Cedera Otak Traumatis Tingkatkan Risiko Demensia

No comment 61 views

Peringatan bagi Anda bahwa cedera traumatis tunggal ternyata dapat meningkatkan demensia pada seseorang, demikian sebuah studi baru menunjukkan. Sebelumnya, cedera traumatis dikatakan sebagai utama untuk kematian dan kecacatan pada orang dewasa muda.

Cedera Otak Traumatis - manfaatairhidrogen.com

Cedera Otak Traumatis - manfaatairhidrogen.com

“Cedera otak traumatis adalah penyebab utama kematian dan kecacatan pada orang dewasa muda," kata , Elisa Zanier dari Mario Negri Institute di Milan, Italia. “Selain itu, bahkan dalam kasus ringan, itu merupakan faktor risiko untuk demensia, seperti chronic traumatic encephalopathy (CTE). Memahami mekanisme yang menghubungkan peristiwa mekanis akut dengan penyakit otak progresif dan degeneratif akan membantu pengembangan baru.”

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis otak dari 15 pasien yang selamat satu tahun atau lebih setelah cedera otak traumatis (TBI) dan membandingkan dengan otak dari 15 kontrol yang . Mereka menemukan bahwa pasien TBI memiliki tingkat protein tau abnormal yang lebih tinggi. Akumulasi protein tau abnormal ini dapat menyebabkan kerusakan sel otak dan masalah memori, demikian para ilmuwan menjelaskan.

Penting:   Tantangan Makan Deterjen ‘Tide Pod Challenge’ dan Risiko untuk Remaja

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa pada tikus, protein tau abnormal ini menyebar dari tempat cedera otak ke daerah otak lainnya. Penyebaran tau ini mirip dengan penyebaran prions, protein menular yang terkait dengan penyakit otak degeneratif seperti penyakit Creutzfeldt-Jakob. Penelitian ini sendiri dilakukan oleh para peneliti di Mario Negri University dan Universitas Glasgow, di Skotlandia.

memuat...

“Pengamatan ini menunjukkan bahwa trauma otak tunggal dikaitkan dengan deposisi tau yang meluas pada manusia dan pembentukan bentuk tau self-propagating dalam model hewan,” sambung Zanier dalam rilis berita Universitas Glasgow. “Ini relevan memberikan bukti pertama tentang bagaimana cedera otak mekanis dapat berevolusi menjadi penyakit otak degeneratif kronis, termasuk CTE.”

Penting:   Pentingnya CPR dan Kenapa Anda Harus Mempelajarinya

Temuan baru itu, dilaporkan pada tanggal 31 Juli 2018 di jurnal Brain, menunjukkan bahwa memblokir penyebaran protein tau abnormal setelah cedera otak dapat mengurangi risiko pasien masalah otak jangka panjang. Sementara itu, National Football League (NFL)  telah mengakui hubungan antara football dan CTE, menurut laporan yang dipublikasikan. Otopsi yang dilakukan pada 111 mantan pemain mengungkapkan bahwa 110 di antaranya memiliki CTE.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan Januari 2018 lalu, para peneliti mempelajari catatan lebih dari 164.000 orang yang mengalami cedera otak traumatis. Cedera serius menggandakan risiko demensia, sementara cedera berulang meningkatkan risiko hampir tiga kali lipat. Bahkan, setelah lebih dari 30 tahun, risikonya tetap 25% lebih tinggi dari biasanya.

Penting:   Aktivitas Harian untuk Daya Ingat yang Lebih Baik

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa bahkan cedera ringan membuat demensia lebih mungkin terjadi. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan awal bulan Mei 2018, dilaporkan bahwa cedera tersebut lebih dari dua kali lipat untuk risiko demensia, dan cedera yang lebih parah meningkatkan risiko lebih tinggi.

author

Leave a reply "Cedera Otak Traumatis Tingkatkan Risiko Demensia"