Cara Mengetahui Masa Subur Wanita untuk Merencanakan Kehamilan

Bagaimana cara mendeteksi masa subur seorang wanita? Lalu, seberapa sering saya harus melakukan hubungan intim supaya hamil?

670px-TwoLines-Step-2Ada banyak yang mempengaruhi kemungkinan seorang wanita untuk hamil. Usia, kondisi medis, kesehatan, gaya dan beberapa lain mempengaruhi kemungkinan Anda untuk hamil pada setiap perputaran . Namun Anda tetap memgang kendali atas -faktor tersebut. yang terpenting untuk terjadinya adalah tentang waktu dan frekuensi berhubungan intim sepanjang siklus Anda.

Panjang subur Anda ditentukan oleh umur maksimum pasangan Anda dan umur dari telur yang Anda produksi. Umumnya sperma bisa bertahan antara 3 hingga 5 hari dalam cairan serviks, sedangkan ovum ( telur) hanya dapat bertahan selama 4 hingga 24 jam setelah dilepaskan. Secara teoritis berarti Anda memiliki waktu maksimal sepanjang 6 hari untuk melakukan hubungan intim untuk dapat menjadi hamil. 6 hari ini terdiri dari 5 hari sebelum ovulasi dan 1 hari tepat saat ovulasi. Anda hanya memiliki kesempatan untuk hamil ketika Anda melakukan hubungan intim pada hari ini.

Penting:   Definisi Kesehatan Menurut WHO

Dalam analisis terbaru dari 119.398 responden, terbukti bahwa 94% dari wanita yang hamil memiliki frekuensi hubungan sebanyak 3 hari sekali. Untuk tujuan konsepsi, sangatlah ideal untuk melakukan hubungan intim sekali dalam 3 hari. Selain itu didukung dengan beberapa spekulasi bahwa pasangan yang sedang berusaha untuk hamil harus mengurangi frekuensi berhubungan untuk meningkatkan pasokan dan sperma.

Frekuensi hubungan seksual yang sering siklus subur yang sempit akan meningkatkan peluang Anda untuk hamil. Satu-satunya indikator untuk menandai terjadinya ovulasi adalah dengan mengecek suhu tubuh Anda yang biasanya mengalami kenaikan selama ovulasi.

memuat...

Untuk wanita yang kebanyakan memiliki siklus ovulasi selama 28 hari, masa terbaik untuk merencanakan kehamilan adalah dengan melakukan hubungan intim pada hari ke-11 hingga ke-14 terhitung sejak hari pertama mestruasi, karena pada rentang hari inilah ovulasi terjadi. Beberapa dokter juga menyarankan untuk melakukan konsepsi antara hari 7 dan 20. Kemungkinan kehamilan tertinggi terjadi pada 4 hingga 6 jam setelah ovulasi.

Penting:   Obat Sakit Tampek atau Campak

Hal yang perlu diperhatikan lainnya adalah cairan pelumas pada saat melakukan konsepsi. Pada dasarnya segala jenis cairan pelumas yang tidak berasal dari serviks akan menghalani sperma untuk bergerak, sekalipun cairan air liur. Sebaliknya, cairan serviks akan melindungi sperma dan membantu sperma bergerak ke arah rahim dan tuba falopi. Perubahan cairan serviks terjadi ketika tubuh wanita bersiap-siap untuk melepaskan sel telur. Karakteristik dari produksi cairan serviks adalah :

  • Tidak ada cairan serviks yang diproduksi selama periode menstruasi.
  • Setelah menstruasi berakhir, vagina akan menjadi kering dan tanpa cairan serviks.
  • Cairan serviks yang pertama kali keluar berkonsistensi padat dan lengket, yang lambat laun akan semakin encer.
  • Cairan serviks yang berkonsistensi encer dan berwarna putih menunjukkan datangnya masa subur.
  • Cairan serviks yang menjadi licin, elastis, dan bening seperti putih telur, menandakan bahwa Anda berada pada fase sangat subur.
  • Setelah ovulasi, cairan serviks akan kembali mengental, dan akan mongering saat terjadi menstruasi kembali.
Penting:   Rutin Minum Kopi atau Teh Melindungi Hati dari Diet Buruk?

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Cara Mengetahui Masa Subur Wanita untuk Merencanakan Kehamilan"