Cara Kerja dan Efek Samping dari ‘Terapi Lebah’

No comment 5365 views

Metode pengobatan menggunakan  lebah semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Di Amerika Serikat, peran lebah sebagai agen pengobatan mulai dilirik penggunaannya sejak tahun 1930-an, ketika seorang pria bernama Charlez Mraz pertama kali memperkenalkannya. Pria yang lebih dikenal sebagai ‘The Bee Man’ ini merekomendasikan pengobatan menggunakan sengatan lebah untuk arthritis. Hingga baru-baru ini muncul lagi Pat Wagner, si Lebah yang mengaku telah menyembuhkan penyakitnya sendiri menggunakan terapi sengatan lebah.terapi-lebah

Dalam medis, terapi menggunakan lebah atau produk lebah disebut Apitherapy. Terapi menggunakan racun lebah ini telah digunakan di berbagai teknik pengobatan kuno, salah satunya digunakan oleh Hippocrates untuk pengobatan Arthritis. Lebah-lebah berbagai jenis dapat digunakan dalam terapi ini, namun kebanyakan lebih sering menggunakan bantuan lebah . Apitherapy diklaim dapat mengobati berbagai penyakit dan gangguan , seperti rheumatoid arthritis, lupus, skleroderma, dan Multiple Sclerosis.

Penting:   Manfaat tes Pap Smear dan Siapa saja yang Harus Melakukannya

Cara Kerja Terapi Lebah

Dalam setiap sesi pengobatan, dibutuhkan sekitar 20-40 ekor lebah. Lebah-lebah tersebut akan ditempatkan di bagian tubuh tertentu menggunakan pinset dan dibiarkan menyengat Anda selama 10-15 menit. Untuk mengurangi nyeri, terapis akan menempelkan es batu di area yang disengat lebah setelah sesi terapi selesai.

memuat...

 

Ketika menyengat kulit, lebah memasukkan racunnya yang terdiri dari beberapa zat kompleks. Sengatan ini akan menimbulkan rasa dan pembengkakan akibat masuknya zat histamin, dopamin, serotonin, dan norepinefrin. Namun, beberapa zat berguna yang juga terkandung dalam racun lebah seperti apamin, melittin, monoamine, dan sel-mast peptida degranulating juga ikut masuk ke dalam tubuh Anda. Tak ketinggalan zat hyaluronidase dan fosfolipase-A2 yang juga terkandung dalam racun lebah tersebut dapat mengaktifkan sel-sel kekebalan tubuh dan menghasilkan imunoglobulin E (IgE) dalam tubuh Anda.

Penting:   Terapi untuk Menyembuhkan Buta Warna

 

Apamin, salah satu komponen dari racun lebah, memiliki efek menguntungkan dengan bekerja menghambat saluran kalium, bagian yang sama dari sel saraf yang dihambat oleh obat eksperimental 4-Aminopyridine (4-AP). Apamin terbukti efektif mengatasi kelelahan dan gangguan syaraf di sehingga mencegah terjadinya kelemahan dan kesulitan berjalan.

Efek Samping Terapi Lebah

Kebanyakan pasien yang menjalani sesi terapi lebah hanya mengalami gejala ringan seperti kemerahan, nyeri, dan bengkak di sekitar area kulit yang disengat. Beberapa lainnya juga mengalami gatal-gatal, kecemasan, kelelahan, atau gejala . Beberapa orang dengan reaksi alergi berlebih sebaiknya tidak mengikuti terapi ini karena ditakutkan akan memunculkan anafilaksis (reaksi alergi berlebih hingga berakhir pada kematian).

Penting:   Suplemen Melatonin, Amankah untuk Bantuan Tidur?

Kata Kunci Pencarian: terapi lebah

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Cara Kerja dan Efek Samping dari ‘Terapi Lebah’"