Hal-Hal Penting yang Perlu Diketahui Tentang Virus Zika

Wabah virus Zika kini telah menyerang negara Singapura. Berdasarkan data terbaru, kasus virus Zika telah meningkat sebanyak 82 kasus di sana.

virus zika - time.com

virus zika - time.com

Virus Zika sendiri merupakan infeksi virus yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes yang juga membawa virus chikungunya dan berdarah. Pada umumnya ini hanyalah penyakit ringan, 4 dari 5 orang yang terinfeksi dengan Zika tidak menunjukkan gejala apapun namun dapat menularkan virus tersebut ke orang lain.

Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh virus Zika antara lain adalah demam, mengalami ruam gatal, , sakit kepala, mata merah, dan terkadang mual atau muntah. Gejala tersebut biasanya berkembang selama 3-12 hari setelah digigit oleh nyamuk Aedes dan bertahan selama 4-7 hari.

Lantas siapakah orang yang paling berisiko terkena virus Zika? Ternyata virus Zika ini akan sangat mudah menyerang dalam kandungan, terutama untuk para hamil yang telah terkena virus Zika. Antara 1-10% yang terinfeksi Zika selama masa kehamilan melahirkan bayi dengan cacat. Cacat paling umum yang terjadi adalah microcephaly, di mana bayi lahir dengan ukuran kepala lebih kecil dari normal, dahi miring, dan kerusakan otak.

Penting:   Berbagai Manfaat Konsumsi ‘Cincau Hitam’ untuk Kesehatan

Sejauh ini menurut Departemen (MOH) memang belum ada bukti kuat sehubungan potensi wanita hamil yang lebih rentan terserang Zika. Masa-masa paling rentang berada pada trimester pertam dan awal trimester kedua kehamilan. Walau risiko lebih rendah ada pada trimester ketiga, virus Zika masih bisa menyebabkan kematian pada bayi.

Apabila seorang ibu hamil telah terjangkit virus Zika, tidak banyak yang dapat ia lakukan untuk mengatasinya. Meski begitu, 9 dari 10 wanita hamil yang terinfeksi Zika mampu melahirkan bayi normal. Sementara itu microcephaly pada bayi yang belum lahir dapat didiagnosis lewat pemeriksaan ultrasonik di akhir trimester kedua kehamilan. Akan tetapi, tingkat akurasi pemeriksaan ultrasonik tersebut masih belum diketahui. WHO sendiri merekomendasikan pemeriksaan ultrasonik antara 28 dan 30 .

Penting:   Terapi Komplementer untuk Penderita Parkinson
memuat...

Satu-satunya tes yang bisa Anda gunakan untuk memeriksa apakah seorang ibu hamil terinfeksi virus Zika atau tidak adalah dengan tes reverse transcriptase-polymerase chain reaction (RT-PCR), yang mencari tahu materi genetic dari virus tersebut dalam darah atau urine. Tes RT-PCR hanya dapat mendeteksi keberadaan virus Zika dalam waktu yang relatif singkat, yakni 5-7 hari dari saat timbul gejala dan 14 hari dari pengambilan sampel urine.

Jika seorang wanita hamil dengan pasangan yang positif terjangkit Zika, maka ia harus memeriksakan diri ke dokter dan melakukan pemeriksaan Zika. Salah satu cara untuk mencegah gigitan nyamuk Aedes adalah dengan memakai nyamuk. nyamuk yang beredar di Singapura cukup aman untuk dipakai oleh wanita hamil.

Penting:   9 Jenis Makanan yang terbukti Membakar Lemak di Perut

Apabila Anda hamil dan berdasarkan hasil pemeriksaan darah ternyata positif terkena Zika, maka Anda perlu dirujuk ke rumah sakit dan dirawat oleh dokter kandungan. Ibu yang positif terkena Zika memang akan mengeluarkan ASI yang juga terdeteksi dengan Zika, namun masih belum ada bukti apakah virus Zika bisa ditularkan ke bayi lewat ASI atau tidak. Walau demikian, virus Zika tidak akan menimbulkan risiko cacat lahir untuk kehamilan berikutnya.

Hingga saat ini masih belum ada obat atau vaksin yang dapat menyembuhkan virus zika. Namun gejala-gejalanya masih dapat diobati. Untuk dapat melindungi diri dari penyebaran virus Zika, sebaiknya Anda rajin memakai obat nyamuk dan menggunakan pakaian yang menutupi tubuh, lengan, dan kaki. Dan bagi pasangan suami istri, mulailah terapkan seks yang aman dengan memakai kondom atau menahan diri untuk tidak berhubungan seks setidaknya 6 bulan setelah masa penyembuhan.

author

Leave a reply "Hal-Hal Penting yang Perlu Diketahui Tentang Virus Zika"