Heboh Penelitian Manfaat Ubi Kayu untuk Obati Kanker

No comment 2890 views

Pamor Ubi Kayu alias Singkong semakin melejit usai muncul sebuah broadcast message tentang tersembunyi ubi kayu yang ternyata dapat membunuh sel dengan cepat.

ubi kayu obat kanker - www.pinterest.com

ubi kayu kanker - www.pinterest.com

Dalam pesan tersebut, disebutkan bahwa ada seorang peneliti medis dari Srilanka bernama Dr. Cynthia Jayasuriya yang membagi pengalaman pribadinya ketika Ia tengah menjalani perawatan untuk mengobati kanker yang Ia derita. Pesan berantai tersebut kira-kira begini isinya:

OBAT AJAIB UNTUK KANKER
by Dr. Cynthia Jayasuriya

Ini pengalaman saya sendiri, sembuh dari kanker dengan singkong. Semoga pengalaman ini bermanfaat untuk banyak orang.
Saya mengidap kanker kandung kemih stadium 2, setelah tujuh tahun mengidap kanker di urethra.

Ginjal, urethra, dan sebagian dari kandung kemih sudah diangkat. Setelah itu Saya menjalani radiasi di bagian perut.
Saya merasa sehat selama tujuh tahun. Saya menjalani pemeriksaan rutin setiap tahun. Pada tahun ke tujuh itu, ada darah dalam urine

Saya yang ternyata disebabkan oleh berkembangnya lagi sel kanker di kandung kemih. Kanker baru itupun diangkat lagi. Tapi bagaimana kalau kanker itu berkembang lagi ..?

Dari internet saya menemukan informasi tentang penggunaan biji aprikot untuk pengobatan Kanker di Australia dan Amerika tanpa kemoterapi. Seorang dari Inggris yang bertugas di sebuah tempat terpencil di Afghanishtan menemukan kandungan vitamin B17 dalam biji aprikot.

Di Afghanishtan, kekayaan seseorang diukur dari pohon aprikot yang dimilikinya. Mereka tidak hanya makan buah aprikot, tetapi juga bijinya. Biji aprikot memiliki bentuk almond dan rasanya pahit. Orang-orang dari wilayah ini tidak ada yang menderita kanker.
Setelah diteliti, biji aprikot mengandung vitamin B17.

Penting:   Tips Makan Sehat untuk Tiroid yang Lebih Sehat

Pada saat sedang dirawat karena kanker, saya ingin tahu jenis makanan rutin kami yang mengandung vitamin B17. Ternyata vitamin B17 ada dalam singkong.

Jadi saya makan singkong 10 gram tiga kali sehari.

Setelah dikonsumsi selama 1 bulan, Saya melakukan pemeriksaan kandung kemih yang dilakukan oleh doker yang menangani kanker Saya. Beliau terkejut karena kandung kemih Saya benar-benar bersih dan normal.

Selama makan singkong, Saya merasa sangat fit dan orang lainpun melihat Saya sangat sehat. Setelah itu setiap tiga bulan Saya periksa dan hasilnya tetap bersih. Sejak itu Saya hanya makan singkong dan tidak menjalani pengobatan lainnya.

Secara sederhana, cara kerja singkong sbb :
Nama ilmiah vitamin B17 adalah Amygdaline. Sel kanker adalah sel yang belum matang dan memiliki enzym yang berbeda dengan enzym normal. Ketika vitamin B17 digabungkan dengan enzyme sel normal, B17 akan terurai menjadi 3 jenis gula.
Tetapi ketika tergabung dengan enzyme sel kanker, B17 terurai menjadi 1 gula, 1 benzaldehida dan 1 asam hidrosianik. Asam hidrosianik inilah yang membunuh sel kaker secara lokal.

Biji aprikot dan singkong sama-sama mengandung vitamin B17.
Setelah saya menulis artikel sebelumnya pada tahun 2010, Saya menerima beberapa informasi dari pasien kanker yang juga mengkonsumsi singkong.

memuat...

Mr. Pereira, Pria berusia 70 tahun, terdiagnosis mengidap kanker prostat. Istrinya yang seorang pensiunan di rumah sakit kebetulan membaca artikel Saya.

Penting:   Diet yang Buruk plus Gen ApoE4 Memicu Penyakit Alzheimer

Mereka tidak punya dana untuk biaya pengobatan kanker dan suntikan yang diberikan membuat Mr. Pereira sangat lemah.
Istrinya memberikan singkong kepada Mr. Pereira.

Setelah mengkonsumsi singkong selama seminggu, kondisinya mulai membaik. Dan setelah sebulan makan singkong setiap pagi, Dia menjalani pemeriksaan.

Sejak terdiagnosis kanker, hasil test PSA nya 280 – 290. Tetapi setelah sebulan PSA nya menjadi 5.89! Mereka mengunjungi Saya untuk memperlihatkan hasil test sebelum dan sesudah mengkonsumsi singkong. Mr. Pereira sudah tidak merasakan lagi kanker.

Ada seorang pria lain yang mengidap kanker hati dan sudah menjalani operasi. Tapi dari hasil MRI scan berikutnya, ternyata masih ada sel kanker yang belum terangkat.

Dia mulai makan singkong setelah operasi. Sebulan setelah makan singkong, dokter mengatakan tidak perlu dilakukan operasi lagi karena dari MRI scan, sel kanker itu tidak membesar.

Jadi kenapa tidak mencoba singkong ..?

Singkong murah, mudah didapat, mudah memasaknya dan sangat lezat.
Caranya sangat mudah :
1. Pilih singkong yang segar, yang tidak ada noda biru.
2. Rebus dan jangan tutup panci selama memasak. Ini akan membantu menguapkan kelebihan asam hidrosianik.
3. Jangan mengkonsumsi makanan yang mengandung jahe/ginger, seperti biskuit jahe, ginger beer, ginger ale sedikitnya 8 jam setelah mengkonsumi singkong.
Semoga bermanfaat..!

Pembuktian Sebenarnya

Kabar ini tentu saja mendapat respon positif dari para penderita kanker di Indonesia, terutama kalangan masyarakat bawah yang tidak memiliki banyak biaya untuk berobat di Rumah Sakit. Lalu, apakah kabar tersebut sepenuhnya benar?

Penting:   Perlukah memilih jenis Makanan saat Berdiet?

Menurut Profesor di bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Zullies Ikawati, belum ada riset ilmiah yang mengklaim bahwa singkong dapat mengobati kanker. Diungkapkan oleh Prof. Zullies, singkong sebenarnya telah dipromosikan sebagai agen anti kanker pada tahun 1970-an, namun promosi tersebut terkesan tak lebih dari promosi pangan karena tidak didukung oleh bukti yang kuat.

Tak hanya Singkong, manfaat dari Vitamin B17 atau yang disebut juga “Amygdalin” ini sempat coba dikuak pula oleh beberapa peneliti di lalu. Hasilnya, Amygdalin memang dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker, namun hasil yang diberikan sangat bervariasi dan tidak signifikan membunuh sel kanker.

Menurut data National Cancer Institute, hanya ada dua publikasi tentang keterkaitan ubi kayu dan kanker. Penelitian pertama dilakukan di tahun 70-an dengan melibatkan 6 pasien kanker. Hasilnya, tak ada satupun pasien yang mengalami perbaikan kondisi pasca singkong. Salah satu pasien bahkan mengalami keracunan akibat kontak dengan zat sianida yang terkandung dalam singkong.

Penelitian serupa juga pernah dilakukan di tahun 1982 dengan melibatkan 175 pasien. Hasilnya, hanya ada satu pasien yang memberikan respon positif terhadap kandungan amygdalin. Hingga kini, , belum ada lagi penelitian yang membuktikan manfaat singkong untuk mengobati kanker.

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Heboh Penelitian Manfaat Ubi Kayu untuk Obati Kanker"