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga, me ngemukakan, ebola bisa tersebar le wat tubuh manusia. Bisa juga lewat sentuhan pada kulit. " ini bikin ruam di kulit, seperti melepuh. Bila tersentuh, orang lain bisa kena," paparnya.

Sebagaimana diketahui, penyakit ka rena virus itu ditemukan di Sungai Ebola, Republik Demokratik Kongo. Persebaran awalnya adalah dari hewan ke manusia. Kini, ditengarai virus ebola bisa menclok dari manusia ke ma nusia. Ratusan orang sudah tewas dalam epidemi yang terjadi di Guyana, Sierra Leone, Liberia, dan Nigeria. Menurut Nasronudin, awal ebola mirip penyakit ringan. Orang bi sa saja lengah dan terlambat menangani. "Kalau tidak tanggap, penyakit malah bisa parah dan sulit terobati," tegasnya.

Penting:   Ciri - ciri atau Gejala Penyakit Jantung

Dengan masa inkubasi tujuh hingga sepuluh hari, virus ebola sudah menunjukkan tanda. Misalnya, kepala, otot dan tulang, perut, susah buang air, , serta sindrom flu. Sekitar sepekan setelah inkubasi, virus itu bisa menyebar luas. Organ bagian dalam pun mengalami kegagalan. "Serangan ke organ vital itu yang mematikan," paparnya. utama yang paling kentara adalah terjadi ruam dan pengelupasan kulit, dilanjutkan dengan gagal multiorgan seperti perdarahan di otak. Karena itu, ada beberapa penderita yang tidak sadar diri.

Virus yang ditemukan pada 1976 itu juga merusak retina mata, , dan sistem pernapasan, yakni alveoli di paru-paru. Tubuh yang telah terinfeksi juga akan melemah dengan serangan virus pada katup , saluran cerna, dan kebocoran protein di ginjal. "Bila sudah parah, penderita juga alami BAB berdarah," kata dosen magister Kedokteran Tropis Universitas Airlangga itu. "Ini namanya kematian sel organ tubuh atau kegagalan multiorgan," tegasnya. Pada kondisi tersebut, siapa pun yang mendekat dan terkena cairan tubuh atau gesekan dengan kulit penderita bisa langsung terjangkit. Perjalanan virus yang begitu cepat merenggut nyawa tak ayal membuat penyakit tersebut dikategorikan sebagai penyakit paling mematikan.

Penting:   Terapi Pengobatan Medis untuk Penderita Faringitis
memuat...

"Riset virus ini pun hanya bisa dikaji di laboratorium dengan tingkat keamanan paling tinggi," paparnya. Di dunia kesehatan, terdapat level keamanan sebuah laboratorium atau biosafety level (BSL). Laboratorium tersebut dikhususkan bagi virus berbahaya serta mematikan yang mudah tersebar lewat udara. Salah satu laboratorium terbesar adalah CDC (Centers for Disease Control and Prevention) di Atlanta, Amerika Serikat. Virus ebola adalah salah satu di antara beberapa daftar virus mematikan dan berbahaya yang diuji di BSL-4.

Indonesia memang belum masuk kategori negara yang terkena ebola. Tapi, antisipasi dan pemahaman tetap perlu. "Virus itu mudah masuk ketika imunitas tubuh menurun," katanya. Dia menegaskan, sistem imun adalah senjata alami yang dimiliki tubuh. Dan cara menjaga stabilitas kekebalan tubuh adalah memperbanyak asupan gizi, istirahat, serta multivitamin. Bisa juga ditambah imunomodulator atau obat pemicu kekebalan tubuh.

Penting:   Ciri Sakit Cacingan Berdasarkan Jenis Cacing dan Cara Penanggulangannya

Vitamin, mineral, dan makanan bergizi merupakan komponen yang dapat meningkatkan sistem kekebalan dalam tubuh manusia. Namun perlu diingat, orang yang sudah terkena gejala ringan Ebola harus memperbanyak istirahat dan segera mengunjungi dokter.

Bila terdeteksi bibit virus Ebola, orang akan diisolasi dalam ruangan khusus untuk menghindari kontak dengan orang lain. Memang, diakuinya, belum ada sistem perawatan khusus untuk pasien Ebola di Indonesia. Namun setidaknya penyakit itu terlebih dulu bisa dicegah dan diputus penyebarannya lewat sistem imun tubuh. (bir/c17/dos/jpnn)

author

Leave a reply "Cara Antisipasi Ebola dengan Memperkuat Kekebalan Tubuh"